Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pidato putin satu ini masuk akal sih
MOSKOW - Dunia memasuki satu dekade kekacauan karena upaya mengejar tatanan dunia yg lebih adil bentrok dengan hegemoni sewenang-wenang dari kolektif Barat.
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan hal itu pada Kamis (27/10/2022) saat berbicara pada pertemuan tahunan Klub Diskusi Valdai.
Pidato Putin berkisar dari keanekaragaman hayati hingga membatalkan budaya, sifat dari apa yg ditawarkan Barat & tanggapan Rusia.
Dia kemudian selama berjam-jam menjawab pertanyaan audiens. Berikut adalah enam poin penting dari sambutan pembukaannya.
1. Barat Memicu Konflik untuk Pertahankan Hegemoni
Dari menghasut konflik di Ukraina & provokasi di sekitar Taiwan hingga mengacaukan pasar pangan & energi dunia, Amerika Serikat (AS) & sekutunya sudah meningkatkan ketegangan di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir & khususnya dalam beberapa bulan terakhir, ungkap Putin.
Mengatur dunia adalah apa yg disebut Barat sudah dipertaruhkan dalam permainan ini, yg tentu saja berbahaya, berdarah dan, saya akan mengatakan, kotor. Ini menyangkal kedaulatan negara & rakyat, bukti diri & keunikan mereka, & mengabaikan kepentingan negara lain, jelas presiden Rusia.
Dia menjelaskan, dalam apa yg disebut tatanan dunia berbasis aturan, cuma mereka yg menciptakan aturan yg memiliki hak, sementara semua orang cuma harus patuh.
Namun, Barat tidak memiliki ide konstruktif & perkembangan positif, mereka tidak memiliki apa pun untuk ditawarkan kepada dunia kecuali pelestarian dominasi mereka, ujar dia.
2. Aturan Untukmu tetapi Tidak Untukku
Barat menegaskan budaya & pandangan dunianya harus universal. Meskipun tidak mengatakannya secara langsung, mereka berperilaku seolah-olah nilai-nilai ini harus diterima tanpa syarat oleh orang lain, ungkap Putin.
Namun ketika beberapa negara lain, khususnya China, mulai mendapat manfaat dari globalisasi, Barat segera mengubah atau sepenuhnya membatalkan banyak aturan yg sudah lama bersikeras ditetapkan dengan batu & suci, dengan perdagangan bebas, keterbukaan ekonomi, persaingan yg adil & bahkan hak milik tiba-tiba dilupakan, sepenuhnya, papar Putin.
Begitu sesuatu jadi menguntungkan bagi diri mereka sendiri, mereka segera mengubah aturan, saat dalam perjalanan, selama permainan, ujar dia.
3. Batalkan Budaya
Percaya diri mereka sempurna, para penguasa Barat harap menghancurkan, atau membatalkan orang-orang yg tidak mereka sukai. Di mana Nazi membakar buku, penjaga liberalisme & kemajuan Barat sekarang melarang Dostoevsky & Tchaikovsky, papar Putin.
Dia menambahkan, Demokrasi liberal sudah berubah jadi sesuatu yg tidak dapat dikenali, menyatakan sudut pandang alternatif sebagai propaganda atau ancaman.
Apa yg disebut batalkan budaya menghancurkan segala sesuatu yg hidup & kreatif, menghalangi kebebasan berpikir dalam budaya, ekonomi, atau politik, papar dia.
Sejarah, tentu saja, akan menempatkan segalanya pada tempatnya. Kesombongan diri mereka yg berusaha untuk membatalkannya adalah di luar grafik, tetapi tidak ada yg akan mengingat nama mereka dalam beberapa tahun, sementara Dostoevsky & Tchaikovsky & Pushkin akan bertahan, tutur dia.
4. Rusia Tak Mencari Dominasi
Rusia adalah peradaban asli yg independen & tidak pernah menganggap dirinya sebagai musuh Barat," tegas Putin.
Dia menjelaskan, Sejak zaman kuno, Rusia memiliki ikatan dengan Barat dari nilai-nilai tradisional Kristen & Muslim, kebebasan, patriotisme, & budaya yg kaya. Namun ada Barat lain, seorang yg agresif, kosmopolitan, neokolonial, yg bertindak sebagai alat elit neoliberal, yg perintahnya tidak akan pernah diterima Rusia.
Meski begitu, Rusia tidak memberikan tantangan kepada elit Barat itu, tetapi cuma membela haknya untuk hidup & berkembang secara bebas. Pada saat yg sama, kami sendiri tidak berusaha jadi semacam hegemon baru, tegas Putin.
5. Hegemoni Barat Berakhir
Kami berdiri di tonggak sejarah, di depan apa yg mungkin paling berbahaya, tidak dapat diprediksi & pada saat yg sama dekade penting sejak akhir Perang Dunia II. Barat tidak sanggup mengelola kemanusiaan seorang diri, tetapi berusaha mati-matian untuk mengerjakannya, & beberapa akbar orang di dunia tidak lagi mau menerimanya, ujar Putin.
