• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tak Cuma Dipukuli Polisi, Galih Juga Diancam Ditembak

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
upYy2.jpg

Galih Yoga Pratama (18), korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh 5 oknum anggota Polres Demak, masih trauma dengan apa yang baru saja dialaminya. Bagaimana tidak, ia dibawa oleh 5 polisi yang menangkapnya, berputar-putar dengan kepala ditutup kaos dan tangan diborgol dalam mobil.

Setelah beberapa lama berkeliling akhirnya mobil berhenti di suatu lokasi yang dirinya saja tidak begitu paham. "Saya tidak tahu dimana, tapi saya kira masih di kawasan Demak," kata Galih.

Selama perjalanan itulah Galih terus menerus dipukuli, ditendang dan dibentak-bentak. Wajah dan perut adalah sasaran pemukulan yang paling sering didapatnya. "Hidung saya dipukul dan terus menerus mengeluarkan darah," keluhnya.

Setelah berhenti, Galih kemudian disuruh turun dari mobil dan diminta berjalan ke sebuah lapangan. Masih dalam kondisi terluka dan ketakutan, ia disuruh terus berjalan hingga ke tengah lapangan.

Setibanya di tengah lapangan, ia disuruh jongkok dan ditanyai mengenai kasus pembunuhan yang sama sekali tidak diketahuinya."Ayo turun, jalan ke tengah kalau tidak kamu saya tembak," ujar Galih menirukan bentakan salah satu orang yang menangkapnya.

"Saya diminta mengakui semua perbuatan saya terkait sebuah kasus pembunhan. Lah, pembunuhan yang mana, bunuh siapa dan kenapa saya harus membunuh, saya tidak tahu. Saya pergi ke Surabaya jadi kernet truk, hari Selasa 12 Februaru dan baru kembali Kamis 14 Februaru, kok tiba-tiba ditangkap dengan tuduhan sebagai pelaku pekbunuhan," ujar Galih dengan nada heran.

Atas kejadian penganiayaan itu, Galih ditemani orangtuanya kemudian melapor ke Propam Polda Jateng hari ini. Oleh petugas mereka diminta untuk kembali Senin, 18 Februari 2013 untuk melapor resmi.

Sebelumnya diberitakan, Galih dianiaya oleh lima orang yang diduga adalah anggota Polres Demak. Galih ditangkap bersama Sukirman, di rumah Sukirman yang tak lain adalah tetangganya. Sukirman kemudian dibawa ke Mapolres Demak, sedangkan Galih dibawa ke suatu tempat dan dianiaya. Tidak terima dengan apa yang dialaminya, Galih kemudian melaporkan penganiayaan itu ke Propam Polda Jateng.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.