JAKARTA - Sebanyak tiga siswa SMAN 24 Jakarta yang terancam dikeluarkan dari sekolah, mengaku hanya menegur adik kelasnya agar ikut meramaikan dan mendukung pertandingan sepakbola melawan sekolah lain pada 21 November lalu.
"Waktu itu final sepak bola wanita antar SMU di Senayan, seluruh siswa dikerahkan sekolah untuk menonton. Tapi ada anak kelas 1 yang namanya Pandu tiba-tiba mau pulang, terus ia disiram air sama pemain cewek yang ada di sana. Terus saya pisahin sambil saya towel (colek) anak itu. Tapi setelah itu saya minta maaf ke dia (pandu)," papar salah seorang siswa yang terancam dikeluarkan, Rudi Setiawan (18), Kamis (4/12/2008).
Setelah kejadian tersebut, mulai 23 November lalu, Rudi mengaku, dia dengan kedua orang temannya, Rizki Ramadhan (18), Reza Aditya (18) tidak diperbolehkan untuk masuk sekolah.
"Padahal lagi ujian, kan saya sudah kelas tiga," katanya.
Sementara ibunda dari Rudi, Rosidawati (41), mengaku telah dipanggil oleh pihak sekolah sebanyak tiga kali antara lain hari Senin, Selasa, dan hari Kamis pekan ini. Rosida mengaku dipaksa oleh pihak sekolah lewat Wakil Kepala Sekolah SMA 24 bidang Kesiswaan Rini untuk mengisi formulir pengunduran diri anaknya dari SMU 24.
"Pihak sekolah nggak menyatakan anak saya dipecat. Tapi dia suruh saya isi formulir untuk mengundurkan diri. Tapi saya nggak terima," tegasnya.
Pada hari ini, Kepala Sekolah SMU 24 Muzain direncanakan akan menggelar rapat dengan Dewan Guru untuk menentukan nasib ketiga siswa tersebut. Di waktu yang sama seluruh kawan-kawan Rudi, dari Kelas I sampai Kelas III melakukan aksi mogok belajar. Mereka rencananya akan melakukan demonstrasi, setelah ketiga orang tua dari Rudi Setiawan, Rizki Ramadhan, dan Reza Aditya datang ke sekolah.
"Waktu itu final sepak bola wanita antar SMU di Senayan, seluruh siswa dikerahkan sekolah untuk menonton. Tapi ada anak kelas 1 yang namanya Pandu tiba-tiba mau pulang, terus ia disiram air sama pemain cewek yang ada di sana. Terus saya pisahin sambil saya towel (colek) anak itu. Tapi setelah itu saya minta maaf ke dia (pandu)," papar salah seorang siswa yang terancam dikeluarkan, Rudi Setiawan (18), Kamis (4/12/2008).
Setelah kejadian tersebut, mulai 23 November lalu, Rudi mengaku, dia dengan kedua orang temannya, Rizki Ramadhan (18), Reza Aditya (18) tidak diperbolehkan untuk masuk sekolah.
"Padahal lagi ujian, kan saya sudah kelas tiga," katanya.
Sementara ibunda dari Rudi, Rosidawati (41), mengaku telah dipanggil oleh pihak sekolah sebanyak tiga kali antara lain hari Senin, Selasa, dan hari Kamis pekan ini. Rosida mengaku dipaksa oleh pihak sekolah lewat Wakil Kepala Sekolah SMA 24 bidang Kesiswaan Rini untuk mengisi formulir pengunduran diri anaknya dari SMU 24.
"Pihak sekolah nggak menyatakan anak saya dipecat. Tapi dia suruh saya isi formulir untuk mengundurkan diri. Tapi saya nggak terima," tegasnya.
Pada hari ini, Kepala Sekolah SMU 24 Muzain direncanakan akan menggelar rapat dengan Dewan Guru untuk menentukan nasib ketiga siswa tersebut. Di waktu yang sama seluruh kawan-kawan Rudi, dari Kelas I sampai Kelas III melakukan aksi mogok belajar. Mereka rencananya akan melakukan demonstrasi, setelah ketiga orang tua dari Rudi Setiawan, Rizki Ramadhan, dan Reza Aditya datang ke sekolah.