• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tak Ada Sapi, Bajak Sawah dengan Tenaga Manusia

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
7WHsw.jpg
Ada pemandangan berbeda di Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta, setiap musim tanam tiba. Para petani di desa ini menarik bajak layaknya sapi untuk mengolah tanah persawahan mereka. Hal ini dilakukan karena tak ada sapi maupun traktor.

"Dari dulu, dari orangtua serta nenek moyang kami, membajak dengan tenaga manusia, manual istilahnya," kata Mulyono, petani Desa Temuwuh, Selasa (7/2). "Kalau pakai hewan, kami tidak punya sapi."

Tinggal di kawasan gersang di perbukitan Seribu memang membuat warga Desa Temuwuh tidak semujur warga di desa lain. Menanam padi hanya dapat mereka lakukan saat curah hujan melimpah. Di luar itu, mereka bekerja sebagai buruh bangunan. Kondisi yang serba sulit ini membuat begitu akrab dengan kemiskinan.

Membajak dengan cara ini memang membutuhkan tenaga besar dan waktu lebih lama. Dalam sehari, hanya seluas 500 meter persegi saja yang bisa diselesaikan. Tidak ada upah yang mereka bawa pulang. Hanya makanan dan minuman ala kadarnya yang disediakan pemilik lahan. Semua mereka lakukan dengan penuh kerelaan atas nama gotong royong.

Hari itu, satu lahan sudah mereka rampungkan. Esok mereka masih akan kembali terjun membajak di lahan lain milik sesama anggota Kelompok Tani Ngudi Makmur.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.