• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

tawanan usia 16 tahun diinterogasi di Kamp Guantanamo

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. talam
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

talam

IndoForum Senior E
No. Urut
48451
Sejak
16 Jul 2008
Pesan
3.672
Nilai reaksi
25
Poin
48
20080715143703khadr_ap203b.jpg


Video seorang tawanan usia 16 tahun yang tengah diinterogasi di Kamp Guantanamo untuk kali pertama dipublikasikan.

Rekaman video tersebut memperlihatkan Omar Khadr, 16 tahun, sedang ditanyai oleh tim pejabat Kanada pada tahun 2003, soal rangkaian peristiwa sebelum dia ditangkap oleh pasukan Amerika, lapor media Kanada.

Warga Kanada itu dituduh melemparkan granat yang menewaskan seorang serdadu Amerika di Afghanistan pada tahun 2002.

Dia terlihat tertekan dan mengeluhkan soal perawatan kesehatan.

Video itu dipublikasikan oleh tim pengacara Khadr menyusul putusan Mahkamah Agung bulan Mei bahwa pihak berwenang Kanada harus menyerahkan bukti yang memberatkan dia untuk memungkinkan memberikan pembelaan penuh atas dakwaan yang dialamatkan ke remaja tersebut.

'Tolong saya'

Khadr, satu-satunya warga negara Barat yang masih ditahan di kamp tersebut, berusia 15 tahun ketika ditangkap pasukan Amerika dalam baku tembak di kamp yang dicurigai milik al-Qaeda di Afghanistan.

Dalam video 10 menit interogasi di Guantanamo setahun kemudian, dia terliat menangis, dan menutupi wajahnya dengan telapak tangannya, dan menarik rambutnya. Dia beberapa kali terdengar berteriak: "Tolong saya."

Dia tampak menyingsingkan baju oranyenya untuk memperlihatkan kepada pejabat kementerian luar negeri dan agen-agen dari Dinas Intelijen Keamanan Kanada (CSIS) luka-luka di punggung, dan perutnya yang dia kata dia alami di Afghanistan.

"Saya bukan dokter, tapi saya saya rasa kamu mendapat perawatan kesehatan yang layak," kata salah seorang pejabat.

Khadr menjawab: "Tidak. Anda tidak di sini...saya kehilangan kedua mata saya. Saya kehilangan kaki saya. Segalanya!" saat menyinggung bagaimana indera penglihatan dan kondisi kesehatannya terganggu.

"Tidak kamu masih punya mata dan kedua kaki kamu masih di ujung tungkaimu," kata seorang pejabat.

Selagi menagis sejadi-jadinya, Khadr berkali-kali mengatakan kepada tim pejabat tadi: "Anda tidak peduli dengan saya."

Dalam dokumen penyerta yang diungkapkan soal interogasi tersebut, Khadr juga mengatakan, dia disiksa selagi ditahan di pusat penahanan militer Amerika di pangkalan udara Bagram di Afghanistan.

Klik Disini
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.