• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tanpa Kata-kata

erica_aur

IndoForum Junior A
No. Urut
5603
Sejak
26 Agt 2006
Pesan
2.937
Nilai reaksi
211
Poin
63
Tanpa Kata-kata

Kira-kira satu - dua abad yang lalu, Paus memutuskan
bahwa seluruh Yahudi harus meninggalkan Roma, yang
tentu saja kemudian menimbulkan keresahan dan
penolakan dari bangsa Yahudi tersebut.

Kemudian Paus menawarkan untuk mengadakan debat
religius dengan seorang anggota komunitas Yahudi, yang
mana jika orang Yahudi pilihan tersebut menang, maka
bangsa Yahudi boleh tetap tinggal di Roma. Sebaliknya,
jika Paus yang menang, maka bangsa Yahudi harus segera
meninggalkan Roma.

Bangsa Yahudi sadar, bahwa mereka tidak punya pilihan
lain. Lalu mereka kemudian memilih seorang pemuda yang
bernama Moishe sebagai calon dari pihak Yahudi. Moishe
kemudian mengajukan syarat, dimana, agar lebih
menarik, debat dilakukan tanpa berkata-kata.

Paus kemudian menyetujui persyaratan tersebut, lalu
pertandingan pun dimulai. Pada saat debat dimulai,
Moishe dan Paus duduk saling berhadapan. Setelah
kira-kira berjalan satu menit, Paus kemudian
mengangkat tangannya dan menunjukkan tiga jari.

Moishe memandang sebentar kepada Paus lalu kemudian
menunjukkan satu jarinya. Paus kemudian membentuk
lingkaran dengan jarinya di atas kepalanya. Moishe
membalas dengan menunjuk ke tanah. Paus lalu
mengeluarkan sebuah wafer dan segelas anggur. Dimana
kemudian Moishe membalas dengan mengeluarkan sebutir
apel.

Paus kemudian berdiri dan berkata ,"Saya menyerah
kalah. Orang ini terlalu tangguh. Bangsa Yahudi boleh
tinggal." Satu jam kemudian, Kardinal sibuk menanyai
Paus atas apa yang telah terjadi.

Paus menjawab, "Pertama, aku mengangkat tiga jari ku
sebagai lambang trinitas. Dia merespon dengan
mengangkat satu jarinya untuk mengingatkanku bahwa
tetap hanya ada satu Tuhan untuk kedua agama kami.
Kemudian aku membentuk lingkaran disekelilingku yang
menunjukkan bahwa Tuhan ada di sekitar kita. Dia
membalasnya dengan menunjuk ke tanah dan menunjukkan
bahwa Tuhan juga sekarang ada bersama kita.

Aku mengeluarkan sebuah wafer dan segelas anggur
menunjukkan bahwa Tuhan akan menebus dosa-dosa kita.
Dia kemudian mengeluarkan sebutir apel untuk
mengingatkanku akan dosa awal umat manusia. Dia
memiliki jawaban atas segalanya. Apa yang dapat aku
lakukan ?"

Sementara itu, bangsa Yahudi sibuk mengelilingi
moishe.
"Apa yang terjadi? " tanya mereka. "Well," kata
Moishe. "Pertama dia mengatakan padaku bahwa bangsa
Yahudi memiliki 3 hari untuk pergi dari sini. Aku
katakan padanya bahwa tidak satu orang pun dari kita
yang akan pergi.

Kemudian dia mengatakan padaku bahwa seluruh kotaakan
dibersihkan dari bangsa Yahudi. Kemudian aku tegaskan
kepada mereka bahwa kita akan tetap tinggal disini."
"Ya, ya,.. lalu ? "tanya mereka. "Aku tidak tahu,"
kata Moishe. "Dia mengeluarkan bekalnya dan aku pun
mengeluarkan bekalku."
 
BWakwkawkwkakwka keduanya sama2 ga mudeng =))
 
wakakakakakak... jadi cm salah pengertian donk.. =)) asleee.. kocak"..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.