yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Manajemen PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) menginformasikan, tarif Kereta Rel Listrik (KRL) komersial atau non ekonomi tetap akan dinaikkan pada hari Senin (1/10/2012). Sama sekali belum ada kesepakatan terkait penundaan kenaikan tarif.
Demikian dikatakan Sekretaris Perusahaan KCJ Makmur Syaheran, Jumat (28/9/2012) pagi. "(Kami) tetap pada rencana semula. Kalau dikatakan ada pertemuan mungkin yang ada baru hasil pertemuan," ujar dia.
Dikatakan Makmur, kenaikan tarif Rp 2.000 merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan. Tanpa kenaikan tarif, sulit bagi KCJ untuk menambah sarana kereta api. "Tanpa penambahan sarana, maka kenyamanan tidak akan tercapai," ujarnya.
Ahli transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Djoko Setijowarno pun menyayangkan sikap diam pemerintah pusat maupun daerah. Kereta komersial lazimnya memang tidak mendapat subsidi. Namun bila ada kemauan dapat saja pemda misalnya, memberikan subsidi. "Masak Pemprov Jawa Barat atau Pemkot Bogor diam saja?" ujarnya.
Djoko mendorong pemda untuk berpikir kreatif dan menggunakan anggaran yang ada untuk menyubsidi transportasi massal. "Tolong juga penumpang kereta mengkritisi pemdanya. Jangan-jangan APBD hanya untuk memperbaharui terus mobil dinas," ujar Djoko.
Demikian dikatakan Sekretaris Perusahaan KCJ Makmur Syaheran, Jumat (28/9/2012) pagi. "(Kami) tetap pada rencana semula. Kalau dikatakan ada pertemuan mungkin yang ada baru hasil pertemuan," ujar dia.
Dikatakan Makmur, kenaikan tarif Rp 2.000 merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan. Tanpa kenaikan tarif, sulit bagi KCJ untuk menambah sarana kereta api. "Tanpa penambahan sarana, maka kenyamanan tidak akan tercapai," ujarnya.
Ahli transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Djoko Setijowarno pun menyayangkan sikap diam pemerintah pusat maupun daerah. Kereta komersial lazimnya memang tidak mendapat subsidi. Namun bila ada kemauan dapat saja pemda misalnya, memberikan subsidi. "Masak Pemprov Jawa Barat atau Pemkot Bogor diam saja?" ujarnya.
Djoko mendorong pemda untuk berpikir kreatif dan menggunakan anggaran yang ada untuk menyubsidi transportasi massal. "Tolong juga penumpang kereta mengkritisi pemdanya. Jangan-jangan APBD hanya untuk memperbaharui terus mobil dinas," ujar Djoko.
![]()
Tetap Naik Atap Juga Pastinya