Creationz
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 6396
- Sejak
- 10 Sep 2006
- Pesan
- 1.516
- Nilai reaksi
- 261
- Poin
- 83
JAKARTA, KOMPAS--Virus chikungunya semakin banyak menyerang warga di tujuh kelurahan di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk itu muncul selain akibat lingkungan kumuh, juga lemahnya daya tahan tubuh akibat asupan gizi yang tidak memadai.
Kepala Puskesmas Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Lingkan ARW, Senin di Jakarta mengatakan, pihaknya mulai melakukan pengasapan Selasa besok. “Pengasapan akan dimulai dari RW 06 dan RW 07 di Kelurahan Warakas,” katanya.
Kasus ini paling banyak terjadi di wilayah Warakas. Lingkan menjelaskan, sebenarnya virus itu secara sporadis sudah menyerang warga di wilayah pelayanannya sejak awal tahun. “Namun tidak sebanyak sekarang ini,” katanya.
“Warga tidak perlu terlalu risau, virus akibat gigitan nyamuk itu tidak menyebabkan kelumpuhan, dan kematian. Meski demikian, harus tetap diantisipasi atau dicegah,” katanya.
Lingkan mengatakan, banyak warga yang datang berobat ke puskesmas, baik pada 13 puskesmas kelurahan, maupun di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok di Kebon Bawang. “Penyebabnya, selain lingkungan kumuh juga karena kondisi daya tahan tubuh yang lemah,” katanya.
Kepala Puskesmas Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Lingkan ARW, Senin di Jakarta mengatakan, pihaknya mulai melakukan pengasapan Selasa besok. “Pengasapan akan dimulai dari RW 06 dan RW 07 di Kelurahan Warakas,” katanya.
Kasus ini paling banyak terjadi di wilayah Warakas. Lingkan menjelaskan, sebenarnya virus itu secara sporadis sudah menyerang warga di wilayah pelayanannya sejak awal tahun. “Namun tidak sebanyak sekarang ini,” katanya.
“Warga tidak perlu terlalu risau, virus akibat gigitan nyamuk itu tidak menyebabkan kelumpuhan, dan kematian. Meski demikian, harus tetap diantisipasi atau dicegah,” katanya.
Lingkan mengatakan, banyak warga yang datang berobat ke puskesmas, baik pada 13 puskesmas kelurahan, maupun di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok di Kebon Bawang. “Penyebabnya, selain lingkungan kumuh juga karena kondisi daya tahan tubuh yang lemah,” katanya.