Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pernahkah Anda pergi ke suatu tempat rekreasi lalu setelah meninggalkan tempat itu berkata dalam hati bahwa Anda tak akan pergi ke sana lagi?
Kalau saya sering.
Penyebabnya dapat karena tempatnya mengecewakan lantaran ternyata tidak seindah di foto promosi, kotor (banyak sampah berserakan), atau karena pelayanan yg buruk.
Ya, PELAYANAN.
Sengaja saya tulis dengan huruf kapital karena menurut saya sebuah tempat rekreasi itu seperti sebuah restoran, nomor satu adalah pelayanan. Biarpun restoran/warung makan bagus atau makanannya enak tetapi kalau pelayanannya buruk, Anda bukan cuma tak akan ke sana lagi, dapat-dapat malah Anda kenyang duluan sebelum makan.
Tempat rekreasi pun begitu. Kalau pelayanannya menyebalkan, pasti kita akan malas ke sana lagi. Tempat-tempat rekreasi lokal seringnya dari mulai karcis masuk yg cuma berupa sesobek kertas (yang entah uangnya masuk ke tempat semestinya atau tidak), tukang parkir yg bermuka masam, bahkan tempat makannya pelayannya jutek & tidak peduli siapa yg datang duluan.
Dua hari yg lalu saya ke Pijar Park. Sebuah tempat wisata hutan pinus yg berada sekitar 30 menit perjalanan mengpakai mobil dari pusat kota Kudus ke arah Colo Muria.
Begitu masuk kita disambut oleh petugas tiket yg langsung mendekati mobil. Dia membawa alat input pengunjung & dan retribusi parkir. Lalu kita dapat karcis masuk & parkir berupa print out. Tukang parkirnya pun terlihat ramah. Lalu saya masuk ke area wisata yg merupakan milik Perhutani. Bagi yg harap menginap, di sana menyediakan cottage & tenda. Bagi yg suka berkemah mungkin tenda dapat jadi pilihan. Namun, kalau harap kenyamanan, kita dapat menyewa cottage dengan rate 500 ribu - 850 ribu per malam. Begitu kita membuka jendela cottage, akan terlihat lembah dengan pohon-pohon pinus yg menjulang & Gunung Muria sebagai backgound-nya.
Jalan yg menanjak dialasi batu-batu datar & semua terlihat bersih. Jika ada sampah, itu cuma buah-buah pinus yg sedang disapu petugas kebersihan.
Lalu bagaimana dengan restonya?
Restonya bergaya rumah joglo dengan materi kayu secara keseluruhan. Lampu-lampunya antik sehingga menunjang kekunoan/keklasikan tempat itu. Pelayannya adalah anak-anak muda, seperti halnya petugas parkir & tiket. Mereka terlihat cekatan & memberikan keramahan yg sepantasnya. Terlihat sekali kalau para petugas di Pijar Park sudah mendapatkan pelatihan & saya sangat mengapresiasi Perhutani dalam hal ini.
Meskipun saya belum puas mengeksplore tempat ini dikarenakan hujan yg tiba-tiba turun dengan deras, saya mempunyai kesan yg baik tentang tempat ini.
Sambil menunggu, saya masuk ke restorannya, memesan teh hangat & camilan. Camilan yg banyak dipesan adalah mendoan, tahu walik & getuk cimut. Sangat lokal syekali bukan menunya? Dan rasa dari ketiganya cukup lumayan.
Kabarnya, saat malam kita dapat minta disediakan barbeque-an & pada waktu tertentu ada eksibisi musik.
Secara keseluruhan menurut saya tempat ini rekomended banget buat wisata dengan teman-teman atau keluarga. Oya, tiket masuk saat liburan cuma 15.000 per orang & parkir mobil 10.000.
Sumber:
Opini pribadi
Gambar: koleksi pribadi
Hari ini 17:10