Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Awal tahun adalah semangat baru bagi guru-guru, anak didik & juga kebanyakan orangtua. Banyak persiapan yg dilakukan. Menyusun progam kegiatan bagi guru & sekolah. Orangtua juga menyiapkan buku baru, baju baru bagi anak yg memang bajunya sudah sempit. Sepatu baru atau juga tas baru.
Intinya semuanya serba semangat baru. Meskipun semua peralatan sekolah nggak harus baru.
Asaalamu:alaikum gansist, ketemu lagi di threed ane,.
Hari perdana sekolah biasanya dijadikan moment romantis bagi orangtua untuk mengantar putera-puterinya ke sekolah. Terkadang beberapa orangtua ada yg rela mengambil cuti demi untuk dapat mengantar anaknya. Bahkan tahun sebelumnya sang gubernur menghimbau orangtua untuk menyempatkan waktunya mengantar putera-puterinya ke sekolah. Karena ini adalah salah satu bounding orantua kepada anaknya.
Namun kali in, di tahun pandemi, tahun ajaran baru tetap berjalan, meskipun sistem pembelajarannya daring & harus dilakukan di rumah masing-masing. Sesuai " Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19."
" Surat Edaran Nomor 15 ini untuk memperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Covid-19. "
Yang biasanya orangtua mengantar ke sekolah. Tapi kali ini orangtua harus mendampingi anak belajar di rumah. Bagaimana dengan orangtua yg bekerja dong? Kalau sekolah kan masih merasa plong pergi kerja, tetapi ini??
Mungkin banyak yg menyetujui sistem ini, demi mencegah penyebaran Covid 19. Namun banyak juga orangtua yg harap melihat anaknya Kembali ke sekolah. Karena 4 bulan membersamai anak belajar di rumah pasti bukan hal yg mudah. Tapi semua kebijakan pasti ada plus minus & pro kontra. Jadi ane tak mau membahas itu di sini ya.
Ane cuma mau membahas keseruan di hari perdana masuk sekolah. Kesibukan guru-guru yg mempersiapkan diri dengan sepenuh hati, untuk menyapa anak didik via zoom. Melepas rindu yg selama ini begitu menyesakan dada. Walaupun ada agenda mati lampu mendadak. Sehingga menciptakan wifi sekolah mati.
Tapi Alhamdulillah meski terjeda, agenda untuk menyapa anak-anak tetap dapat terlaksana.
Terlihat di layar zoom anak-anak yg sudah memakai pakaian seragam lengkap seperti sekolah normal. Meskipun sekolahnya harus dari rumah. Di wajahnya terlihat jelas garis kerinduan yg tak terungkap. Tapi ada juga yg terlihat kaku. Berbeda saat berjumpa dengan sang guru secara langsung. Keakrabannya begitu cair & hangat.
Terlebih lagi anak-anak kelas 1 yg masih MPLS. Terlihat masih canggung karena baru mengenal paras gurunya dari layar hp atau laptop.
Di saat pandemi ini mungkin kita difasiltasi dengan teknologi yg mumpuni & canggih. Berbagai macam aplikasi tersedia & dapat diunduh secara mudah, asal memory & kuotanya ada ya.... Sehingga kita tetap dapat bertatap muka via online. Meskipun jarak memisahkan. Namun ternyata kecanggihan teknologi tak sanggup mengalahkan & mewakili nikmatnya rasa berjumpa secara langsung di dunia nyata.
Semoga pendemi ini segera berlalu. Sehingga sekolah juga kembali normal. Seperti normalnya rumah ibadah, mall, pasar ataupun tempat wisata. Aamiin..
Depok, 13 Juli 2020
Sumber : Opini Pribadi
Gambar: Whatsapp
Hari ini 00:25