• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Takut Merugi, bunk Enggan Pangkas Bunga Kredit

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
XKFUx.jpg
Langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan menurunkan bunga kredit usaha mikro tak bakal berjalan mulus. Pasalnya, bunk masih enggan menurunkan suku bunga kredit UMKM dengan dalih kredit tersebut memiliki risiko tinggi.

Gandjar Mustika, Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, mengatakan, otoritas sudah masuk tahap penghitungan suku bunga ideal bagi kredit UMKM, khususnya mikro. "Kami mengkaji mulai dari suku bunga dasar kredit (SBDK), premi risiko dan hal terkait lain," katanya.

OJK pun menargetkan aturan bunga kredit UMKM dirilis sebelum tutup tahun 2014. Aturan ini merupakan prioritas OJK lantaran bunga kredit mikro saat ini sangat tinggi. Selain merilis aturan, OJK meminta bunk lebih efisien dan menurunkan margin bunga bersih (NIM).

"Idealnya, NIM bunk nasional sama seperti NIM perbankan ASEAN di kisaran 3,3%-3,5%," ujar Gandjar. Saat ini, NIM industri perbankan Tanah Air sebesar 4,3%-4,5%. Menurut dia, penurunan NIM akan efektif memaksa bunk menurunkan bunga kredit sekaligus menurunkan rasio kredit bermasalah atawa non performing loan (NPL). Sayangnya, harapan itu bertepuk sebelah tangan.

Djarot Kusumajakti, Direktur UMKM bunk Rakyat Indonesia (bro), mengatakan, bro belum berencana menurunkan bunga kredit UMKM. Alasannya, bro tidak ingin menderita rugi. “Saat ini, bunga kredit UMKM sudah memperhitungkan risiko. Buktinya kredit bermasalah kami tidak tinggi,” tukas dia, kemarin (15/10).

Anika Faisal, Direktur Kepatuhan bunk Tabungan Pensiunan Nasional (batapan), mengatakan, pihaknya menunggu aturan resmi OJK sebagai pertimbangan untuk menurunkan bunga kredit mikro. “Tapi, dari tahun ke tahun, tren bunga kredit mikro di batapan selalu menurun,” klaim Anika.

Saat ini, pertimbangan batapan dalam menentukan bunga kredit mikro adalah nilai kredit, risiko kredit dan jumlah jaringan. Sekadar informasi, sebagai penguasa pasar, SBDK mikro bro sebesar 19,25% per Oktober 2014. Adapun, batapan mematok SBDK mikro sebesar 21,14% per September lalu.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.