Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
daripada,
kita bersikeras untuk menentang tradisi tersebut lalu kemudian membuat jengkel/dongkol/sedih orang tua..
dilaksanakan saja.. tdk ada larangan/ruginya sama sekali kl memang itu adalah tradisi. HANYA saja memang spt kata marcedes. Dlm ajaran budhis tdk disebutkan mengenai aturan2 mengikat spt Te Pai, Sang jit dsb..Dan hal itu bknlah yg utama/dipercaya buta.
Sang Jit = hari H.....waktu dimana di adakan upacara pernikahan dgn catatan di lainkan dari hari pesta pernikahan.....
tuang Teh adalah bentuk penghormatan sang mempelai kepada para leluhur dan yg lebih tua....dan yg mendapat penghormatan tsb di wajibkan memberi angpao atau hadiah<sesuai kemampuan>sebagai bentuk balsan rasa kasih kepada mempelai...
Bila kurang...tolong para senior memberi kritisi dan tambahan
Sang Jit itu bukannya acara untuk melamar yach? kalo pengertian saya benar, menurut @TS perlu atau tidak? kalo menurut saya perlu.
Diantara kedua tradisi itu, Te Pai sudah banyak di tinggalkan karena tidak praktis lagi. dulu kalo seseorang mo menikah, mereka bisa menyewa rumah pesta minimal seharian sehingga acara te pai ini bisa dilakukan. sekarang paling 2 - 3 jam doank sehingga te pai sudah sulit dilaksanakan. Selain sibuk bekerja juga para pengantinnya.
oh iya, ada 1 lagi tradisi yang sudah mulai dilupakan alias jarang dijalankan lagi tapi saya lupa bahasa chinesenya, bahasa indonya adalah "makan 12 mangkok".
Jadi bila menurut anda perlu silahkan di laksanakan, bila tidak gpp juga kok. hanya saja diperhitungkan keinginan orang tua anda. karena tradisi yang ini sejauh yang saya tahu tidak bertentangan dengan agama. CMIIW