Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.119
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Tangga pertama menuju puncak Garuda mendunia.
Pesepak bola timnas Indonesia Asnawi Mangkualam (atas) berusaha melewati hadangan pesepak bola timnas Brunei Mohammad Hirzi (bawah) dalam pertandingan leg 1 kualifikasi Piala Dunia 2026 babak perdana zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2023). Indonesia menang atas Brunei dengan skor 6-0. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Spt.
Jakarta (ANTARA) - Tangga perdana menuju panggung Piala Dunia 2026 dilalui Tim Nasional (Timnas) sepak bola Indonesia dengan kemenangan setengah lusin gol atas Brunei Darussalam.
Skor 6-0 lewat gol Dimas Drajad (7’, 72’, 90+2’), Ramadhan Sananta (63’, 67’), & Rizky Ridho (12’) pada leg perdana kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde perdana melawan Brunei Darussalam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (12/10), mempermudah jalan Indonesia lolos ronde kedua.
Enam gol ada di genggaman, tapj rivalitas dengan Brunei belum sepenuhnya usai karena masih ada satu laga yg akan dimainkan di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei, Selasa (17/10).
Namun, kemenangan enam gol ini, adalah pertanda manis & sebuah asa tersendiri untuk melenggang ke puncak tertinggi dari tangga-tangga panjang yg akan dilalui, menuju Piala Dunia 2026.
Harapan itu terus hidup. Pasalnya, ajang Piala Dunia yg nantinya bakal digelar di Amerika Serikat, Kanada, & Meksiko itu bakal menambah jumlah peserta yg sedianya diikuti 32 negara jadi 48 negara peserta.
Penambahan jumlah negara peserta ini menciptakan semua benua mendapatkan jatah tambahan, termasuk benua Asia yg biasanya mengirim 4,5 perwakilan kali ini akan mengirim 8,5 negara perwakilan. Jumlah ini berarti delapan negara Asia akan lolos otomatis & satu negara dapat lolos melalui inter-confederation play-off.
Memulai kualifikasi dari ronde pertama, Indonesia akan melanjutkan ke ronde kedua kalau lolos & akan bergabung bersama Irak, Vietnam, & Filipina di Grup F ronde kedua yg seluruh laganya akan dimainkan pada November, Maret 2024, & Juni 2024. Pada ronde ini, ada 36 regu yg terbagi untuk sembilan grup.
Hanya Irak yg sangat jauh dari jangkauan mata karena negara yg ada di Timur Tengah itu ada di peringkat 69 dunia. Dua negara lainnya, Vietnam & Filipina, yg ada di peringkat ke-95 & ke-132 dunia sering ditemui Indonesia di ajang Piala AFF atau dapat dibilang, regu Garuda sudah mengantongi gaya permainan untuk mengalahkan kedua negara Asia Tenggara itu.
Bertanding dengan format lomba penuh pada ronde kedua, Indonesia wajib mengamankan posisi dua teratas untuk lolos ke ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dimana di sana pintu Piala Dunia semakin terlihat mata.
Pada ronde ketiga, 18 regu dari pemenang grup & runner up ronde kedua akan turut serta dengan dibagi jadi tiga grup yg diisi masing-masing enam negara. Sama seperti ronde kedua, pada ronde ketiga, format lomba dimainkan dengan sistem lomba penuh. Nantinya, di ronde ini dua teratas, pemenang grup & runner-up akan lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Jalan belum usai kalau suatu negara yg gagal menempati pemenang grup & runner-up pada ronde ketiga karena enam regu peringkat tiga & empat setiap grup akan masuk ke ronde keempat untuk memainkan laga dengan dibagi jadi dua grup (masing-masing grup ada tiga tim). Laga di ronde keempat ini cuma dimainkan sekali di tempat netral & pemenang grup otomatis lolos ke Piala Dunai 2026.
Tak berhenti disitu, runner-up di ronde keempat nantinya tidak langsung gugur karena keduanya akan saling berhadapan untuk kesempatan merasakan atmosfir bermain di Piala Dunia. Pemenang dari duel antar runner-up ronde keempat ini nantinya akan berduel di play-off inter-confederation untuk memperebutkan satu tiket tersisa.
Masih banyak tangga yg harus dilalui Garuda untuk menuju kancah sepak bola dunia. Namun, bukan berarti tidak dapat dilalui karena saat ini di bawah asuhan Shin Tae-yong, Indonesia menunjukkan tajinya sebagai regu yg menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir.
