yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Hal tersebut menurut juru bicara Keraton Solo Dwi Tunggal, Kanjeng Raden Harya (K.R.H) Bambang Pradotonagoro, Minggu (25/8/2013) malam karena kondisi Sasana Mulya tidak memungkinkan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka tempat perhelatan acara dipindah.
Seperti diberitakan sebelumnya, konflik Keraton Solo, Minggu, kembali meruncing menjelang pengukukuhan K.G.P.H Tedjowulan sebagai mahapatih pada Senin.
Ada dugaan sejumlah pihak ingin menggagalkan pengukuhan tersebut dengan menggerakkan sejumlah orang dari perguruan pencak silat.
Sementara ketegangan di Keraton mencuat sejak Minggu sore. Pantauan Solopos.com di Keraton Solo saat itu, suasana di Keraton memanas ketika sejumlah orang dari kubu G.K.R. Wandansari (Mbak Moeng)–DewanAdat–berusaha membuka pintu Sasana Putra. Namun, upaya itu gagal karena pintu Sasana Putra terkunci.
Mereka kemudian menuju Pendapa Sasana Mulya dan sempat memaki-maki beberapa orang. Sasana Mulya merupakan kediaman adik Tedjowulan, GPH Dipokusumo.
Pintu di Sasana Mulya pun sempat digembok yang mengakibatkan sentana dalem dan warga tidak bisa masuk. Ketegangan mereda sekitar pukul 17.45 WIB saat kubu Mbak Moeng meninggalkan lokasi.
Namun, sejumlah orang yang diduga berasal dari perguruan pencak silat masih berjaga-jaga di Sasana Mulya. Hingga Minggu malam, sejumlah anggota polisi dan warga Baluwarti, Pasar Kliwon berjaga-jaga di sekitar Keraton Solo.