• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tak Pernah Makan Tapi Masih Bisa Hidup

HkToyShop

IndoForum Addict D
No. Urut
52354
Sejak
10 Sep 2008
Pesan
25.458
Nilai reaksi
74
Poin
48
Tak Pernah Makan Tapi Masih Bisa Hidup


0676097100.jpg


Kaleb Bussenschutt tak bisa memakan apapun. Dia tak hanya menderita alergi kacang atau susu. Bocah lima tahun asal Australia itu alergi terhadap semua makanan.

Hanya dua hal yang bisa dia telah lewat mulutnya, air putih dan beberapa merek jus jeruk.

Bagaimana cara bocah ini bertahan hidup? Selama 20 jam perhari, sebuah mesin khusus memompa nutrisi ke perutnya.

Sebelum dokter menyembuhkannya, Kaleb tak akan pernah bisa menikmati segelas bir pertamanya ketika beranjak dewasa, atau bahkan kue ulang tahunnya.

Kaleb tak bisa mengecap makanan jenis apapun. Tak hanya itu, pergaulan bocah lucu ini pun terganggu. Dia tak bisa meminjam barang teman-temannya, bahkan untuk sebuah pinsil. Sebab, dikawatirkan ada sisa-sisa makanan yang menempel di pinsil tersebut.
Ibunya, Melissa Bussenschutt mengatakan dokter sama sekali tak tahu apa yang terjadi pada Kaleb. Dokter hanya tahu makanan membuat Kaleb tersiksa dan melukai lambung putranya.


“Hanya satu yang kami tahu, dia tersiksa. Dia menderita malabsorbsi parah. Kaleb tidak bisa menyerap makanan,” kata Melissa Bussenschutt, seperti dimuat laman berita News.com.au, Selasa 28 Juli 2009.

Sampai saat ini, tambah dia, Kaleb terus menjalani serangkaian tes, untuk mengetahui mengapa dia tak bisa makan.

“Jika kami pergi makan malam di restoran, dia hanya mendapatkan semangkuk es batu. Lalu, Kaleb akan bertanya ‘Apa yang kalian makan? Bagaimana rasanya?’. Dia merasa kondisinya ini tak adil,” kata sang ibu.

Tiap Februari, di hari ulang tahunnya, Kaleb tetap berpesta, lengkap dengan badut dan kue tart.

“Dia tetap meminta kue ulang tahun, hanya untuk tiup lilin. Tapi lalu minta kakak perempuannya untuk memakan kue itu,” tambah dia.

Dalam dunia medis diketahui satu dari 20 anak memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Namun, kebanyakan alergi tersebut dalam taraf ringan dan akan hilang dalam jangka waktu tertentu.

Menurut seorang pakar, Profesor Peter Sly alergi yang diderita Kaleb sangat langka. “Saya mengetahui beberapa masalah soal penyerapan makanan. Tidak diketahui apakah itu benar-benar alergi atau intoleransi,” kata Sly.

Keluarga Bussenschutt tak menyerah untuk mengetahui apa sebenarnya yang diderita sang anak. Mereka tetap berusaha menghimpun dana untuk penelitian penyakit Kaleb, diantaranya lomba balap sepeda dari Melbourne ke Adelaide tahun depan.
 
“Jika kami pergi makan malam di restoran, dia hanya mendapatkan semangkuk es batu. Lalu, Kaleb akan bertanya ‘Apa yang kalian makan? Bagaimana rasanya?’. Dia merasa kondisinya ini tak adil,” kata sang ibu.

Aduh.. Kasian.. Padahal anaknya lucu.. Ke restoran ga bisa makan apa2, lagi..
Nice post.. ^^
 
Wew ga boleh pinjam barang apapun, karena takut ada sisa makanan, emangnya kalo dia makan langsung mati?
 
jd ad makanan nempel dipegang alergi gtu y??
kan dy ga mgkn makan pinsil
 
Duh kok cuma air sama juice aja... kasihan banget, anaknya cakep /ok
Mudah2an bisaa disembuhkan yah. Kasihan klo kehilangan kenikmatan hidup (makan kan salah satu kenikmatan hidup) /ok
 
Kasian bgt...../sob

mudah"an dia belajar untuk lebih tabah dalam hidupnya
 
tabahkan dirimu ya nakk /sob /sob
 
benar" tidak adil bagi dia ya. nga pernah tau rasa dari sebuah makanan lezat
 
weiz keren banget ni anak

lucu pula
 
kasian banget tu anak..kue ulang taun juga cuma buat niup lilin doank...ckckckckck
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.