• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Taipan RI Masih Asik Jual 'Tanah Air'...

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Taipan RI Masih Asik Jual 'Tanah Air'...


Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis energi yg melanda Eropa, India & khususnya China sanggup melejitkan harga batu bara menyentuh rekor tertinggi. Permintaan tinggi akan produk turunan kelapa sawit, juga sanggup menciptakan CPO mengalami reli kenaikan harga tahun ini. Kedua secara signifikan berkontribusi kepada nyaris sepertiga dari 50 orang terkaya di Indonesia.

Indonesia memang memiliki sumber daya alam yg melimpah, maka tidak heran kalau banyak taipan yg mengumpulkan pundi-pundi hartanya dari berbisnis hasil alam, beberapa bahkan langsung menjual mentah kandungan bumi pertiwi. Istilahnya, menjual 'tanah air'.

Terkhusus batu bara, beberapa perusahaan akbar seperti Adaro Energy (ADRO), Bayan Resources (BYAN) & Harum Energy (HRUM) termasuk yg sangat diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas tahun ini yg secara langsung berkontribusi atas meningkatnya pundi-pundi sang pemilik.

Begitu juga dari sektor perkebunan kelapa sawit, kenaikan harga yg signifikan sanggup membawa satu pengusaha yg fokus utamanya memang berbisnis kelapa sawit - selain gurita bisnis konglomerat yg tersebar di banyak sektor termasuk perkebunan sawit - masuk dalam jajaran 10 orang terkaya di Indonesia.

Empat taipan yg memiliki hubungan dengan Adaro, kekayaannya meningkat tahun ini karena kinerja saham & keuangan yg cemerlang. CEO Garibaldi Thohir kekayaan bersihnya meningkat 58% jadi US$ 2,6 miliar, presiden komisaris Edwin Soeryadjaya kekayaannya meningkat lebih dari dua kali lipat jadi $1,51 miliar, wakil presiden komisaris Theodore Rachmat naik sebesar 78% jadi US$ 2,84 miliar, & dewan komisaris Arini Subianto melonjak 60% jadi US$ 975 juta.

TP Rachmat sendiri memiliki konglomerasi bisnis Triputra Group yg juga mengelola perkebunan kelapa sawit yg salah satu anak usahanya baru melaksanakan penawaran saham perdana tahun ini.

Selain itu ada juga nama Kiki Barki pemilik Harum Energy & Low Tuck Kwong pengendali Bayan Resource yg kekayaannya ikut bertambah tahun ini.

Sedangkan dari industri kelapa sawit nama Bachtiar Karim pemilik Musim Mas Group akhirnya masuk dalam 10 orang terkaya setelah empat tahun beruntun sebelumnya, menguntit di posisi belasan.

Selain itu nama pengusaha sawit kawakan lain seperti Sukanto Tanoto & Martua Sitorus juga masih tercatat dalam daftar orang terkaya.

Selanjutnya ada juga pengusaha yg memang bisnis utamanya bukan dari komoditas, tetapi memiliki unit bisnis spesifik yg mengeksploitasi segmen menggiurkan ini. Pengusaha tersebut salah satunya adalah Anthoni Salim yg lebih diketahui lewat aksinya di bidang konsumer, tetapi juga memiliki perkebunan kelapa sawit.

Lalu bagaimana dengan negara tetangga? Apakah masih mengandalkan komoditas untuk memenuhi dompet para taipan yg kian tebal dengan kantong kian dalam?

Negeri Jiran Malaysia adalah salah satu negara yg lanskap taipannya mirip dengan Indonesia. Hal ini karena negara tersebut juga terkenal dengan komoditas ekspor hasil buminya, seperti kelapa sawit & Karet.

Data Forbes mencatat setidaknya ada 13 taipan yg masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Malaysia dengan bisnis utamanya berkaitan dengan komoditas kelapa sawit & karet. Ini tidak termasuk yg berbisnis di sektor migas & pertambangan.

Sementara itu di Filipina & Thailand, jumlah taipan yg berbisnis sumber daya alam jumlah jauh lebih sedikit, dengan masing-masing negara menyumbang kurang dari 20% taipan di daftar Forbes tahun ini yg secara langsung & bisnis utamanya terikat dengan komoditas.

Sementara itu, Singapura yg merupakan ibukota keuangan Asia Tenggara, tercatat cuma ada tiga taipan dengan pemasukan utama berasal dari bisnis sumber daya alam. Masing-masing adalah Kuok Khoon Hong (US$ 3,8 miliar) dari kelapa sawit, Arvind Tiku (US$ 2,2 miliar) dari bisnis migas di Kazakhstan & Robert Friedland (US$ 1,95 miliar) dari bisnis tambang di Mongolia.

Adapun segmen yg menyumbang taipan paling banyak di Singapura berasal dari sektor keuangan, teknologi & real estat.


TIM RISET CNBC INDONESIA


Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market...jual-tanah-air Hari ini 04:15
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.