• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tanda-tanda Akun WhatsApp-mu Dihack & Cara Mengatasinya

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Aplikasi WhatsApp memang tidak diragukan lagi pentingnya saat ini, Aplikasi chatting terbesar didunia. Jadi, bukan tidak mungkin kalau hacker mencoba untuk meretas salah satu akun dari penggunanya. Alasan nya dapat bermacam-macam, dari bisnis hingga cuma untuk bersenang-senang. Ancaman peretasan akun ini akan sangat menganggu sekali bukan? Pasalnya, sudah banyak nomor ponsel yg terdaftar di WhatsApp belum lagi dengan aplikasi-aplikasi yg terhubung dengan WhatsApp seperti e-commerce, e-wallet dll. Bahkan, sudah pernah terjadi korban peretasan akun WhatsApp yg menimpa CEO Amazon, Jeff Bezos. Seorang hacker berhasil masuk ke ponsel pribadi milik sang miliarder tersebut.
Tanda-tanda Akun WhatsApp-mu Dihack & Cara Mengatasinya


Kalau dilihat-lihat, sebenarnya cukup serius sekali bukan permasalahannya karena memang banyak juga percakapan-percakapan penting atau bahkan privasi yg semestinya tidak boleh dilihat oleh beberapa orang yg bukan kepentingannya. Lalu, untuk menghindari berbagai ancaman tersebut bagaimana cara kita mengenali tanda-tandanya & bagaimana cara mengatasinya apabila sudah terlanjur di hack? Maka, thread ini akan memberikan rangkuman dari pertanyaan tersebut:

Tanda Pertama: Keluar dari akun dengan sendirinya
Salah satu sistem keamanan yg dibuat oleh WhatsApp adalah kita cuma dapat memakainya pada satu smartphone saja. Jadi ketika kita membuka akun WhatsApp di perangkat baru, akun yg ada di perangkat lama akan keluar secara otomatis.
Biasanya kalau ini terjadi, WhatsApp akan memberikan notifikasi yg mengatakan bahwa nomormu tidak lagi terdaftar di perangkat yg anda pakai. Ada dua opsi yg akan muncul, OK atau verifikasi. Maka anda amu harus memilih verifikasi supaya akunmu tidak diakses oleh orang lain.

Tanda Kedua: Online padahal tidak sedang membuka WhatsApp
Cara berikutnya untuk mengetahui peretasan pada WhatsApp mu adalah dengan melihat status anda dari akun lain. Coba matikan smartphone sementara kemudian pinjamlah smartphone teman untuk melihat profilmu. Pastikan juga anda tidak sedang mengakses WhatsApp Web. Jika statusmu saat itu Online, berarti ada orang lain yg sedang mengaksesnya.

Tanda Ketiga: Mendapatkan pesan mencurigakan
Salah satu teknik paling biasa yg dipakai hacker adalah phishing. Mereka mengerjakannya dengan cara mengirimkan pesan-pesan spam dengan tautan yg mencurigakan. Apabila anda mengklik tautan tersebut, akbar kemungkinan akunmu untuk diretas.

Tanda Keempat: Pesan yg baru masuk sudah terbaca
Tanda berikutnya adalah pesan-pesan yg baru diterima oleh ponselmu sudah terbaca padahal anda belum membuka pesan tsb sama sekali. Untuk memastikannya, anda dapat tanya pada orang-orang yg berkirim pesan denganmu. Jika tanda centang sudah berwarna biru padahal anda belum membacanya, maka dapat saja ada yg meretas akun mu.

Tanda Kelima: Mendapat OTP dari WhatsApp
Kode OTP adalah bentuk sistem keamanan WhatsApp untuk mencegah pembajakan akun. Biasanya kode ini diminta ketika kita harap log in dengan perangkat baru jadi bersifat unik. Tapi kalau tiba-tiba anda mendapat kiriman kode OTP itu artinya ada orang lain yg berusaha masuk ke akun WhatsAppmu.

Tanda Keenam: Mengirimkan pesan dengan sendirinya
Jika ada temanmu yg mengaku mendapatkan pesan dari akunmu, dapat dipastikan bahwa WhatsApp-mu sedang diretas atau dipakai oleh orang lain. Pada umumnya pesan tersebut memiliki link dengan huruf acak. Tujuannya adalah untuk meretas atau mencuri data-data dari pengguna lainnya.

Cara mencegahnya:
Mengaktifkan verifikasi dua faktor atau two-step verification. Jadi, setiap kali anda harap log in dengan perangkat baru, maka aplikasi akan memintamu memasukkan kode PIN.
Untuk mengaktifkannya, masuklah ke Settings > Account > Two-Step Verification > Enable. Setelah itu, masukkan kode PIN yg anda harapkan beserta dengan alamat email untuk pemulihannya.
Cara selanjutnya adalah dengan mengaktifkan screen lock sidik jari. Opsi pengaman ini akan memindai sidik jarimu setiap kali membuka WhatsApp. Untuk mengpakainya, masuk ke Privacy > Screen Lock, kemudian aktifkan.

Bagaimana kalau ternyata akun sudah terlanjur diretas?

Pasang ulang WhatsApp-mu & masuklah ke akun tersebut. Pasang Two-Step Verification kalau belum mengpakainya. Namun kalau anda sudah tak dapat mengaksesnya lagi, kirimkan email ke [email protected]. Tulis di badan pesannya "Stolen: Please deactivate my account". Setelah itu, WhatsApp akan memverifikasi laporanmu kemudian menghapus akun yg anda minta tersebut. Setelah 30 hari, anda dapat mendaftarkan nomor yg sama lagi jadi akun baru. Semoga membantu!

Referensi: cekaja.com

Hari ini 13:32
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.