Konflik yg timbul dari kekacauan ini mengancam seluruh umat manusia, & menyelesaikannya secara konstruktif adalah tantangan utama ke depan, tegas dia.
Tidak ada yg dapat duduk di luar saat badai yg akan datang, yg sudah memperoleh tabiat global, ungkap Putin.
Dia menambahkan, Umat manusia memiliki dua pilihan, terus menumpuk beban masalah yg mau tidak mau akan menghancurkan kita semua, atau mencoba bersama-sama mencari solusi, meskipun tidak sempurna, tetapi bekerja, sanggup menciptakan dunia kita lebih kondusif & stabil."
6. Seperti Apa Dunia Multipolar Itu?
Menurut Putin, dalam dunia multipolar yg benar-benar demokratis, setiap masyarakat, budaya & peradaban harus memiliki hak untuk memilih jalan & sistem sosial-politiknya sendiri.
Jika AS & Eropa memiliki hak itu, begitu juga semua orang. Rusia juga memilikinya, & tidak ada yg akan pernah dapat mendikte rakyat kita masyarakat seperti apa yg harus kita bangun & prinsip-prinsip apa, tegas dia.
Menurut dia, ancaman terbesar kepada monopoli politik, ekonomi, & ideologi Barat adalah bahwa model sosial alternatif mungkin muncul di dunia, & akan lebih efektif & lebih menarik.
Di atas segalanya, kita percaya bahwa tatanan dunia baru harus didasarkan pada hukum & keadilan, bebas, otentik & adil, ujar presiden Rusia itu.
Tatanan dunia masa depan sedang dibentuk di depan mata kita. Dan dalam tatanan dunia ini, kita harus mendengarkan semua orang, memperhitungkan setiap sudut pandang, setiap bangsa, masyarakat, budaya, setiap sistem pandangan dunia, ide & keyakinan agama, tanpa memaksakan kebenaran tunggal pada siapa pun, & cuma atas dasar ini, memahami tanggung jawab kita atas nasib bangsa & planet kita, untuk membangun simfoni peradaban manusia, papar dia.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato selama pertemuan tahunan ke-19 Klub Diskusi Valdai di Moskow pada 27 Oktober 2022. Foto/Sputnik/REUTERS
Copyright 2022 SINDOnews.com
https://www.google.com/url?q=https:/...bK78ZUKqIRaLjh Hari ini 17:19
MOSKOW - Dunia memasuki satu dekade kekacauan karena upaya mengejar tatanan dunia yg lebih adil bentrok dengan hegemoni sewenang-wenang dari kolektif Barat.
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan hal itu pada Kamis (27/10/2022) saat berbicara pada pertemuan tahunan Klub Diskusi Valdai.
Pidato Putin berkisar dari keanekaragaman hayati hingga membatalkan budaya, sifat dari apa yg ditawarkan Barat & tanggapan Rusia.
Dia kemudian selama berjam-jam menjawab pertanyaan audiens. Berikut adalah enam poin penting dari sambutan pembukaannya.
1. Barat Memicu Konflik untuk Pertahankan Hegemoni
Dari menghasut konflik di Ukraina & provokasi di sekitar Taiwan hingga mengacaukan pasar pangan & energi dunia, Amerika Serikat (AS) & sekutunya sudah meningkatkan ketegangan di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir & khususnya dalam beberapa bulan terakhir, ungkap Putin.
Mengatur dunia adalah apa yg disebut Barat sudah dipertaruhkan dalam permainan ini, yg tentu saja berbahaya, berdarah dan, saya akan mengatakan, kotor. Ini menyangkal kedaulatan negara & rakyat, bukti diri & keunikan mereka, & mengabaikan kepentingan negara lain, jelas presiden Rusia.
Dia menjelaskan, dalam apa yg disebut tatanan dunia berbasis aturan, cuma mereka yg menciptakan aturan yg memiliki hak, sementara semua orang cuma harus patuh.
Namun, Barat tidak memiliki ide konstruktif & perkembangan positif, mereka tidak memiliki apa pun untuk ditawarkan kepada dunia kecuali pelestarian dominasi mereka, ujar dia.
2. Aturan Untukmu tetapi Tidak Untukku
Barat menegaskan budaya & pandangan dunianya harus universal. Meskipun tidak mengatakannya secara langsung, mereka berperilaku seolah-olah nilai-nilai ini harus diterima tanpa syarat oleh orang lain, ungkap Putin.
Namun ketika beberapa negara lain, khususnya China, mulai mendapat manfaat dari globalisasi, Barat segera mengubah atau sepenuhnya membatalkan banyak aturan yg sudah lama bersikeras ditetapkan dengan batu & suci, dengan perdagangan bebas, keterbukaan ekonomi, persaingan yg adil & bahkan hak milik tiba-tiba dilupakan, sepenuhnya, papar Putin.