Ditunjuk sebagai pelatih pada Januari 2020 saat Indonesia ada di peringkat 173 dunia, pelatih asal Korea Selatan itu menyulap generasi yg bermain untuk Garuda diisi mayoritas pesepak bola muda.
Seperti halnya kata-kata terkenal dari mantan Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno yg berbunyi "Beri saya 1.000 orangtua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri saya 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia", Shin dengan kebijakan yg menuai pro & kontra publik terkait mengisi skuad timnas senior dengan pemain-pemain muda itu mengguncang prestasi sepak bola Tanah Air yg semula tidur lelap, kini sudah terbangun & menapaki arah yg semestinya.
Indonesia naik drastis dari peringkat 173 dunia jadi 147 dunia per 21 September 2023. Tak cuma itu, di bawah Shin, tiga level timnas Indonesia (U-20, U-23, senior) di bawa lolos ke Piala Asia.
Artinya mimpi tampil di Piala Dunia itu ada. Nyala kobaran api dari asa ratusan juta penduduk Indonesia masih hidup & mungkin saja akan terus berkobar selama Merah Putih dipimpin pelatih kelahiran 11 Oktober 1970 itu.
Selalu gagal melangkah lebih jauh pada kualifikasi Piala Dunia tiga edisi terakhir (2014, 2018, 2022) bahkan edisi 2018 tidak turun satu laga pun karena terkena sanksi FIFA yg dijatuhkan pada 30 Mei 2015 karena ada intervensi pemerintah, bukan tidak mungkin Piala Dunia 2026 nanti akan jadi pentas Garuda berlaga setelah sempat merasakan pentas akbar prestisius tersebut pada edisi 1938 yg kala itu masih bernama Hindia Belanda.
Baca juga: "Hat-trick" Dimas Drajad warnai pesta gol Indonesia ke gawang Brunei
Baca juga: Susunan pemain Indonesia: STY andalkan dua penyerang di lini depan
Berikutnya: Optimisme Shin Tae-yong
Optimisme Shin Tae-yong
Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong optimistis dapat membawa timnya melaju ke ronde kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Memainkan laga melawan Brunei Darussalam, negara peringkat 191 dunia pada ronde pertama, optimisme itu diusung Shin dengan berencana tidak memberi ampun pada regu asuhan Mario Rivera tersebut.
Ketika disinggung apakah akan mengerjakan rotasi, pelatih Korea Selatan mengatakan enggan mengerjakan rotasi & tetap akan menurunkan formasi terbaik untuk mencetak banyak gol pada leg pertama, begitu dikatakannya pada jumpa pers sebelum pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (11/10).
Dan benar, pada leg perdana dimana timnas Indonesia melumat Brunei Darussalam, pria Korea Selatan itu membuktikannya dengan tidak mengerjakan rotasi.
Nama-nama seperti Asnawi Mangkualam, Marc Klok, Rizky Ridho, hingga Dimas Drajad masih menghiasi starting line up. Bahkan, Shin menyusun strategi yg tidak seperti biasanya karena menurunkan tiga striker sekaligus sejak menit pertama, Dendy Sulistyawan, Dimas Drajad, & satu debutan baru Hokky Caraka.
Alhasil, kemenangan enam gol tanpa balas diraih, skor yg hampir sama dari kemenangan telak dari Brunei di Piala AFF 2022 Desember lalu.
Dan pada leg kedua yg akan dimainkan di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei, Selasa (17/10) mendatang, Shin mengusung misi yg sama. Bermain menyerang dengan menerapkan garis pressing lebih tinggi yg memungkinkan skor akbar kembali jadi hasil akhir leg kedua nanti.
"Dan begitu kami datang ke Brunei pun kami tidak akan fokus ke bertahan tetapi fokus ke menyerang walaupun kita cetak enam gol tadi, tetapi saya akan lebih lagi pressing di depan,” ucap Shin pada jumpa pers setelah laga melawan Brunei.
Kemenangan 6-0 semakin mempertegas bahwa Indonesia sering jadi raja ketika melawan Brunei Darussalam dari satu dekade terakhir, setelah sebelumnya menang 5-0 pada pertandingan uji coba tahun 2012, menang 4-0 pada pertandingan uji coba tahun 2017, & menenggelamkan Brunei dengan skor 7-0 pada pertandingan Piala AFF 2022.
Baca juga: STY nilai Indonesia semestinya main lebih baik saat cukur Brunei 6-0
Befikutnya: Erick minta Indonesia merendah
Berita diatas dikutip dari internet, jika Tangga pertama menuju puncak Garuda mendunia adalah spam, mohon beritahu kami.
