yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Sutopo Umar Bukhori (33), penambang pasir tradisional lereng Merapi, tewas tertimbun tanah saat tengah melakukan penambangan di tanah pekarangan milik warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, yang tidak jauh dari rumah korban.
Sebelum insiden terjadi, Sutopo dan satu rekan seprofesinya melakukan penambangan di lokasi yang sama. Entah kenapa, saat menambang tebing tersebut longsor dan menimpa mereka.
“Rekannya bisa menyelamatkan diri, namun tidak berhasil selamat,” kata Jenarto, salah seorang saksi mata, Rabu (27/8/2014).
Meski selamat, Muchlis mengalami luka ringan akibat terkena bebatuan yang jatuh bersamaan dengan lonsoran tebing.
"Kepala korban langsung dihantam batu tebing. Kami tak sempat menolong korban karena kejadian sangat cepat, tubuh korban langsung tertimbun longsoran tanah," tuturnya.
Melihat hal tersebut, para penambang lainnya tak berani bertindak dan langsung menghubungi tim evakuasi. Warga dibantu relawan Merapi terus berupaya melakukan evakuasi.
Lokasi tebing yang sangat curam serta mudah longsor, di samping minimnya peralatan cukup menghambat proses evakuasi. Tubuh korban baru bisa diangkat setelah tiga jam kemudian. Setelah itu korban langsung dibawa pulang untuk dimakamkan.
Sebelum insiden terjadi, Sutopo dan satu rekan seprofesinya melakukan penambangan di lokasi yang sama. Entah kenapa, saat menambang tebing tersebut longsor dan menimpa mereka.
“Rekannya bisa menyelamatkan diri, namun tidak berhasil selamat,” kata Jenarto, salah seorang saksi mata, Rabu (27/8/2014).
Meski selamat, Muchlis mengalami luka ringan akibat terkena bebatuan yang jatuh bersamaan dengan lonsoran tebing.
"Kepala korban langsung dihantam batu tebing. Kami tak sempat menolong korban karena kejadian sangat cepat, tubuh korban langsung tertimbun longsoran tanah," tuturnya.
Melihat hal tersebut, para penambang lainnya tak berani bertindak dan langsung menghubungi tim evakuasi. Warga dibantu relawan Merapi terus berupaya melakukan evakuasi.
Lokasi tebing yang sangat curam serta mudah longsor, di samping minimnya peralatan cukup menghambat proses evakuasi. Tubuh korban baru bisa diangkat setelah tiga jam kemudian. Setelah itu korban langsung dibawa pulang untuk dimakamkan.