• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tahukah Bahwa Islam Memiliki Bendera Sendiri ?

MasterOfAlchemy

IndoForum Senior D
No. Urut
67707
Sejak
1 Apr 2009
Pesan
4.780
Nilai reaksi
300
Poin
83
67190_470475382340_130268727340_6328010_2767712_n.jpg

Apakah anda tahu bahwa Islam memiliki bendera yang khas? Ya, Islam merupakan dien yang lengkap yang mengatur segala aspek hidup salah satunya dalam masalah tata negara, termasuk pengaturan bendera. Bendera Islam telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.



Bendera Rasulullah terdiri dari:

1. Al-liwa (bendera putih)
2. Ar-rayah (panji hitam)

Di dalam bahasa Arab, bendera dinamai dengan liwa (jamaknya adalah alwiyah). Sedangkan panji-panji perang dinamakan dengan rayah. Disebut juga dengan al-‘alam (1). Rayah adalah panji-panji yang diserahkan kepada pemimpin peperangan, dimana seluruh pasukan berperang di bawah naungannya. Sedangkan liwa adalah bendera yang menunjukan posisi pemimpin pasukan, dan ia akan dibawa mengikuti posisi pemimpin pasukan.



Liwa adalah al-‘alam (bendera) yang berukuran besar. Jadi, liwa adalah bendera Negara. Sedangkan rayah berbeda dengan al-‘alam. Rayah adalah bendera yang berukuran lebih kecil, yang diserahkan oleh khalifah atau wakilnya kepada pemimpin perang, serta komandan-komandan pasukan Islam lainnya. Rayah merupakan tanda yang menunjukan bahwa orang yang membawanya adalah pemimpin perang (2).



Liwa, (bendera negara) berwarna putih, sedangkan rayah (panji-panji perang) berwarna hitam. Banyak riwayat (hadist) warna liwa dan rayah, diantaranya :



Rayahnya (panji peperangan) Rasul SAW berwarna hitam, sedang benderanya (liwa-nya) berwarna putih (HR. Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah)



Meskipun terdapat juga hadist-hadist lain yang menggambarkan warna-warna lain untuk liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang), akan tetapi sebagian besar ahli hadits meriwayatkan warna liwa dengan warna putih, dan rayah dengan warna hitam.



Tidak terdapat keterangan (teks nash) yang menjelaskan ukuran bendera dan panji-panji Islam di masa Rasulullah SAW, tetapi terdapat keterangan tentang bentuknya, yaitu persegi empat.



Panji Rasulullah saw berwarna hitam, berbentuk segi empat dan terbuat dari kain wol (HR. Tirmidzi)



Al-Kittani (3) mengetengahkan sebuah hadist yang menyebutkan :



Rasulullah saw telah menyerahkan kepada Ali sebuah panji berwarna putih, yang ukurannya sehasta kali sehasta.



Pada liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang) terdapat tulisan Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah. Pada liwa yang berwarna dasar putih, tulisan itu berwarna hitam. Sedangkan pada rayah yang berwarna dasar hitam, tulisannya berwarna putih. Hal ini dijelaskan oleh Al-Kittani (4), yang berkata bahwa hadist-hadist tersebut (yang menjelaskan tentang tulisan pada liwa dan rayah) terdapat di dalam Musnad Imam Ahmad dan Tirmidzi, melalui jalur Ibnu Abbas. Imam Thabrani meriwayatkannya melalui jalur Buraidah al-Aslami, sedangkan Ibnu ‘Adi melalui jalur Abu Hurairah.



Begitu juga Hadist-hadist yang menunjukan adanya lafadz Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah , pada bendera dan panji-panji perang, terdapat pada kitab Fathul Bari (5).



Berdasarkan paparan tersebut diatas, bendera Islam (liwa) di masa Rasulullah saw adalah berwarna putih, berbentuk segi empat dan di dalamnya terdapat tulisan Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah dengan warna hitam. Dan panji-panji perang (rayah) di masa Rasulullah saw berwarna dasar hitam, berbentuk persegi empat, dengan tulisan di dalamnya Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah berwarna putih.



Bendera inilah yang akan membebaskan negeri negeri Islam dari penjajahan AS di Iraq, Afgahanistan, dll serta penjajahan Zionis Yahudi di Palestina. Akan mempersatukan Ummat dalam Negara Khilafah dan membebaskan mesjidil Aqsha, dan akan menjadi bendera Negara Khilafah yang di Janjikan oleh Rasulullah, Insya Allah.