Pesepak bola timnas Indonesia Asnawi Mangkualam (atas) berusaha melewati hadangan pesepak bola timnas Brunei Mohammad Hirzi (bawah) dalam pertandingan leg 1 kualifikasi Piala Dunia 2026 babak perdana zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2023). Indonesia menang atas Brunei dengan skor 6-0. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Spt.
Jakarta (ANTARA) - Tangga perdana menuju panggung Piala Dunia 2026 dilalui Tim Nasional (Timnas) sepak bola Indonesia dengan kemenangan setengah lusin gol atas Brunei Darussalam.
Skor 6-0 lewat gol Dimas Drajad (7’, 72’, 90+2’), Ramadhan Sananta (63’, 67’), & Rizky Ridho (12’) pada leg perdana kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde perdana melawan Brunei Darussalam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (12/10), mempermudah jalan Indonesia lolos ronde kedua.
Enam gol ada di genggaman, tapj rivalitas dengan Brunei belum sepenuhnya usai karena masih ada satu laga yg akan dimainkan di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei, Selasa (17/10).
Namun, kemenangan enam gol ini, adalah pertanda manis & sebuah asa tersendiri untuk melenggang ke puncak tertinggi dari tangga-tangga panjang yg akan dilalui, menuju Piala Dunia 2026.
Harapan itu terus hidup. Pasalnya, ajang Piala Dunia yg nantinya bakal digelar di Amerika Serikat, Kanada, & Meksiko itu bakal menambah jumlah peserta yg sedianya diikuti 32 negara jadi 48 negara peserta.
Penambahan jumlah negara peserta ini menciptakan semua benua mendapatkan jatah tambahan, termasuk benua Asia yg biasanya mengirim 4,5 perwakilan kali ini akan mengirim 8,5 negara perwakilan. Jumlah ini berarti delapan negara Asia akan lolos otomatis & satu negara dapat lolos melalui inter-confederation play-off.
Memulai kualifikasi dari ronde pertama, Indonesia akan melanjutkan ke ronde kedua kalau lolos & akan bergabung bersama Irak, Vietnam, & Filipina di Grup F ronde kedua yg seluruh laganya akan dimainkan pada November, Maret 2024, & Juni 2024. Pada ronde ini, ada 36 regu yg terbagi untuk sembilan grup.
Hanya Irak yg sangat jauh dari jangkauan mata karena negara yg ada di Timur Tengah itu ada di peringkat 69 dunia. Dua negara lainnya, Vietnam & Filipina, yg ada di peringkat ke-95 & ke-132 dunia sering ditemui Indonesia di ajang Piala AFF atau dapat dibilang, regu Garuda sudah mengantongi gaya permainan untuk mengalahkan kedua negara Asia Tenggara itu.
Bertanding dengan format lomba penuh pada ronde kedua, Indonesia wajib mengamankan posisi dua teratas untuk lolos ke ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dimana di sana pintu Piala Dunia semakin terlihat mata.
Pada ronde ketiga, 18 regu dari pemenang grup & runner up ronde kedua akan turut serta dengan dibagi jadi tiga grup yg diisi masing-masing enam negara. Sama seperti ronde kedua, pada ronde ketiga, format lomba dimainkan dengan sistem lomba penuh. Nantinya, di ronde ini dua teratas, pemenang grup & runner-up akan lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Jalan belum usai kalau suatu negara yg gagal menempati pemenang grup & runner-up pada ronde ketiga karena enam regu peringkat tiga & empat setiap grup akan masuk ke ronde keempat untuk memainkan laga dengan dibagi jadi dua grup (masing-masing grup ada tiga tim). Laga di ronde keempat ini cuma dimainkan sekali di tempat netral & pemenang grup otomatis lolos ke Piala Dunai 2026.
Tak berhenti disitu, runner-up di ronde keempat nantinya tidak langsung gugur karena keduanya akan saling berhadapan untuk kesempatan merasakan atmosfir bermain di Piala Dunia. Pemenang dari duel antar runner-up ronde keempat ini nantinya akan berduel di play-off inter-confederation untuk memperebutkan satu tiket tersisa.
Masih banyak tangga yg harus dilalui Garuda untuk menuju kancah sepak bola dunia. Namun, bukan berarti tidak dapat dilalui karena saat ini di bawah asuhan Shin Tae-yong, Indonesia menunjukkan tajinya sebagai regu yg menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir.
Ditunjuk sebagai pelatih pada Januari 2020 saat Indonesia ada di peringkat 173 dunia, pelatih asal Korea Selatan itu menyulap generasi yg bermain untuk Garuda diisi mayoritas pesepak bola muda.
