kazhuueuill
IndoForum Senior E
- No. Urut
- 298172
- Sejak
- 13 Agt 2025
- Pesan
- 3.990
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 38
Bulan Ramadan selalu membawa suasana khas: masjid ramai, sajadah berjejer, dan lantunan doa tarawih yang syahdu. Tapi bagaimana kalau suatu malam kita tidak bisa ikut tarawih di masjid? Entah karena hujan deras, badan kurang fit, atau memang lebih nyaman shalat di rumah. Pertanyaan yang sering muncul: bolehkah tarawih 11 rakaat dikerjakan sendiri di rumah?
Jawabannya: tentu saja bisa. Bahkan Rasulullah SAW sendiri lebih sering shalat malam di rumah. Tarawih bukan soal keramaian, tapi soal niat dan kekhusyukan.
Asal-Usul Shalat Tarawih
Shalat tarawih adalah shalat sunnah yang hanya dikerjakan di bulan Ramadan. Kata "tarawih" sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti "istirahat," karena memang dilakukan dengan jeda setiap empat rakaat.Rasulullah SAW pada awalnya shalat tarawih bersama para sahabat di masjid. Namun, beliau kemudian lebih sering melakukannya di rumah agar tidak memberatkan umat. Dari sinilah muncul kebiasaan, sebagian orang memilih tarawih berjamaah di masjid, sebagian lagi lebih nyaman melakukannya sendiri.
Kenapa 11 Rakaat?
Mungkin kamu pernah dengar ada tarawih 8 rakaat, ada juga yang 20 rakaat. Mana yang benar?Sebenarnya, jumlah rakaat tarawih tidak kaku. Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW mengerjakan shalat malam (termasuk tarawih) sebanyak 11 rakaat, termasuk witir. Namun di masa Khalifah Umar bin Khattab, tarawih berjamaah dilakukan 20 rakaat untuk memudahkan pembagian bacaan Al-Qur’an.
Artinya, kalau kamu shalat tarawih 11 rakaat sendiri di rumah, itu tetap sesuai sunnah.
Cara Praktis Tarawih Sendiri di Rumah
Kalau kamu ingin mencoba tarawih 11 rakaat di rumah, berikut urutan sederhananya:- Niat shalat tarawih.
- Shalat 2 rakaat dengan salam, diulang sebanyak 8 rakaat.
- Setelah itu, shalat witir 3 rakaat (bisa 2 rakaat salam, lalu 1 rakaat salam).
Mudah kan? Tidak perlu khawatir harus panjang-panjang bacaan. Bahkan kalau hanya mampu membaca surat pendek seperti Al-Ikhlas atau Al-Falaq, itu sudah cukup.
Kelebihan Shalat Tarawih di Rumah
- Lebih fleksibel. Tidak perlu terburu-buru mengejar iqamah di masjid.
- Khusyuk sesuai ritme sendiri. Mau membaca surat panjang atau pendek, semuanya bebas.
- Momen pribadi dengan Allah. Kadang shalat sendirian membuat kita lebih jujur dan tenang dalam berdoa.
Insight untuk Kita
Menariknya, tarawih bukan sekadar soal jumlah rakaat. Yang lebih penting adalah kualitas ibadah dan konsistensi. Tidak masalah tarawih di masjid, di rumah, 11 rakaat, atau 20 rakaat—semua punya dasar dan keutamaan.Coba tanya diri sendiri: bagaimana caranya agar tarawih tahun ini lebih bermakna? Apakah dengan memperpanjang doa, menambah kekhusyukan, atau menjaga agar tetap istiqamah sampai akhir Ramadan?
Penutup
Tarawih 11 rakaat sendiri di rumah bukan hanya boleh, tapi juga bisa jadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan lebih intim. Ingat, ibadah itu bukan perlombaan jumlah, melainkan tentang hati yang hadir.Kalau ingin memahami lebih detail tentang tarawih 11 rakaat sendiri di rumah, kamu bisa baca pembahasan lengkapnya di sini: tarawih 11 rakaat sendiri bisa dilakukan di rumah.