• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tensi Timur Tengah Menghangat, Ringgit dan Rupiah Melemah

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Ringgit Malaysia dan rupiah Indonesia menjadi dua mata uang dengan pelemahan terbesar pada Senin (4/1/2016) ini.

Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 13.45 waktu Kuala Lumpur, ringgit tercatat melemah sebesar 1 persen menjadi di level 4,3360 per dollar AS. Ini merupakan level terlemah sejak 17 Desember lalu.

Sepanjang tahun lalu, ringgit sudah melemah 19 persen dan menjadi mata uang Asia dengan performa terburuk.

"Mata uang utama yang masih mendapat sokongan saat ini adalah dollar AS. Terlebih lagi, harga minyak masih menurun," ujar Saktiandi Supaat, Head of Foreign Exchange Research Malayan Banking Bhd, di Singapura.

Pada saat yang bersamaan, rupiah juga melemah 0,8 persen menjadi 13.895 per dollar AS. Ini merupakan pelemahan terbesar dalam tiga pekan terakhir.

Sepanjang 2015, pelemahan rupiah mencapai 10,2 persen. Dengan demikian, rupiah sudah mencatatkan pelemahan selama lima tahun berturut-turut.

Menurut Leong Sook Mei, Southeast Asia Head of Global Markets Research bunk of Tokyo-Mitsubishi UFJ di Singapura, meskipun Indonesia mengumumkan pertumbuhan yang positif saat ini, rupiah masih akan tetap melemah.

"Sebab, ini berkaitan dengan keengganan investor mengambil risiko seiring ketegangan global," ujarnya.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan kedua mata uang Asia ini melemah adalah renggangnya hubungan antara Iran dan Kerajaan Arab Saudi.

Hal ini menyusul pernyataan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, yang mengumumkan bahwa Saudi memutus hubungan diplomatik dengan Iran pada Minggu (3/1/2016) malam, setelah demonstran menyerbu Kedutaan Besar Saudi di Teheran.

Orang-orang berunjuk rasa di kantor Kedutaan Besar Saudi di ibu kota Iran tersebut untuk memprotes pelaksanaan hukuman mati terhadap ulama Syiah terkemuka oleh Pemerintah Arab Saudi, Nimr al-Nimr, pada Sabtu (2/1/2016), yang dikatakan terlibat kasus terorisme.

Kondisi itu menyebabkan dollar AS semakin perkasa.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.