yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) marah saat mengetahui kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, melalui media massa.
Usai melakukan kunjungan kerja di Mataram, Nusa Tenggara Barat, SBY langsung menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di base offLandasan Udara Halim Perdanakusuma.
"Sebelum saya mulai, saya mohon maaf, hari Sabtu yang juga hari libur, kita gunakan kesempatan ini. Terpaksa saya sampaikan ketidaksenangan saya terhadap sejumlah isu. Dan saya sudah meminta maaf karena ini bulan puasa. Tapi lebih bagus, apa yang saya sampaikan sesuatu yang kritikal dan semua tergantung," kata SBY, Sabtu (13/7/2013).
SBY kecewa dengan lambannya informasi yang dia dapat saat kerusuhan di Lapas Tanjung Gusta. Bahkan, saat itu televisi internasional telah menyiarkan terlebih dahulu.
"Dibandingkan informasi yang saya dapatkan dari sistem, harus sama cepatnya apa yang disiarkan rakyat ke dunia. Harus sama cepatnya, bahkan kalau bisa lebih cepat," cetusnya.
SBY juga melihat pemberitaan di media sosial, menunggu informasi dari pemerintah, responsnya pun sangat lamban.
"Saya juga mengikuti pemberitaan di sosial media. Saya sudah masuk ke Twitter dan Facebook sehingga the real time sudah mengerti apa yang jadi pendapat mereka. Saya tunggu respons danreaction time itu kurang cepat, daerah, pusat, Medan, dan kita. Sepuluh jam tanpa official statement, itu tidak bagus," ungkapnya.
Seharusnya, kata SBY, saat itu juga pemerintah cepat mengeluarkan pernyataan terkait kerusuhan yang menewaskan lima orang tersebut.
"Tidak harus pernyataan itu menunggu lengkapnya informasi, tidak harus segala sesuatunya dilakukan. Keluarkan statement, ‘ya pemerintah sedang mengatasi, investigasi sedang dilakukan’, dan seterusnya," kata SBY yang saat itu mengenakan kemeja berwarna biru.
Kendati demikian, SBY menghargai MenkumHAM Amir Syamsudin yang langsung berangkat ke Medan.
"Saya hargai MenkumHAM berangkat ke sana. Saya juga cek langsung. Ke depannya, apa yang terjadi agar ada langkah-langkah cepat dan bukan pembiaran. Pernyataan juga yang cepat," tegasnya.
Dalam rapat terbatas di base off Lanud Halim Perdanakusuma, hadir Wapres Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mendag Gita Wirjawan, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Kepala BIN Marciano Norman, Kepala Bulog Sutarto Alimuso, Mensesneg Sudi Silalahi, MenkumHAM Amir Syamsudin, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Mentan Suswono, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Menkeu Chatib Basri.