setan_kesepian
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 16729
- Sejak
- 6 Jun 2007
- Pesan
- 613
- Nilai reaksi
- 82
- Poin
- 28
Beberapa hari yg lalu, Ayah tiba2 pingsan didalam kamar mandi. Saya segera pulang kerumah untuk melihat keadaan Ayah. Untung Ayah tidak mengalami cidera yg serius. Saya bersikeras membawa Ayah ke rumah sakit untuk check up, diperjalanan saya takut Ayah pingsan lagi, jadi saya memegang tangan Ayah dan menuntun Ayah jalan kaki selangkah demi selangkah. Tiba ingatanku membawa saya kembali ke masa kecilku, saat itu Ayah yg memegang tanganku dan menuntun saya ketika jalan bersama Ayah.
Waktu kecil saya paling suka ketika Ayah dgn telapak tanganya yg besar menggenggam tanganku dan membawa saya jalan2 disore hari. Seingatku tangan Ayah sangat besar, jadi tanganku yg kecil bisa digengam dgn rapat oleh tangan Ayah yg besar, menuntunku melangkah kedepan. Saya jg ingat telapak tangan Ayah sangat lembut, hangat,….benar2 perasaan yg menyenangkan.
Anehnya skrg tangan Ayah tidak sebesar, dan tidak selembut dulu. Usia dan kerikil kehidupan menggoreskan bekas ditelapak tangan Ayah. Telapak tangan Ayah menjadi kasar dan ada kapalannya, setiap kapalan melambangkan kejadian masa lalu yg jauh, yg penuh kerja keras, suka duka, dan pengorbanan.
Saya baru sadar sudah lama sekali saya tidak memegang tangan Ayah. Satu hal yg tidak berubah dr tangan Ayah adalah tangan Ayah msh penuh kehangatan, kehangatan yg sama ketika wkt Ayah membawa saya jalan2 disore hari ketika saya msh kecil.
Kehangatan tangan Ayah membuatku merasakan kehidupan yg mengalir didlm Ayah, pengorbanan, suka duka yg telah dilalui Ayah.
Secara tidak sadar saya menggenggam erat tangan Ayah.
Papa, ijinkan saya terus memegang tanganmu, ijinkan saya menuntunmu, bersama kita melangkah kedepan seperti kau menuntunku wkt kecil….
/sob/sob
.....
..

Waktu kecil saya paling suka ketika Ayah dgn telapak tanganya yg besar menggenggam tanganku dan membawa saya jalan2 disore hari. Seingatku tangan Ayah sangat besar, jadi tanganku yg kecil bisa digengam dgn rapat oleh tangan Ayah yg besar, menuntunku melangkah kedepan. Saya jg ingat telapak tangan Ayah sangat lembut, hangat,….benar2 perasaan yg menyenangkan.
Anehnya skrg tangan Ayah tidak sebesar, dan tidak selembut dulu. Usia dan kerikil kehidupan menggoreskan bekas ditelapak tangan Ayah. Telapak tangan Ayah menjadi kasar dan ada kapalannya, setiap kapalan melambangkan kejadian masa lalu yg jauh, yg penuh kerja keras, suka duka, dan pengorbanan.
Saya baru sadar sudah lama sekali saya tidak memegang tangan Ayah. Satu hal yg tidak berubah dr tangan Ayah adalah tangan Ayah msh penuh kehangatan, kehangatan yg sama ketika wkt Ayah membawa saya jalan2 disore hari ketika saya msh kecil.
Kehangatan tangan Ayah membuatku merasakan kehidupan yg mengalir didlm Ayah, pengorbanan, suka duka yg telah dilalui Ayah.
Secara tidak sadar saya menggenggam erat tangan Ayah.
Papa, ijinkan saya terus memegang tanganmu, ijinkan saya menuntunmu, bersama kita melangkah kedepan seperti kau menuntunku wkt kecil….
/sob/sob
.....
..