156882_470479707340_130268727340_6328055_164031_n.jpg

Ar Rayah dan Al Liwa, waktu konfrensi Khilafah 2007

156913_470479862340_130268727340_6328056_5412694_n.jpg

Ar Rayah dan Al Liwa di Masjidil Aqsha

65787_470479972340_130268727340_6328057_2413740_n.jpg

Ar Rayah Mujahidin

155585_470480987340_130268727340_6328090_7112779_n.jpg

Insya Allah

Sumber www.facebook.com tepatnya di grup 250 Juta Dukungan Untuk Ganti Kapitalisme, Sosialisme/Komunisme dgn ISLAM
 
wah ane baru tau.....nice info.....\m/

selama ini ane pikir warnanya ijo......ternyata putih dan item....

btw.....itu doraemonnya jadi Muslim y =))=))
 
wah ane baru tau.....nice info.....\m/

selama ini ane pikir warnanya ijo......ternyata putih dan item....

btw.....itu doraemonnya jadi Muslim y =))=))

kalo ijo2 mah itu benderanya Arab Saudi :D

kemungkinan jg bisa simbol "cendol" buat gw ;;)

Doraemon kan robot, gpp dong kalo dia jadi muslim :)) (emg ada yah robot beragama =)))
 
ganti bendera haram nasionalisme kalian dengan bendera persatuan yaitu bendera hitam dan bendera putih!!!!
Nasionalisme Najis!!!! rendah banget bagi gw nasionalisme.
bendera palestina aja gw jadiin keset kaki depan pintu kamar mandi..
jijik gw sama bendera palestina..
 
lebih suka bendera Merah Putih -_-a

Merah darahku..
Putih tulangku..
bersatu dalam semangatku..
 
lebih suka bendera Merah Putih -_-a

Merah darahku..
Putih tulangku..
bersatu dalam semangatku..

gini siz, negara Indonesia bakal jadi bagian dari Khilafah Islamiyah, extend gt :D
jadi dgn kata lain nanti semua negara yg dikehendaki akan menjadi satu gt :)

benderanya pun ganti, :D

@Asoy, iyee, tapi jangan berlebihan :))
 
ada yang lebih suka dengan bendera yang warnanya merah+putih dibandingi dengan Ar Rayah dan Al Liwa, artinya sama dengan lebih suka sama pancasila yang percaya 5 agama (klo di hitung-hitung tuhannya bisa sampe 8 lebih itu klo digabung) di bandingkan dengan syariat ISLAM.

bukan saran nih, tapi teguran, minimalkan nafsu dalam berbicara, berfikir, bertindak, caranya? pelajari ilmu agama.....

subbahanallah.....

kita sama-sama belajar disini, sukron........
 
Tuhan (Allah SWT) tidak pernah meng-kotak2an manusia dengan apa yang dinamakan "negara", manusia lah yang mengkotak2an diri mereka dalam batasan berdasarkan keturunan..

Keturunan ----> perasaan senasib ---> Negara

tidak sadarkah mereka, mereka -walau dimana pun mereka berada- berasal dari dua Manusia yaitu ADAM dan HAWA..

anyway, saya tidak mengatakan bahwa saya tidak setuju dengan nasionalisme, saya setuju dengan adanya nasionalisme kenegaraan, tapi dengan aturan2/hukum2 keagamaan..

intinya,
agama dan negara tidak bisa di pisahkan satu sama lain
 
Siapa saja yang berbangga-bangga dengan kebanggaan jahiliah, maka hendaklah kalian menyuruh mereka menggigit kemaluan bapaknya, dan janganlah kalian mengatakan hal itu secara samar-samar. (HR. Ahmad, Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Thabrani)

Sungguh hina dina kaum yang membangga-banggakan nenek moyang mereka. Atau mereka itu akan benar-benar menjadi lebih hina di sisi Allah dari pada seekor ju’al (sejenis hewan) yang mengais-ngais sampah dengan menggunakan hidungnya. (HR. Ahmad dan Thabrani)

Naudzubillah
 
ga ada yang ngebanggain keturunan bro :D
ane bilang manusia itu asalnya dari ADAM dan HAWA..
jadi sangat bodoh bila meng-kotak2an diri berdasarkan ras, suku, dan kebangsaan..
kalau boleh minta, ane ga ingin ada negara..

