yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
PT Freeport Indonesia kembali mengoperasikan tambang bawah tanah, Selasa (9/7/2013). Tambang ini sebelumnya ditutup menyusul runtuhnya terowongan bawah tanah Big Gossan. Pembukaan kembali tambang ini disebut telah mendapat persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
"Kami akan menerapkan rekomendasi Kementerian ESDM saat memulai kembali kegiatan tambang bawah tanah," kata Juru Bicara PT Freeport Indonesia (PTFI), Daisy Primayanti, melalui siaran pers, Selasa (9/7/2013) malam. Aktivitas kegiatan pertambangan bawah tanah PTFI praktis terhenti sejak runtuhnya terowongan Big Gossan Mil 74, Distrik Tembagapura pada Selasa (14/5/2013). Penghentian aktivitas terkait proses investigasi insiden itu.
Dalam proses investigasi runtuhnya terowongan Big Gossan, kata Daisy, telah dilakukan review yang berfokus memastikan berfungsinya peralatan pemantau kondisi tanah dan standar keselamatan di areal pertambangan PTFI, khususnya pada tambang bawah tanah.
Daisy mengklaim peralatan yang dipasang saat ini di areal pertambangan PTFI merupakan teknologi terbaru dan terbaik. Walaupun proses investigasi sudah dilakukan pihak Inspektorat Tambang Kementerian ESDM dan ada sejumlah rekomendasi, Daisy mengatakan perusahaannya tetap mempelajari penyebab kecelakaan dengan melakukan investigasi internal.
Presiden Direktur PTFI, Rozik B Soetjipto menegaskan bahwa sepanjang sejarah kegiatan pertambangan PTFI di Indonesia, mereka terus fokus dan memprioritaskan keselamatan para pekerja.
Sebelumnya, PT FI telah terlebih dahulu mendapatkan izin pengoperasian kembali kawasan tambang terbuka, pada Sabtu (22/6/2013). Bersama izin itu, PT FI juga sudah boleh mengoperasikan pengolahan biji (Mill).
Insiden runtuhnya terowongan Big Gossan yang menimbun ruang kelas 11 Quality Manajement Services (QMS) Underground, menyebabkan 28 orang tewas dan 10 orang terluka. Pada 31 Mei 2013, seorang pekerja PT FI juga tewas tertimbun material biji basah (wet muck) saat perawatan tambang bawah tanah Deep One Zone (DOZ) di Mil 74.
Setelah kedua insiden, Kementerian ESDM kemudian menghentikan semua kegiatan pertambangan yang dilakukan PTFI. Di bawah bendera Freeport-McMoran Copper & Gold Inc, PT FI adalah perusahaan terbesar.
Perusahaan yang beroperasi di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika saat ini mengoperasikan tambang terbuka Grasberg serta tambang bawah tanah, Big Gossan dan DOZ. Selain itu, PTFI juga sedang membangun 2 tambang bawah tanah yakni Deep MLZ dan Grasberg Underground. Dua tambang bawah tanah yang sedang dibangun itu rencananya akan mulai berproduksi pada 2016, seiring penutupan tambang terbuka Grasberg.
"Kami akan menerapkan rekomendasi Kementerian ESDM saat memulai kembali kegiatan tambang bawah tanah," kata Juru Bicara PT Freeport Indonesia (PTFI), Daisy Primayanti, melalui siaran pers, Selasa (9/7/2013) malam. Aktivitas kegiatan pertambangan bawah tanah PTFI praktis terhenti sejak runtuhnya terowongan Big Gossan Mil 74, Distrik Tembagapura pada Selasa (14/5/2013). Penghentian aktivitas terkait proses investigasi insiden itu.
Dalam proses investigasi runtuhnya terowongan Big Gossan, kata Daisy, telah dilakukan review yang berfokus memastikan berfungsinya peralatan pemantau kondisi tanah dan standar keselamatan di areal pertambangan PTFI, khususnya pada tambang bawah tanah.
Daisy mengklaim peralatan yang dipasang saat ini di areal pertambangan PTFI merupakan teknologi terbaru dan terbaik. Walaupun proses investigasi sudah dilakukan pihak Inspektorat Tambang Kementerian ESDM dan ada sejumlah rekomendasi, Daisy mengatakan perusahaannya tetap mempelajari penyebab kecelakaan dengan melakukan investigasi internal.
Presiden Direktur PTFI, Rozik B Soetjipto menegaskan bahwa sepanjang sejarah kegiatan pertambangan PTFI di Indonesia, mereka terus fokus dan memprioritaskan keselamatan para pekerja.
Sebelumnya, PT FI telah terlebih dahulu mendapatkan izin pengoperasian kembali kawasan tambang terbuka, pada Sabtu (22/6/2013). Bersama izin itu, PT FI juga sudah boleh mengoperasikan pengolahan biji (Mill).
Insiden runtuhnya terowongan Big Gossan yang menimbun ruang kelas 11 Quality Manajement Services (QMS) Underground, menyebabkan 28 orang tewas dan 10 orang terluka. Pada 31 Mei 2013, seorang pekerja PT FI juga tewas tertimbun material biji basah (wet muck) saat perawatan tambang bawah tanah Deep One Zone (DOZ) di Mil 74.
Setelah kedua insiden, Kementerian ESDM kemudian menghentikan semua kegiatan pertambangan yang dilakukan PTFI. Di bawah bendera Freeport-McMoran Copper & Gold Inc, PT FI adalah perusahaan terbesar.
Perusahaan yang beroperasi di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika saat ini mengoperasikan tambang terbuka Grasberg serta tambang bawah tanah, Big Gossan dan DOZ. Selain itu, PTFI juga sedang membangun 2 tambang bawah tanah yakni Deep MLZ dan Grasberg Underground. Dua tambang bawah tanah yang sedang dibangun itu rencananya akan mulai berproduksi pada 2016, seiring penutupan tambang terbuka Grasberg.
