yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
WASHINGTON - Presiden Barack Obama menuai kritikan dari anggota parlemen Turki. Pasalnya, Obama tertangkap kamera tengah menelepon Perdana Menteri Turki Recip Tayyip Erdogan sambil memegang tongkat baseball.
Sejumlah politikus Turki menafsirkan gambar tersebut sebagai sebuah tindakan mengancam dan penghinaan. Foto yang diambil oleh juru kamera Gedung Putih ini sendiri diambil ketika kedua pemimpin dunia itu tengah membahas persoalan krisis Suriah.
"Foto ini mengungkapkan da,ri siapa PM kami menerima perintah untuk mengatur negara," ujar salah seorang anggota parlemen yang berasal dari kalangan oposisi Metin Lutfi Baydar, seperti dilansir Daily Mail, Selasa (7/8/2012).
Beberapa suratkabar juga turut mengomentari poto ini. Sebagian diantaranya berkomentar hati-hati namun sebagian lainnya tidak tahan untuk melontarkan komentar pedas.
"Kami perlu melakukan sesuatu, pembalasan tampaknya menjadi metode yang paling masuk akal," ujar kolumnis Hurriyet Ahmet Hakan.
"PM kita tampaknya juga perlu memegang sesuatu ditangannya saat ia menelepon Obama seperti sandal atau ikat pinggang mungkin," tambah Hakan.
Namun PM Erdogan menolak berkomentar lebih jauh dengan hanya menyebut Obama adalah seorang teman yang kurang memiliki rasa hormat atau sopan santun. Ketika disinggung makna dibalik poto ini Sekretaris Gedung Puith Jay Carney mengatakan, tidak ada makna khusus dari poto ini.
"Obama adalah penggemar olahraga baseball dan ia adalah pendukung tim Chicago White Sox," tukas Carney.
Juru bicara Gedung Putih Caitlin Hayden mengatakan pihaknya telah melihat kisruh pemberitaan mengenai hal ini di media Turki.
"Kami merilis poto dengan satu tujuan, untuk menyoroti hubungan dekat antara Presiden Obama dan PM Erdogan serta menunjukkan percakapan mereka ketika membahas situasi yang terus memburuk di Suriah," tegas Hayden.
"Presiden menghargai persahabatan dan kemitraan yang erat dengan PM Erdogan dalam berbagai isu dimana AS dan Turki saling bekerja sama," tambah Hayden.
Hubungan AS dan Turki sendiri dilaporkan semakin harmonis dalam beberapa tahun terakhir menyusul kerjasama kedua negara dalam menyelesaikan beberapa isu global sepeti krisis di Mesir, Libya dan kini di Suriah.