Pada umumnya orang menabung guna keperluan :
1. danang pensiun / kehidupan yang lebih baik
2. danang pendidikan anak-anak
3. danang untuk keadaan darurat.
danang-danang tersebut tidaklah sedikit karenanya kebanyakan orang butuh menabung dalam jangka waktu yang tidak sebentar, rata-rata membutuhkan waktu 10-20thn menabung dalam mencukup ke-3 danang utama diatas.
Tetapi andaikata dalam waktu menabung, si penabung terhambat oleh hal-hal di luar kekuasaannya, contoh saja penyakit atau sebuah kecelakaan bahkan kematian.
- Bagaimana danang-danang tersebut terpenuhi sedangkan si penabung sudah tidak bisa bekerja lagi dikarenakan faktor penghambat dari luar tersebut.
- Bagaimana hari tua si penabung?
- Bagaimana nasib pendidikan anak-anaknya?
- Bagaimana nasib keluarganya jika saja si penabung tiba-tiba meninggal dunia?
Kebanyakan keluarga atau si penabung sendiri setelah mengalami faktor-faktor penghambat tersebut akan mengalami masalah keuangan. Lalu bagaimana cara mengatasi masalah tersebut?
Berikut jawaban-jawaban hasil survey dari berbagai macam sumber :
1. Menjual harta
2. Meminjam uang
3. Meminta sumbangan, dll
Banyak orang sudah mulai sadar akan proteksi keuangan bagi dirinya dan keluarganya dengan melakukan :
1. Menabung di bunk
2. Melakukan Investasi
3. Membeli Asuransi, dll
Apakah dengan ke-3 hal tersebut keuangan sebuah keluarga sudah benar-benar terproteksi?
Kita ambil contoh kasus, sebut saja namanya Budi.
Budi ingin menabung di bunk dengan jumlah Rp.2jt setiap bulan untuk hari tuanya, pendidikan anak, dan kebutuhan-kebutuhan darurat.
Cerita I :
Budi bermaksud menabung di bunk sebesar Rp.2jt setiap bulannya, Sampai pada bulan ke-5 jumlah tabungannya telah mencapai angka Rp.10jt. Pada bulan ke-5 tersebut tiba-tiba dia sakit kritis (jantung,kanker,stroke) dan harus mengeluarkan danang sebesar Rp.200jt untuk pengobatannya.
Apakah pihak bunk mau memberikan Rp.200jt untuk pengobatannya sedangkan jumlah saldo di bunk tersebut hanya Rp.10jt?
Kita anggap saja Cerita I ini gagal. Dengan menabung di bunk tidak menjamin apapun terhadap keuangan seseorang.
Cerita II
Budi di cerita II ini sadar akan pentingnya asuransi, maka dia membeli sebuah polis asuransi dan menabung di bunk. Pada bulan ke-5 sama halnya dengan cerita I di atas, dia terserang penyakit kritis (JKS) dan harus mengeluarkan danang juga sebesar Rp.200jt untuk pengobatannya. Andaikan polis asuransi yang dia beli adalah asuransi kesehatan, dan biaya pengobatan sebesar Rp.200jt telah tercover oleh pihak asuransinya. Sampai disini, biaya pengobatan bukan menjadi masalah lagi bagi Budi. Tetapi bagaimana dengan tabungan dia selanjutnya? di bulan ke-6 Budi sudah tidak bisa lagi menabung dikarenakan kondisinya setelah terserang penyakit kritis tidak bisa lagi berkerja. Lalu bagaimana nasib keuangan dia kelak?
Ternyata menabung di bunk dan membeli polis asuransi belum sepenuhnya melindungi keuangan Budi.
Cerita III
Jika ceritanya masih sama, dan ada sebuah lembaga keuangan yang menawarkan biaya pengobatan Rp.200jt padahal hasil tabungan Budi masih Rp.10jt, bukan hanya itu saja, setelah menderita penyakit kritis dan Budi tidak mampu lagi bekerja dan menabung lagi, lembaga tersebut secara terus menerus menabungkan uang sebesar Rp.2jt ke dalam saldonya sampai Budi berumur 65thn. Dalam masa mengisi tabungan Budi sebesar Rp.2jt tiap bulan, lembaga tersebut juga masih melindungi Budi jika saja terjadi lagi kepada Budi hal-hal seperti :
1. Sakit kritis
2. Cacat tetap total
3. Meninggal
4. Biaya-biaya rumah sakit seperti rawat inap,ugd,operasi yang jumlahnya di perbaharui setiap tahunnya.
Pada cerita ke III ini tentu saja rekan-rekan setuju jika cara pada cerita III inilah yang paling baik, ya kan?!
