• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tantangan Ralf Rangnick semakin berat

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
13.693
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Tantangan Ralf Rangnick semakin berat.

Tantangan Ralf Rangnick semakin berat


Manajer sementara Manchester United Ralf Rangnick setelah pertandingan Liga Inggris antara Manchester United & Wolverhampton Wanderers di Old Trafford, Manchester, Inggris, 3 Januari 2022. (REUTERS/PHIL NOBLE)

Jakarta (ANTARA) - Apa sebenarnya yg terjadi pada Manchester United? Mereka sudah punya salah satu pesepak bola terhebat sepanjang masa, Cristiano Ronaldo, belum lagi Jadon Sancho, Bruno Fernandes & Raphael Varane.

Mereka sudah gonta ganti pelatih hebat seperti Jose Mourinho & Louis van Gaal serta kini Ralf Rangnick sang arsitek gegenpressing yang diadopsi Juergen Klopp & Thomas Tuchel. Tetap saja melempem & sama tidak konsistennya dengan sebelum-sebelumnya.

Bahkan pendukung mereka sudah tak sabar lagi hingga-hingga meninggalkan kebiasaan mereka tak mencerca pelatih apa pun hasil pertandingan regu kesayangan mereka.

Baca juga: Shaw pertanyakan kekompakan MU, Rangnick bela putusan tarik Greenwood

Hal langka terjadi manakala United menyerah 0-1 di kandang sendiri kepada Wolverhampton Wanderers, Selasa dini hari lalu.

Sebelum ini pendukung Setan Merah tak pernah mencemooh pelatih-pelatihnya. Tidak kepada Ole Gunnar Solskjaer, tidak pula kepada Jose Mourinho.

Tetapi kini mereka mengeluarkan umpatan "huu" kepada kepada Ralf Rangnick saat pertandingan di Old Trafford melawan Wolves itu.

Mereka kecewa Rangnick malah menarik Mason Greenwood pada menit ke-60, padahal menurut mereka pemain muda ini tampil relatif bagus dalam pertandingan di mana United memang bermain membosankan & jadi pihak yg ditekan justru di kandangnya sendiri.

Umpatan itu tidak cuma kritik kepada Rangnick, namun lebih luas lagi mencerminkan kekhawatiran mereka kepada terus menurunnya kualitas permainan Setan Merah sejak dilatih Rangnick padahal dia semestinya memulihkan kinerja buruk United di bawah Solskjaer pada masa-masa terakhirnya.

Kekecewaan itu membesar ketika fakta untuk perdana kalinya dalam kurun 40 tahun terakhir United takluk di Old Trafford kepada Wolves.

Sungguh keadaan yg tidak masuk akal, sekalipun Rangnick baru memimpin lima pertandingan liga & ini juga kekalahan pertamanya bersama United.

Tetapi di luar setengah jam perdana debut dia memimpin United melawan Crystal Palace beberapa waktu lalu, kenyataannya belum ada petunjuk MU sudah memainkan sepak bola penuh energi & menekan seperti pernah diracik Rangnick dalam tim-tim Bundesliga Jerman.

Lihat lagi saja laga melawan Wolves itu. Man United jadi regu yg kebingungan menerapkan taktiknya. Mereka bermain tak terarah, selain juga tek bersemangat.



Taktik Rangnick dikritik

Media massa Inggris termasuk BBC justru memuji bek tengah Phil Jones yg bersama kiper David de Gea jadi dua pemain yg tampil bagus di tengah buruknya keseluruhan skuad. Padahal Jones baru tampil lagi setelah dua tahun absen membela Setan Merah karena cedera & operasi.

Luke Shaw, bek kiri mereka, pun dibuat kesal dengan berserapah bahwa timnya tidak kompak & tidak bersemangat, sementara mantan bintang Liga Inggris yg kini pengamat BBC & talkSPORT, Micky Gray, menyebut pemain-pemain MU bermain buruk sekali.

Gray hingga berkata, "Anda tak dapat melatih pemain yg tak mau dilatih. Itu yg saya lihat dari pemain-pemain Man United saat ini."

Legenda Liverpool Jamie Redknapp mengamini Gray. Kepada Sky Sports, Redknapp mengkritik keputusan Rangnick memaksakan strategi 4-2-2-2 padahal dia tidak dibekali oleh amunisi yg tepat.

"Taktik tak akan jalan kalau Anda tak punya pemain yg tepat. Anda mesti memainkan sistem yg tepat," mengatakan Redknapp.

Rangnick sportif. Dia mengakui regu asuhannya memang tampil buruk & tuna energi. Tetapi dia harus segera menyadari bahwa kondisi ini tak boleh terus terjadi, apalagi manajemen klub ini berharap dia menciptakan kesinambungan dalam timnya.

MU berharap mantan arsitek di balik RB Leipzig di Jerman itu dapat mengembangkan pemain muda yg sebelum ini sudah menolong Solskjaer mencapai sukses sebelum terkapar karena hasil buruk dalam laga-laga terakhir.

