JAKARTA - Puluhan siswa SMAN 24 yang beralamat di Jalan Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, berkumpul di lapangan sekolahan.
Mereka enggan menjalankan kegiatan belajar sebagai wujud protes karena tiga orang siswanya diberhentikan tanpa alasan yang jelas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, Kamis (4/12/2008), ketiga siswa yang dikeluarkan tersebut adalah Rudi Setiawan (18), Rizki Ramadhan (18), dan Reza Aditya (18). Seluruhnya adalah siswa kelas 3 IPS SMAN 24.
"Saya diminta datang ke sekolah, tiba-tiba diminta mengisi formulir pengunduran diri. Tetapi saya tidak mau," ujar orang tua Rudi Setiawan, Rusidawati (41) saat dikonfirmasi.
Dia mengaku, pihak sekolah sudah memanggil sebanyak tiga kali untuk membicarakan hal serupa. Bahkan, lanjutnya, pihak sekolah secara sepihak sudah menyatakan bahwa anaknya tersebut telah dikeluarkan dari sekolah.
Beredar kabar, kasus tersebut berawal saat siswa SMAN 24 hendak bertanding sepakbola dengan SMAN 70. Saat itu, seluruh siswa SMAN 24 diminta untuk mendukung. Namun, sekira lima orang siswa kelas satu kedapatan tidak mendukung kesebelasan SMAN 24 dan hendak pulang.
Dari situ, ketiga siswa yang dikeluarkan tadi menegur para juniornya agar tidak pulang. Tetapi, entah mengapa, tegurannya tersebut berimbas pada pemecatan dari pihak sekolah. Ada apa dengan SMAN 24?
Mereka enggan menjalankan kegiatan belajar sebagai wujud protes karena tiga orang siswanya diberhentikan tanpa alasan yang jelas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, Kamis (4/12/2008), ketiga siswa yang dikeluarkan tersebut adalah Rudi Setiawan (18), Rizki Ramadhan (18), dan Reza Aditya (18). Seluruhnya adalah siswa kelas 3 IPS SMAN 24.
"Saya diminta datang ke sekolah, tiba-tiba diminta mengisi formulir pengunduran diri. Tetapi saya tidak mau," ujar orang tua Rudi Setiawan, Rusidawati (41) saat dikonfirmasi.
Dia mengaku, pihak sekolah sudah memanggil sebanyak tiga kali untuk membicarakan hal serupa. Bahkan, lanjutnya, pihak sekolah secara sepihak sudah menyatakan bahwa anaknya tersebut telah dikeluarkan dari sekolah.
Beredar kabar, kasus tersebut berawal saat siswa SMAN 24 hendak bertanding sepakbola dengan SMAN 70. Saat itu, seluruh siswa SMAN 24 diminta untuk mendukung. Namun, sekira lima orang siswa kelas satu kedapatan tidak mendukung kesebelasan SMAN 24 dan hendak pulang.
Dari situ, ketiga siswa yang dikeluarkan tadi menegur para juniornya agar tidak pulang. Tetapi, entah mengapa, tegurannya tersebut berimbas pada pemecatan dari pihak sekolah. Ada apa dengan SMAN 24?