Begitu sesuatu jadi menguntungkan bagi diri mereka sendiri, mereka segera mengubah aturan, saat dalam perjalanan, selama permainan, ujar dia.
3. Batalkan Budaya
Percaya diri mereka sempurna, para penguasa Barat harap menghancurkan, atau membatalkan orang-orang yg tidak mereka sukai. Di mana Nazi membakar buku, penjaga liberalisme & kemajuan Barat sekarang melarang Dostoevsky & Tchaikovsky, papar Putin.
Dia menambahkan, Demokrasi liberal sudah berubah jadi sesuatu yg tidak dapat dikenali, menyatakan sudut pandang alternatif sebagai propaganda atau ancaman.
Apa yg disebut batalkan budaya menghancurkan segala sesuatu yg hidup & kreatif, menghalangi kebebasan berpikir dalam budaya, ekonomi, atau politik, papar dia.
Sejarah, tentu saja, akan menempatkan segalanya pada tempatnya. Kesombongan diri mereka yg berusaha untuk membatalkannya adalah di luar grafik, tetapi tidak ada yg akan mengingat nama mereka dalam beberapa tahun, sementara Dostoevsky & Tchaikovsky & Pushkin akan bertahan, tutur dia.
4. Rusia Tak Mencari Dominasi
Rusia adalah peradaban asli yg independen & tidak pernah menganggap dirinya sebagai musuh Barat," tegas Putin.
Dia menjelaskan, Sejak zaman kuno, Rusia memiliki ikatan dengan Barat dari nilai-nilai tradisional Kristen & Muslim, kebebasan, patriotisme, & budaya yg kaya. Namun ada Barat lain, seorang yg agresif, kosmopolitan, neokolonial, yg bertindak sebagai alat elit neoliberal, yg perintahnya tidak akan pernah diterima Rusia.
Meski begitu, Rusia tidak memberikan tantangan kepada elit Barat itu, tetapi cuma membela haknya untuk hidup & berkembang secara bebas. Pada saat yg sama, kami sendiri tidak berusaha jadi semacam hegemon baru, tegas Putin.
5. Hegemoni Barat Berakhir
Kami berdiri di tonggak sejarah, di depan apa yg mungkin paling berbahaya, tidak dapat diprediksi & pada saat yg sama dekade penting sejak akhir Perang Dunia II. Barat tidak sanggup mengelola kemanusiaan seorang diri, tetapi berusaha mati-matian untuk mengerjakannya, & beberapa akbar orang di dunia tidak lagi mau menerimanya, ujar Putin.
Konflik yg timbul dari kekacauan ini mengancam seluruh umat manusia, & menyelesaikannya secara konstruktif adalah tantangan utama ke depan, tegas dia.
Tidak ada yg dapat duduk di luar saat badai yg akan datang, yg sudah memperoleh tabiat global, ungkap Putin.
Dia menambahkan, Umat manusia memiliki dua pilihan, terus menumpuk beban masalah yg mau tidak mau akan menghancurkan kita semua, atau mencoba bersama-sama mencari solusi, meskipun tidak sempurna, tetapi bekerja, sanggup menciptakan dunia kita lebih kondusif & stabil."
6. Seperti Apa Dunia Multipolar Itu?
Menurut Putin, dalam dunia multipolar yg benar-benar demokratis, setiap masyarakat, budaya & peradaban harus memiliki hak untuk memilih jalan & sistem sosial-politiknya sendiri.
Jika AS & Eropa memiliki hak itu, begitu juga semua orang. Rusia juga memilikinya, & tidak ada yg akan pernah dapat mendikte rakyat kita masyarakat seperti apa yg harus kita bangun & prinsip-prinsip apa, tegas dia.
Menurut dia, ancaman terbesar kepada monopoli politik, ekonomi, & ideologi Barat adalah bahwa model sosial alternatif mungkin muncul di dunia, & akan lebih efektif & lebih menarik.
Di atas segalanya, kita percaya bahwa tatanan dunia baru harus didasarkan pada hukum & keadilan, bebas, otentik & adil, ujar presiden Rusia itu.
Tatanan dunia masa depan sedang dibentuk di depan mata kita. Dan dalam tatanan dunia ini, kita harus mendengarkan semua orang, memperhitungkan setiap sudut pandang, setiap bangsa, masyarakat, budaya, setiap sistem pandangan dunia, ide & keyakinan agama, tanpa memaksakan kebenaran tunggal pada siapa pun, & cuma atas dasar ini, memahami tanggung jawab kita atas nasib bangsa & planet kita, untuk membangun simfoni peradaban manusia, papar dia.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato selama pertemuan tahunan ke-19 Klub Diskusi Valdai di Moskow pada 27 Oktober 2022. Foto/Sputnik/REUTERS
Copyright 2022 SINDOnews.com
https://www.google.com/url?q=https:/...bK78ZUKqIRaLjh Hari ini 17:19