Namun kesinambungan itu sulit terpenuhi karena rombongan pembantu Solksjaer ramai-ramai eksodus begitu Rangnick memulai hari pertamanya memimpin Man United.

Rangnick tadinya berharap Michael Carrick bertahan, tetapi mantan pemain yg sempat jadi manajer sementara usai Solksjaer dipecat itu mengundurkan diri tepat pada hari Rangnick memimpin skuad Setan Merah.

Carrick bukan yg terakhir karena pelatih regu utama Kieran McKenna juga pergi, dengan alasan tertarik melatih klub divisi tiga Ipswich Town. McKenna pergi sambil memboyong Martyn Pert untuk dijadikan asisten pelatihnya di Ipswich.

Rangnick sendiri, yg membawa mantan pelatih New York Red Bulls Amerika Chris Armas untuk membantunya, diserahi tanggung jawab memimpin Setan Merah hingga musim ini selesai.

Namun dia juga sudah diserahi tanggung jawab jangka panjang jadi konsultan klub yg akan terlibat dalam pengambilan keputusan mengenai manajer MU selanjutnya.

Baca juga: Rangnick alami kekalahan perdana saat MU dipermalukan Wolves 0-1

Seharusnya tak mustahil

Meskipun dia sempat berseloroh mungkin pada akhirnya akan merekomendasikan dirinya sendiri guna jadi pelatih tetap MU, manajemen Setan Merah sebenarnya lebih terpincut pengalaman Rangnick sebagai direktur sepak bola, menciptakan sistem latihan yg tepat & struktur terkait performa skuad.

Celakanya, andai masa Rangnick sebagai manajer sementara malah merusak hubungannya dengan penggemar & juga reputasinya sendiri dalam bagaimana sepak bola dimainkan, maka peran lebih luasnya sebagai orang di belakang layar United pun terancam, termasuk kesempatan dalam menentukan pelatih berikutnya Man United.

Rangnick harus tahu bahwa yg disorot dari kegagalan Mourinho & Solskjaer serta kini pada awal kepelatihan dia, adalah bahwa skuad United mesti dirombak dengan memberikan tempat lapang kepada bakat-bakat lebih baik & muda, sembari menyingkirkan pemain senior atau yg tampil di bawah standard.

Selama ini pula rekrutmen pemain yg dilakukan MU dikritik oleh banyak orang karena gagal mentransformasi regu padahal dana sudah dikeluarkan begitu besar. Peluang-peluang pun akhirnya sirna entah ke mana.

Situasi seperti ini pasti membutuhkan perhatian Rangnick. Dia harus mengambil pendekatan lebih cerdas & lebih efisien untuk mengubah atmosfer atau bahkan kultur sepak bola Setan Merah.

Bahaya terbesar yg dihadapi United adalah seandainya masalah skuad, rekrutmen pemain & struktur klub tetap saja tak dapat diselesaikan, maka manajer berikutnya akan terpaksa terus saja menangani masalah sama yg sudah menciptakan tiga pelatih sebelum Rangnick terpental tanpa ada koreksi dalam klub.

Baca juga: Ralf Rangnick minta Edinson Cavani bertahan di Manchester United

Lagi pula apakah orang-orang seperti pelatih Paris St Germain Mauricio Pochettino & manajer Ajax Amsterdam Erik ten Hag yg disebut-sebut calon terkuat jadi pelatih permanen United, mau mengambil risiko dengan mengulangi kekecewaan sama seperti dialami Solskjaer, Mourinho & Louis van Gaal?

Seharusnya pula sudah dapat ditangkap apa pesan di balik keputusan pelatih muda kaliber tinggi seperti McKenna yg lebih memilih meninggalkan klub bergengsi seperti MU cuma demi melatih sebuah klub divisi tiga.

McKenna mungkin saja kecewa kepada manajemen United, tetapi dia juga mungkin merasakan apa yg disebut Micky Gray di atas, "buat apa melatih pemain yg tak mau dilatih."

Tugas manajer klub sepak bola di Inggris kerap disebut sebagai posisi yg mustahil karena ekspektasi begitu tinggi kerap tak sesuai dengan realitas objektif yg dihadapi pelatih.

Namun, mengutip analisis Reuters, kalau melihat sumber daya akbar yg dimiliki Man United maka tugas mengembalikan Setan Merah sebagai regu calon pemenang seperti Manchester City, Liverpool & Chelsea semestinya bukan pekerjaan yg mustahil.

Tetapi sudah pasti ini area yg mesti dijawab Rangnick. Apakah dia mesti pragmatis kepada keadaan saat ini atau merasa kini waktunya merombak total Setan Merah. Dia berpacu dengan waktu, cuma lima bulan.

Baca juga: Jorge Mendes bantah isu Ronaldo tidak bahagia di Manchester United

Berita diatas dikutip dari internet, jika Tantangan Ralf Rangnick semakin berat adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.