Lembaga keuangan ini berasal dari Inggris dan mengelola keuangan selama 150 tahun lebih dan merupakan yang terbaik di Indonesia di bidangnya!
Lembaga ini juga menyediakan reward berupa jalan-jalan keluar negeri untuk nasabah yang dapat membantu mengajak teman-temannya bergabung.
Untuk lebih meyakinkan saudara, silahkan cek di majalah-majalah terkemuka seperti Investor dan Forbess.
Anda juga tidak perlu takut akan danang anda, semua urusan keuangan dan saldo anda, andalah yang lansung berurusan dengan Lembaga tersebut, dan bisa lansung mendebit dari kartu kredit anda, atau melalui bunk lokal seperti BCA, mandilu dll, tugas saya hanya membantu merencanakan keuangan anda saja.
Keuntungan-keuntungan lainnya :
1. danang dapat anda ambil kapan saja laiknya sebuah bunk
2. Hasil inves dengan return yang tinggi
3. Investasi minimal kecil, 350rb/bulan dan max tidak terbatas.
4. Memungkinkan anda berobat di Rumah Sakit tanpa mengeluarkan uang sepeserpun hanya dengan menunjukan sebuah kartu saja. (rumah sakit rekanan kami telah sampai ke RS tingkat kecamatan di selurun Indonesia), dan masih banyak lagi keuntungan lainnya.
Jika anda berminat, dan ingin mengetahui lembaga tersebut dan lebih detailnya lagi, silahkan hubungi saya, Indra, di nomor 021-92307888 atau 0857-1888-8118
Saya siap membantu perencanaan keuangan anda..!!
Salam Sukses!!
1. danang pensiun / kehidupan yang lebih baik
2. danang pendidikan anak-anak
3. danang untuk keadaan darurat.
danang-danang tersebut tidaklah sedikit karenanya kebanyakan orang butuh menabung dalam jangka waktu yang tidak sebentar, rata-rata membutuhkan waktu 10-20thn menabung dalam mencukup ke-3 danang utama diatas.
Tetapi andaikata dalam waktu menabung, si penabung terhambat oleh hal-hal di luar kekuasaannya, contoh saja penyakit atau sebuah kecelakaan bahkan kematian.
- Bagaimana danang-danang tersebut terpenuhi sedangkan si penabung sudah tidak bisa bekerja lagi dikarenakan faktor penghambat dari luar tersebut.
- Bagaimana hari tua si penabung?
- Bagaimana nasib pendidikan anak-anaknya?
- Bagaimana nasib keluarganya jika saja si penabung tiba-tiba meninggal dunia?
Kebanyakan keluarga atau si penabung sendiri setelah mengalami faktor-faktor penghambat tersebut akan mengalami masalah keuangan. Lalu bagaimana cara mengatasi masalah tersebut?
Berikut jawaban-jawaban hasil survey dari berbagai macam sumber :
1. Menjual harta
2. Meminjam uang
3. Meminta sumbangan, dll
Banyak orang sudah mulai sadar akan proteksi keuangan bagi dirinya dan keluarganya dengan melakukan :
1. Menabung di bunk
2. Melakukan Investasi
3. Membeli Asuransi, dll
Apakah dengan ke-3 hal tersebut keuangan sebuah keluarga sudah benar-benar terproteksi?
Kita ambil contoh kasus, sebut saja namanya Budi.
Budi ingin menabung di bunk dengan jumlah Rp.2jt setiap bulan untuk hari tuanya, pendidikan anak, dan kebutuhan-kebutuhan darurat.