tapi semuanya tergantung apa yang dimaksud dengan kata "nasionalisme" itu sendiri
jika nasionalisme itu, menolak tiap bentuk penindasan, penjajahan.. ane rasa itu ga ada salahnya selama masih berpijak pada koridor Syari'at ISLAM..beda halnya dengan "Nasionalisme pengkultusan" yang cenderung kepada sekularisme..nah yang ini yang ane ga setuju..

masalahnya sekarang bukan di penting atau ga nya Nasionalisme/khilafah..tapi bagaimana mental manusia yang ada di dalam lingkup Organisasi kenegaraan tersebut..sebab percuma ngotot menegakkan Daulah bila Mental dan Moral manusianya masih rendah..

ujung2nya bakal hilang juga..
intinya perkuat dasar, baru kita bicara tentang Daulah..
 
Sebenarnya sejak awal Khilafah Islamiyah untuk seluruh umat manusia >:D<
entah untuk Umat Islam, Kristiani, Buddhis, negro, mongoloid, keturunan Arab, keturunan Israel, keturunan China dsb, bener kata Arcala LapanganBerBata (:P) :D

kalau Akidah Islamiyah/Agama Islam ya untuk Umat Muslim dan orang yang mau mengimani Ajaran Islam. hehehehe :D

Manusia = Bani Adam, harus bersatu, tidak saling membeda2kan /no1
 
ganti bendera haram nasionalisme kalian dengan bendera persatuan yaitu bendera hitam dan bendera putih!!!!
Nasionalisme Najis!!!! rendah banget bagi gw nasionalisme.
bendera palestina aja gw jadiin keset kaki depan pintu kamar mandi..
jijik gw sama bendera palestina..

Setuju...

tapi sampai segitunya ya brow... :(

Peraturan untuk dunia dan akhirat... Mantab.
 
tambahan bos

2aqi.jpg


infidelholdingisisaflag.jpg


Aceh pun dahulu memakai bendera ini

bendera+perang+acheh.JPG


dan para mujahidin nusantara seperti dipenogoro, imam bonjol dll
menggunakan bendera hitam dan putih, karena dulu indonesia bagian dari negara Islam atau khilafah

khilafah.jpeg


HTA%20image%20-%20a%20matter%20of%20time.png


Renungan


1+khilafah.jpg


Wahai Umat Islam Yang Tinggal di Atas Muka Bumi ALLAH SWT ..!!!!!

ketahuilah bahwa

Tuhan Kita 1.. Rasul Kita 1.. Quran Kita 1..
Syahadah Kita 1.. Kiblat Kita 1.. Jihad Kita 1..!!!!!
Mengapa Negara Kita Tidak 1 di Atas Muka Bumi ALLAH SWT ini ?
Sedangkan Kita Adalah Umat Yang 1..!!!!!

saedarlah
 
@asoy : om itu yg bendera Aceh warnanya oranye /?
klo boleh tau, itu bendera perang di Aceh waktu zaman kapan y ?
 
sebelum beliau juga sudah ada yg make.
para mujahidin nusantara/ pahlawan indonesia juga menggunakan bendera itu.

Medali-khalifah-2.jpg

Ini merupakan medali pemberian khalifah dari khilafah ustmani kepada kesultanan jambi

Analisis bahwa kesultanan Islam di Nusantara sebenarnya sudah memiliki hubungan erat dengan Khilafah, semakin terbukti dalam pertemuan ini. Staf museum sempat memperlihatkan medali emas yang dipersembahkan oleh Khalifah Ustmani di Turki kepada utusan Sultan Thaha Syaifuddin yang datang meminta pertolongan Khalifah untuk melawan penjajahan Belanda di Jambi.

Medali berbentuk segi enam, menyerupai matahari terbit,terdapat tulisan dalam bahasa arab, tahun 1298 (H) dan ungkapan tanda pertukaran,cinta dan pujian. Medali ini sebelumnya disimpan oleh keturunan Sultan yang berdiam di Malaysia dan kini menjadi koleksi Museum Negeri Jambi.
 
yah kurang lebih nanti bendera yang muncul di khurasan itu ar roya..
dan sayangnya bkan merah putih ato ijo.. trus gimana dunk :(
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.