• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tak Ada Mi Instan jika Tak Ada Om Liem

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
cIBWU.jpg
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan Akhmad Farial menyatakan, tak akan ada mi instan jika tak ada Liem Sioe Liong (Sudono Salim). Sebab, almarhum adalah pengusaha yang pertama membangun industri tepung terigu dan mi instan di Indonesia, dan bahkan di dunia.

Hal itu diungkapkan Akhmad Farial saat dihubungi Kompas, Senin (11/6/2012) tengah malam di Singapura. Sebelumnya, Akhmad melayat taipan Indonesia yang meninggal di usia 96 tahun itu di Singapura.

"Jangan melihat kekurangannya, kita juga harus obyektif melihat kelebihannya, yaitu saat membangun industri mi instan di Indonesia dengan membangun pabrik tepung terigu Indofood," ujar Akhmad.

Menurut Akhmad, kini industri mi instan sudah menyebar ke berbagai belahan dunia, antara lain sampai ke Nigeria, Suriah, dan Arab Saudi, sebagai makanan alternatif. "Pabrik tepung terigu Indofood sudah dibangun di negara-negara tersebut. Itu menunjukkan supermi dan sejenisnya menjadi makanan dunia," tandasnya.

Mitra dagang

Akhmad mengaku, saat melayat, ia adalah tamu pertama yang diberi kesempatan oleh keluarga untuk memberikan penghormatan kepada Om Liem—sebutan akrab Sudono Salim—setelah acara doa oleh keluarga besar Liem Sioe Liong. Doa keluarga dilakukan sesaat setelah kedatangan jenazah Om Liem dari rumah sakit.

"Almarhum ayah saya, Saiful Anwar, adalah pengusaha mitra dagang almarhum Om Liem tahun 1970-an. Ayah saya adalah pengusaha yang bergerak di berbagai macam usaha," kata Akhmad, yang juga mengirim bunga duka.

Akhmad mengatakan, sebagai mitra dagang, ayah dan keluarganya juga dekat dengan keluarga Liem Sioe Liong. "Saya mengenal keempat anak almarhum," tambah Akhmad.
 
Yg sy salut juga racikan bumbunya, pas banget,hehe
 
smoga beliau tenag d sana. Amin...........
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.