• Saat ini anda mengakses IndoForum sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi anggota IndoForum. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk melakukan tanya-jawab, mengirim pesan teks, mengikuti polling dan menggunakan feature-feature lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis.
    Silahkan daftar dan validasi email anda untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang benar dan cek email anda setelah daftar untuk validasi.
  • Tips kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19:
    • Cuci tangan kamu sesering mungkin;
    • Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter;
    • Minimalkan kegiatan di luar ruangan.
    Stay safe in your bubble!

Tanya Psikolog Apabila Anda Selalu Marah

jennywijaya

IndoForum Newbie D
No. Urut
288379
Sejak
10 Nov 2020
Pesan
70
Nilai reaksi
0
Poin
6

Setiap orang pasti pernah marah. Intensitas rasa marah tersebut bervariasi, mulai dari rasa jengkel hingga mengamuk. Merupakan suatu hal yang normal dan sehat untuk merasa marah sebagai respon terhadap situasi tertentu dari waktu ke waktu. Akan tetapi, terkadang, beberapa orang mengalami kemarahan yang tidak terkontrol meskipun apa yang menjadi pemicu tersebut merupakan hal kecil. Dalam kasus ini, rasa marah tersebut bukanlah sebuah emosi normal dan merupakan gangguan kesehatan mental yang perlu ditangani. Tanya psikolog seputar kondisi Anda. Ia akan membantu membuat diagnosa dan merekomendasikan perawatan cara menghadapi rasa marah tidak terkontrol tersebut.

Penyebab dan pemicu
Rasa marah dapat disebabkan oleh banyak sumber. Beberapa pemicu marah yang paling sering dijumpai di antaranya adalah:
  • Masalah personal, misalnya masalah di kantor dan hubungan percintaan
  • Masalah yang disebabkan oleh orang lain, misalnya tiba-tiba membatalkan rencana perjalan
  • Kejadian umum, seperti terjebak di kemacetan lalu lintas yang parah atau kecelakaan mobil
  • Ingatan seputar kejadian masa lalu yang traumatis atau membuat marah
Dalam kasus lain, gangguan marah dapat disebabkan karena trauma atau kejadian di masa lalu seseorang yang telah membentuk kepribadian mereka. Dalam kasus lain, perubahan hormon dan gangguan mental juga dapat menyebabkan rasa marah. Untuk tahu diagnosa yang tepat, tanya psikolog tentang kondisi yang Anda miliki.

Beberapa gejala yang menunjukkan rasa marah Anda bukanlah sebuah respon emosi yang normal diantaranya adalah rasa marah Anda mempengaruhi hubungan dan kehidupan sosial, perasaan yang perlu Anda harus simpan dan tahan saat marah, pikiran negatif konstan dan terus berfokus pada pengalaman negatif, mudah kesal dan tidak sabaran, sering berdebat dengan orang lain dan menjadi lebih marah pada prosesnya, berperilaku kasar saat marah, mengancam kekerasan pada orang lain atau benda-benda yang mereka miliki, ketidakmampuan dalam mengontrol kemarahan, dan menjauhi situasi tertentu karena Anda cemas atau depresi tentang rasa marah yang dapat kambuh.

Tenaga medis profesional dapat bantu atasi kemarahan
Anda bisa tanya psikolog atau psikiater tentang rekomendasi pencegahan atau cara-cara dalam mengontrol kemarahan. Terapi bicara dan kelas manajemen kemarahan dapat membantu. Sesi manajemen kemarahan dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung atau online. Manajemen kemarahan juga dapat Anda pelajari sendiri lewat buku. Manajemen kemarahan dapat mengajarkan Anda tentang bagaimana mengidentifikasi frustasi lebih dini untuk kemudian mengatasinya. Adapun caranya melibatkan memberitahu orang lain, mengetahui apa yang Anda butuhkan, dalam waktu bersamaan tetap tenang dan dapat mengontrol situasi (alih-alih menjadi marah-marah tidak terkendali).

Sesi tersebut dapat Anda lakukan sendiri atau dengan pembimbing, atau dengan pembimbing yang ditemani dengan pasangan atau dalam kelompok khusus. Tipe, lama durasi, dan jumlah sesi akan tergantung pada jenis program dan kebutuhan pribadi individu. Jenis bimbingan seperti ini dapat memakan waktu singkat atau membutuhkan waktu beberapa minggu hingga bulan. Tanya psikolog atau psikiater tentang berapa lama sesi akan berlangsung berdasarkan kebutuhan Anda. Saat Anda memulai sesi, pembimbing akan membantu mengidentifikasi pemicu kemarahan dan membaca tubuh dan emosi Anda guna mencari tanda-tanda kemarahan. Mengetahui tanda-tanda peringatan tersebut merupakan tahapan yang dibutuhkan dalam membantu mengontrol kemarahan. Setelah itu, Anda akan belajar seputar keterampilan perilaku dan cara berpikir yang dapat membantu Anda mengatasi kemarahan. Jika Anda memiliki gangguan kesehatan mental yang menyebabkan kemarahan, pembimbing juga akan membantu mengatasinya, membuat Anda lebih mudah dalam mengontrol emosi dan kemarahan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Atas.