Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
TAK SEMANIS MADU
Bulan yg paling ditunggu orang sedunia tentu saja adalah bulan madu. Walaupun, seringkali durasi bulan madu tak hingga sebulan, tetapi gak masalah. Yang penting dapat lepas dari kelelahan resepsi perkawinan & pengen lebih mengenal pasangan lebih jauh, jadi alasan wajib mengapa bulan madu perlu diadakan.
Bali jadi letak populer yg banyak dikunjungi para pengantin baru di Indonesia untuk berbulan madu. Kalau rada tajir, dapat juga keliling Eropa atau Amerika. Intinya, menjauh dari letak asal. Karena kalau orang Surabaya mengerjakan bulan madu di Surabaya juga, mendingan mager aja di rumah. Heuheuheu.
Tetapi pernahkah kita berpikir darimana istilah bulan madu berasal?
Dalam bahasa Inggris, bulan madu disebut dengan honeymoon. Istilah ini sudah masyhur sejak 1542. Namun, istilah yg lebih diketahui adalah 'hony moone'. Makna 'hony moone' yg sebenarnya bukanlah liburan bagi para pengantin baru, tetapi lebih kepada tahap hubungan yg akan dilewati setelah menikah.
Kalau mengatakan penulis literatur Inggris zaman ke-18, Samuel Johnson, "Bulan perdana setelah menikah biasanya dipenuhi dengan kebahagiaan & kepuasan serta mendapatkan kasih sayang dari masing-masing pasangan."
Sumber lain datang dari Susan Wagoneer, pakar sejarah pernikahan. Wow! Ada ya ilmu sejarah kayak gini? Heuheuheu.
Susan menjelaskan bahwa zaman dahulu di Inggris, perkawinan paksa masih sering dilakukan. Beberapa calon pengantin pria yg tidak sanggup membayar mahar (alias sobat misqueen) menculik wanita yg harap dinikahinya kemudian menyembunyikannya, hingga keluarga si perempuan menyerah untuk mencarinya. Whoa! Ini parah! Udah miskin harta, miskin akhlak pula.
Setelah 'menculik' si perempuan, si pria mengajak perempuan itu ke sebuah letak rahasia, yg kondusif dari pencarian keluarga perempuan, & kemudian menikahinya. Maksa amat ya?
Susan melanjutkan, kemudian sejak awal zaman ke-19, istilah bulan madu benar-benar berarti liburan yg dilakukan oleh pengantin baru setelah pernikahan. Akan tetapi, saat itu, bulan madu adalah perjalanan pasangan pengantin baru mengunjungi anggota keluarga, biasanya yg lebih tua (paman atau bude), yg tidak dapat menghadiri perkawinan mereka. Intinya sih perkenalan anggota keluarga baru, sekalian silaturahim. Beberapa kolega saya mengerjakan ini usai resepsi pernikahannya, termasuk saya & istri. Kami biasanya mengerjakan perjalanan darat & menginap di sepanjang perjalanan menemui keluarga baru kami. Lebih mirip petualangan. Seru!
Akhirnya, budaya bulan madu ini mulai berpindah. Dari Inggris ke Amerika. Dan akhirnya, budaya ini jadi mendunia. Budaya yg jadi budaya dunia. Termasuk Indonesia.
Hari ini 16:05
Bulan yg paling ditunggu orang sedunia tentu saja adalah bulan madu. Walaupun, seringkali durasi bulan madu tak hingga sebulan, tetapi gak masalah. Yang penting dapat lepas dari kelelahan resepsi perkawinan & pengen lebih mengenal pasangan lebih jauh, jadi alasan wajib mengapa bulan madu perlu diadakan.
Bali jadi letak populer yg banyak dikunjungi para pengantin baru di Indonesia untuk berbulan madu. Kalau rada tajir, dapat juga keliling Eropa atau Amerika. Intinya, menjauh dari letak asal. Karena kalau orang Surabaya mengerjakan bulan madu di Surabaya juga, mendingan mager aja di rumah. Heuheuheu.
Tetapi pernahkah kita berpikir darimana istilah bulan madu berasal?
Dalam bahasa Inggris, bulan madu disebut dengan honeymoon. Istilah ini sudah masyhur sejak 1542. Namun, istilah yg lebih diketahui adalah 'hony moone'. Makna 'hony moone' yg sebenarnya bukanlah liburan bagi para pengantin baru, tetapi lebih kepada tahap hubungan yg akan dilewati setelah menikah.
Kalau mengatakan penulis literatur Inggris zaman ke-18, Samuel Johnson, "Bulan perdana setelah menikah biasanya dipenuhi dengan kebahagiaan & kepuasan serta mendapatkan kasih sayang dari masing-masing pasangan."
Sumber lain datang dari Susan Wagoneer, pakar sejarah pernikahan. Wow! Ada ya ilmu sejarah kayak gini? Heuheuheu.
Susan menjelaskan bahwa zaman dahulu di Inggris, perkawinan paksa masih sering dilakukan. Beberapa calon pengantin pria yg tidak sanggup membayar mahar (alias sobat misqueen) menculik wanita yg harap dinikahinya kemudian menyembunyikannya, hingga keluarga si perempuan menyerah untuk mencarinya. Whoa! Ini parah! Udah miskin harta, miskin akhlak pula.
Setelah 'menculik' si perempuan, si pria mengajak perempuan itu ke sebuah letak rahasia, yg kondusif dari pencarian keluarga perempuan, & kemudian menikahinya. Maksa amat ya?
Susan melanjutkan, kemudian sejak awal zaman ke-19, istilah bulan madu benar-benar berarti liburan yg dilakukan oleh pengantin baru setelah pernikahan. Akan tetapi, saat itu, bulan madu adalah perjalanan pasangan pengantin baru mengunjungi anggota keluarga, biasanya yg lebih tua (paman atau bude), yg tidak dapat menghadiri perkawinan mereka. Intinya sih perkenalan anggota keluarga baru, sekalian silaturahim. Beberapa kolega saya mengerjakan ini usai resepsi pernikahannya, termasuk saya & istri. Kami biasanya mengerjakan perjalanan darat & menginap di sepanjang perjalanan menemui keluarga baru kami. Lebih mirip petualangan. Seru!
Akhirnya, budaya bulan madu ini mulai berpindah. Dari Inggris ke Amerika. Dan akhirnya, budaya ini jadi mendunia. Budaya yg jadi budaya dunia. Termasuk Indonesia.
Hari ini 16:05