Seperti halnya kata-kata terkenal dari mantan Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno yg berbunyi "Beri saya 1.000 orangtua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri saya 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia", Shin dengan kebijakan yg menuai pro & kontra publik terkait mengisi skuad timnas senior dengan pemain-pemain muda itu mengguncang prestasi sepak bola Tanah Air yg semula tidur lelap, kini sudah terbangun & menapaki arah yg semestinya.
Indonesia naik drastis dari peringkat 173 dunia jadi 147 dunia per 21 September 2023. Tak cuma itu, di bawah Shin, tiga level timnas Indonesia (U-20, U-23, senior) di bawa lolos ke Piala Asia.
Artinya mimpi tampil di Piala Dunia itu ada. Nyala kobaran api dari asa ratusan juta penduduk Indonesia masih hidup & mungkin saja akan terus berkobar selama Merah Putih dipimpin pelatih kelahiran 11 Oktober 1970 itu.
Selalu gagal melangkah lebih jauh pada kualifikasi Piala Dunia tiga edisi terakhir (2014, 2018, 2022) bahkan edisi 2018 tidak turun satu laga pun karena terkena sanksi FIFA yg dijatuhkan pada 30 Mei 2015 karena ada intervensi pemerintah, bukan tidak mungkin Piala Dunia 2026 nanti akan jadi pentas Garuda berlaga setelah sempat merasakan pentas akbar prestisius tersebut pada edisi 1938 yg kala itu masih bernama Hindia Belanda.
Baca juga: "Hat-trick" Dimas Drajad warnai pesta gol Indonesia ke gawang Brunei
Baca juga: Susunan pemain Indonesia: STY andalkan dua penyerang di lini depan
Berikutnya: Optimisme Shin Tae-yong
Optimisme Shin Tae-yong
Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong optimistis dapat membawa timnya melaju ke ronde kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Memainkan laga melawan Brunei Darussalam, negara peringkat 191 dunia pada ronde pertama, optimisme itu diusung Shin dengan berencana tidak memberi ampun pada regu asuhan Mario Rivera tersebut.
Ketika disinggung apakah akan mengerjakan rotasi, pelatih Korea Selatan mengatakan enggan mengerjakan rotasi & tetap akan menurunkan formasi terbaik untuk mencetak banyak gol pada leg pertama, begitu dikatakannya pada jumpa pers sebelum pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (11/10).
Dan benar, pada leg perdana dimana timnas Indonesia melumat Brunei Darussalam, pria Korea Selatan itu membuktikannya dengan tidak mengerjakan rotasi.
Nama-nama seperti Asnawi Mangkualam, Marc Klok, Rizky Ridho, hingga Dimas Drajad masih menghiasi starting line up. Bahkan, Shin menyusun strategi yg tidak seperti biasanya karena menurunkan tiga striker sekaligus sejak menit pertama, Dendy Sulistyawan, Dimas Drajad, & satu debutan baru Hokky Caraka.
Alhasil, kemenangan enam gol tanpa balas diraih, skor yg hampir sama dari kemenangan telak dari Brunei di Piala AFF 2022 Desember lalu.
Dan pada leg kedua yg akan dimainkan di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei, Selasa (17/10) mendatang, Shin mengusung misi yg sama. Bermain menyerang dengan menerapkan garis pressing lebih tinggi yg memungkinkan skor akbar kembali jadi hasil akhir leg kedua nanti.
"Dan begitu kami datang ke Brunei pun kami tidak akan fokus ke bertahan tetapi fokus ke menyerang walaupun kita cetak enam gol tadi, tetapi saya akan lebih lagi pressing di depan,” ucap Shin pada jumpa pers setelah laga melawan Brunei.
Kemenangan 6-0 semakin mempertegas bahwa Indonesia sering jadi raja ketika melawan Brunei Darussalam dari satu dekade terakhir, setelah sebelumnya menang 5-0 pada pertandingan uji coba tahun 2012, menang 4-0 pada pertandingan uji coba tahun 2017, & menenggelamkan Brunei dengan skor 7-0 pada pertandingan Piala AFF 2022.
Baca juga: STY nilai Indonesia semestinya main lebih baik saat cukur Brunei 6-0
Befikutnya: Erick minta Indonesia merendah
- 1
- 2
- Tampilkan Semua
Berita diatas dikutip dari internet, jika Tangga pertama menuju puncak Garuda mendunia adalah spam, mohon beritahu kami.