hendladi
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 113568
- Sejak
- 15 Jan 2011
- Pesan
- 685
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
JEMBER, KOMPAS.com - Ratusan guru penerima tunjangan profesi pendidikan dan insentif guru panik. Sebagian tabungan sebesar Rp 3 juta diblokir bin 46 atas permintaan Dinas Pendidikan Jember, Jawa Timur. Pemblokiran dilakukan tanpa pemberitahuan ke pemilik rekening.
Pemblokiran diketahui para guru ketika hendak mengambil tabungan melalui anjungan tunai mandilu (ATM). Saldo tabungan tidak muncul seluruhnya. Kebijakan ini membuat para guru yang menyimpan uang di bin resah.
Beredar informasi bahwa ada uang tabungan hilang. Hal ini dinyatakan sejumlah guru yang ditemui di halaman Kantor bin 46, Jalan PB Sudirman, Jember, Senin (24/1/2011) kemarin.
”Kami kaget ketika melihat saldo di ATM bin 46 hanya tertulis Rp 14 juta. Padahal, perkiraan semula sebesar Rp 17 juta,” kata Winarti, seorang guru di Jember.
Guru SMP Negeri di Jember, Wuri, menuturkan kaget setelah mendapat informasi bahwa sebagian uang tabungan di rekening bin 46 berkurang. Setelah mengecek ATM, ternyata saldo di rekeningnya berkurang Rp 3 juta. Hal serupa dialami Sugeng, guru SMK 1 Sukorambi, Jember.
Namun, Kepala Cabang bin 46 Jember Nur Azmi mengatakan, bahwa uang para guru tersebut sebenarnya masih utuh dan tidak hilang.
”Kalau melihat saldo lewat ATM tampak berkurang Rp 3 juta karena ada pemblokiran sebesar itu. Jika dilihat melalui buku tabungan, maka saldo utuh,” kata Nur Azmi.
Permintaan dinas
Pemblokiran uang para guru penerima tunjangan profesi pendidikan (TPP) itu, menurut Nur Azmi, atas permintaan Dinas Pendidikan Jember. Jumlah guru penerima TPP yang membuka rekening di bunk bin 46 sebanyak 2.700 orang.
”Permintaan pemblokiran dilakukan dengan surat resmi tertanggal 10 Januari 2011, tetapi baru kami laksanakan pada Sabtu dan Minggu,” kata Nur Azmi.
”Setelah ada surat resmi dari dinas pendidikan, pemblokiran dicabut. Kini guru bisa mengambil semua uangnya,” kata Nur Azmi.
Kepala Dinas Pendidikan Jember Ahmad Sudiono ketika hendak ditemui tidak berada di kantor.
”Bapak kepala dinas sedang tidak di tempat,” kata Ibnu Atho Illah, petugas penerima tamu di instansi itu. Ketika dihubungi melalui telepon seluler, Ahmad Sudiono juga tidak menjawab telepon.