• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Tenggak Miras Oplosan, Dua WNA Tewas

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. hendladi
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
2140535620X310.JPG


JAKARTA, KOMPAS.com - Diduga akibat menenggak minuman keras oplosan di dalam ruang Rumah Detensi Imigrasi di Kalideres, Jakarta Barat, dua warga negara asing (WNA) ditemukan tewas, Minggu (6/3/2011) pagi. Kedua imigran itu tak tertolong setelah dirawat di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat.

"Ada dua WNA yang tewas tadi. Yang satu WN India pukul 01.00 WIB dan WN Rusia pukul 08.00 WIB," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Metro Kalideres, Ajun Komisaris M Marbun, Minggu di Jakarta.

Marbun menyebutkan, dua nama korban meninggal adalah Majit Singh (37), WN India, dan Alexander Shandrin (37), WN Rusia. Keduanya menenggak miras yang dioplos dari bahan-bahan kimia. Bahan itu dimasukkan oleh seorang wanita pembesuk yang masih dalam proses penyelidikan polisi.

Menurut Marbun, bahan-bahan kimia dimasukkan oleh Alexander ke dalam minuman. Selain ke Majit Singh, Alexander juga menawarkan miras oplosan itu ke seorang tahanan WN Brunei yang belum diketahui identitasnya. "Jadi, di ruang tahanan itu ada tiga orang. Majit mau menenggak miras itu, tapi WN Brunei menolaknya," tutur dia.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium atas bahan-bahan kimia yang dicampur ke dalam minuman tersebut," kata Marbun.

Polsektro Kalideres masih meminta keterangan tiga saksi. Antara lain, WN Brunei yang mengetahui kronologis peristiwa dan dua penjaga sel Dirjen Imigrasi. "Jenazah kedua korban sudah dikirim ke RSCM untuk dilakukan otopsi luar dan dalam," ucapnya.

Kepala Rumah Detensi Imigrasi, Safar M Godam, menegaskan, tidak ada keterlibatan petugasnya sehingga bahan-bahan kimia itu tidak masuk. Petugasnya membenarkan, ada pembesuk Alexander yang membawa dua botol minuman semacam sirup.

"Sabtu sore, Alexander menerima tamu wanita yang mengaku istri sirinya membawa dua botol seperti sirup," kata Godam, kepada wartawan, Minggu.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.