Cerita I :
Budi bermaksud menabung di bunk sebesar Rp.2jt setiap bulannya, Sampai pada bulan ke-5 jumlah tabungannya telah mencapai angka Rp.10jt. Pada bulan ke-5 tersebut tiba-tiba dia sakit kritis (jantung,kanker,stroke) dan harus mengeluarkan danang sebesar Rp.200jt untuk pengobatannya.
Apakah pihak bunk mau memberikan Rp.200jt untuk pengobatannya sedangkan jumlah saldo di bunk tersebut hanya Rp.10jt?
Kita anggap saja Cerita I ini gagal. Dengan menabung di bunk tidak menjamin apapun terhadap keuangan seseorang.
Cerita II
Budi di cerita II ini sadar akan pentingnya asuransi, maka dia membeli sebuah polis asuransi dan menabung di bunk. Pada bulan ke-5 sama halnya dengan cerita I di atas, dia terserang penyakit kritis (JKS) dan harus mengeluarkan danang juga sebesar Rp.200jt untuk pengobatannya. Andaikan polis asuransi yang dia beli adalah asuransi kesehatan, dan biaya pengobatan sebesar Rp.200jt telah tercover oleh pihak asuransinya. Sampai disini, biaya pengobatan bukan menjadi masalah lagi bagi Budi. Tetapi bagaimana dengan tabungan dia selanjutnya? di bulan ke-6 Budi sudah tidak bisa lagi menabung dikarenakan kondisinya setelah terserang penyakit kritis tidak bisa lagi berkerja. Lalu bagaimana nasib keuangan dia kelak?
Ternyata menabung di bunk dan membeli polis asuransi belum sepenuhnya melindungi keuangan Budi.
Cerita III
Jika ceritanya masih sama, dan ada sebuah lembaga keuangan yang menawarkan biaya pengobatan Rp.200jt padahal hasil tabungan Budi masih Rp.10jt, bukan hanya itu saja, setelah menderita penyakit kritis dan Budi tidak mampu lagi bekerja dan menabung lagi, lembaga tersebut secara terus menerus menabungkan uang sebesar Rp.2jt ke dalam saldonya sampai Budi berumur 65thn. Dalam masa mengisi tabungan Budi sebesar Rp.2jt tiap bulan, lembaga tersebut juga masih melindungi Budi jika saja terjadi lagi kepada Budi hal-hal seperti :
1. Sakit kritis
2. Cacat tetap total
3. Meninggal
4. Biaya-biaya rumah sakit seperti rawat inap,ugd,operasi yang jumlahnya di perbaharui setiap tahunnya.
Pada cerita ke III ini tentu saja rekan-rekan setuju jika cara pada cerita III inilah yang paling baik, ya kan?!
Lembaga keuangan ini berasal dari Inggris dan mengelola keuangan selama 150 tahun lebih dan merupakan yang terbaik di Indonesia di bidangnya!
Lembaga ini juga menyediakan reward berupa jalan-jalan keluar negeri untuk nasabah yang dapat membantu mengajak teman-temannya bergabung.
Untuk lebih meyakinkan saudara, silahkan cek di majalah-majalah terkemuka seperti Investor dan Forbess.
Anda juga tidak perlu takut akan danang anda, semua urusan keuangan dan saldo anda, andalah yang lansung berurusan dengan Lembaga tersebut, dan bisa lansung mendebit dari kartu kredit anda, atau melalui bunk lokal seperti BCA, mandilu dll, tugas saya hanya membantu merencanakan keuangan anda saja.
Keuntungan-keuntungan lainnya :
1. danang dapat anda ambil kapan saja laiknya sebuah bunk
2. Hasil inves dengan return yang tinggi
3. Investasi minimal kecil, 350rb/bulan dan max tidak terbatas.
4. Memungkinkan anda berobat di Rumah Sakit tanpa mengeluarkan uang sepeserpun hanya dengan menunjukan sebuah kartu saja. (rumah sakit rekanan kami telah sampai ke RS tingkat kecamatan di selurun Indonesia), dan masih banyak lagi keuntungan lainnya.
Jika anda berminat, dan ingin mengetahui lembaga tersebut dan lebih detailnya lagi, silahkan hubungi saya, Indra, di nomor 021-92307888 atau 0857-1888-8118
Saya siap membantu perencanaan keuangan anda..!!
Salam Sukses!!