facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 96
- Poin
- 48
Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merevitalisasi 18 terminal bus diyakini bakal menuai perlawanan dari penghuni terminal. Karenanya, langkah antisipasi menjadi "paket" dari rencana penataan itu. Antisipasi lain juga disiapkan untuk mengatasi dampak dari pembangunan terhadap lalu lintas di sekitar terminal.
Penentangan, seperti pada penataan lain, diperkirakan datang dari mereka yang selama ini "mendapat keuntungan". Dari pedagang kaki lima dan para pengasong, misalnya. Bahkan, diperkirakan kalangan ini akan menjadi penentang penataan paling keras.
"Kami (akan) ubah mindset-nya. Kalau selama ini (barang dagangan PKL) kualitas jalanan, sekarang nggak boleh lagi, harus ada mutu," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono, Senin (9/9/2013), tentang strategi menghadapi perlawanan para PKL. Menurut dia, bagi para pedagang itu yang diperlukan adalah penjelasan.
Pristono menjanjikan terminal dengan konsep baru tetap akan mengakomodasi para pedagang. Namun, ujar dia, akan ada semacam seleksi kepada para pedagang untuk dapat kembali berdagang di terminal "versi" baru. "Hanya pedagang yang memiliki komitmen menjaga mutu yang akan bertahan," kata dia.
Selain PKL, Pristono memperkirakan penentangan akan datang dari para calo dan pencari nafkah lain di terminal, seperti tukang parkir ilegal dan preman. "Pasti ada perlawanan dari mereka. Tapi mau tak mau harus kita tertibkan yang melanggar," ujar Pristono.
Membangun tanpa mengganggu
Revitalisasi 18 terminal rencananya akan dimulai di awal 2014. Saat ini tahapan lelang sudah digelar. Targetnya, proyek senilai Rp 1,7 triliun teresbut akan rampung digarap dalam dua tahun, dan mulai beroperasi pada 2016.
Untuk meminimalkan dampak pembangunan ke lingkungan di sekitar terminal yang direvitalisasi, termasuk kemacetan, Pristono mengaku telah menyiapkan konsep traffic management costruction. "Itu rencana lalu lintas saat pembangunan. Jadi walau dibangun lalu lintasnya tetap berjalan biasa," ujarnya.
Terminal Kampung Rambutan, misalnya, akan memanfaatkan lahan kosong di dekat terminal yang ada sekarang sebagai terminal sementara selama pembangunan terminal baru. Untuk terminal lain, akan disiapkan pula solusi-solusi sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
Adapun 18 terminal yang akan direvitalisasi adalah:
"Kami (akan) ubah mindset-nya. Kalau selama ini (barang dagangan PKL) kualitas jalanan, sekarang nggak boleh lagi, harus ada mutu," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono, Senin (9/9/2013), tentang strategi menghadapi perlawanan para PKL. Menurut dia, bagi para pedagang itu yang diperlukan adalah penjelasan.
Pristono menjanjikan terminal dengan konsep baru tetap akan mengakomodasi para pedagang. Namun, ujar dia, akan ada semacam seleksi kepada para pedagang untuk dapat kembali berdagang di terminal "versi" baru. "Hanya pedagang yang memiliki komitmen menjaga mutu yang akan bertahan," kata dia.
Selain PKL, Pristono memperkirakan penentangan akan datang dari para calo dan pencari nafkah lain di terminal, seperti tukang parkir ilegal dan preman. "Pasti ada perlawanan dari mereka. Tapi mau tak mau harus kita tertibkan yang melanggar," ujar Pristono.
Membangun tanpa mengganggu
Revitalisasi 18 terminal rencananya akan dimulai di awal 2014. Saat ini tahapan lelang sudah digelar. Targetnya, proyek senilai Rp 1,7 triliun teresbut akan rampung digarap dalam dua tahun, dan mulai beroperasi pada 2016.
Untuk meminimalkan dampak pembangunan ke lingkungan di sekitar terminal yang direvitalisasi, termasuk kemacetan, Pristono mengaku telah menyiapkan konsep traffic management costruction. "Itu rencana lalu lintas saat pembangunan. Jadi walau dibangun lalu lintasnya tetap berjalan biasa," ujarnya.
Terminal Kampung Rambutan, misalnya, akan memanfaatkan lahan kosong di dekat terminal yang ada sekarang sebagai terminal sementara selama pembangunan terminal baru. Untuk terminal lain, akan disiapkan pula solusi-solusi sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
Adapun 18 terminal yang akan direvitalisasi adalah:
1. Terminal Pulogadung
2. Terminal Rawamangun
3. Terminal Kampung Rambutan
4. Terminal Cililitan
5. Terminal Kampung Melayu
6. Terminal Pinang Ranti
7. Terminal Klender
8. Terminal Senen
9. Terminal Kota Jakarta
10. Terminal Ragunan
11. Terminal Pasar Minggu
12. Terminal Lebak Bulus
13. Terminal Kalideres
14. Terminal Tanjung Priok
15. Terminal Muara Angke
16. Terminal Grogol
17. Terminal Blok M
18. Terminal Manggarai
2. Terminal Rawamangun
3. Terminal Kampung Rambutan
4. Terminal Cililitan
5. Terminal Kampung Melayu
6. Terminal Pinang Ranti
7. Terminal Klender
8. Terminal Senen
9. Terminal Kota Jakarta
10. Terminal Ragunan
11. Terminal Pasar Minggu
12. Terminal Lebak Bulus
13. Terminal Kalideres
14. Terminal Tanjung Priok
15. Terminal Muara Angke
16. Terminal Grogol
17. Terminal Blok M
18. Terminal Manggarai