• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Tak Gratiskan Pasien, Dirut RSUD DKI Bisa Dicopot

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
aFdY.jpg

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan mengambil sikap tegas terhadap pengelola rumah sakit umum daerah (RSUD) yang memungut biaya bagi pasien rawat inap kelas III. Basuki berjanji akan meminta Menteri Kesehatan mencopot dan mengganti direktur utama pada RSUD "nakal" itu.

"Pasien di UGD/IGD itu gratis 3 x 24 jam. Kalau nakal tentu ada sanksi tegas," kata Basuki saat dijumpai di gedung Balai Kota Jakarta, Rabu (7/11/2012).

Pernyataan itu disampaikannya terkait dengan rencana pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuat satu sistem terpadu tentang layanin kesehatan. Sistem tersebut nantinya akan dirancang oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan berlaku di seluruh RSUD di Jakarta. "Kalau RSUD menolak sistem yang dibuat oleh RSCM, maka kita akan minta Menteri Kesehatan untuk mengganti direktur utamanya," tegas Ahok.

Pemerintah DKI Jakarta telah sepakat berjalan bersama RSCM dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) untuk meningkatkan layanin kesehatan warga Ibu Kota. Sebagai pembuat sistem, RSCM berperan membuat pola rujukan seluruh pasien, khususnya warga yang memegang Kartu Jakarta Sehat, yang akan diluncurkan pada akhir pekan ini.

Adapun FKUI mengerahkan sejumlah mahasiswanya sebagai tenaga medis baru dengan pendekatan dokter keluarga, yaitu menjemput warga sakit di rumahnya sebagai langkah preventif dan tak terjadi penumpukan pasien di rumah sakit. Sistem ini diharapkan berjalan mulai 2013.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.