yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Ratusan warga Desa Parampuan Kecamatan Labuapi Lombok Barat membakar satu unit mobil dum truk di Jalan Kiyai Haji Ahmad Dahlan, Lombok Barat, Kamis 7 Juni 2012.
Aksi warga itu menyusul kecelakaan lalulintas yang menyebabkan seorang pengendara sepeda motor tewas di tempat. Warga melempar serta menyiram mobil truk itu dengan bensin lalu membakarnya.
Peristiwa itu membuat arus lalulintas yang menghubungkan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Barat macet total. Bahkan sejumlah pengendara terpaksa kembali untuk menghindari kemarahan warga.
Menurut Musni, warga Peseng, kecelakaan terjadi antara mobil truk dengan nomor polisi DR 8680 SZ dengan sepeda motor Honda Vario DR 5705 AS. Kondisi bagian depan sepeda motor rinsek dan veleg bengkok. Setelah ditabrak, pengendara sepeda motor yang bernama Sunarmin warga Peseng, Kebon Ayu, Lombok Barat langsung tewas di tempat.
Peristiwa tabrakan itu menarik perhatian warga sekitar tempat kejadian perkara. Mereka langsung beramai-ramai datang untuk menolong korban. Bahkan secara spontan warga yang tampak kesal langsung merusak dan membakar truk.
"Masalahnya mobil damtruk seperti ini nggak bisa pelan, selalu ngebut dan menyalip kendaraan di depannya sehingga terjadi kecelakaan," ujar Musni kepada wartawan.
Selain Musni, Sahman, warga sekitar juga mengatakan aksi pembakaran mobil oleh warga merupakan luapan emosi karena kerap terjadi kecelakaan serupa di jalan tersebut. Lagipula ruas jalan itu sempit. Namun kendaraan sering kali lewat dengan kecepatan tinggi.
Sementara itu Eful sopir truk berhasil menyelamatkan diri dari amukan warga. Petugas kepolisian lalu lintas Resort Lombok Barat langsung mengamankan sopir truk.
Kepala satuan lalu lintas Polres Lombok Barat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Endang Sukmawati mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus kecelakaan lalulintas itu. "Kami masih olah TKP dan menyelidiki kasus ini secara professional. Pengemudi sudah kami tahan untuk dimintai keterangan," ujar Endang.
Hingga saat ini warga masih berkumpul untuk menyaksikan peristiwa pembakaran itu. Bahkan diantara mereka sempat melempar truk itu dengan pelastik berisi bensin meski polisi sedang melakukan olah TKP. Sedangkan jenazah korban langsung dibawa ke rumahnya untuk selanjutnya dimakamkan.
Aksi warga itu menyusul kecelakaan lalulintas yang menyebabkan seorang pengendara sepeda motor tewas di tempat. Warga melempar serta menyiram mobil truk itu dengan bensin lalu membakarnya.
Peristiwa itu membuat arus lalulintas yang menghubungkan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Barat macet total. Bahkan sejumlah pengendara terpaksa kembali untuk menghindari kemarahan warga.
Menurut Musni, warga Peseng, kecelakaan terjadi antara mobil truk dengan nomor polisi DR 8680 SZ dengan sepeda motor Honda Vario DR 5705 AS. Kondisi bagian depan sepeda motor rinsek dan veleg bengkok. Setelah ditabrak, pengendara sepeda motor yang bernama Sunarmin warga Peseng, Kebon Ayu, Lombok Barat langsung tewas di tempat.
Peristiwa tabrakan itu menarik perhatian warga sekitar tempat kejadian perkara. Mereka langsung beramai-ramai datang untuk menolong korban. Bahkan secara spontan warga yang tampak kesal langsung merusak dan membakar truk.
"Masalahnya mobil damtruk seperti ini nggak bisa pelan, selalu ngebut dan menyalip kendaraan di depannya sehingga terjadi kecelakaan," ujar Musni kepada wartawan.
Selain Musni, Sahman, warga sekitar juga mengatakan aksi pembakaran mobil oleh warga merupakan luapan emosi karena kerap terjadi kecelakaan serupa di jalan tersebut. Lagipula ruas jalan itu sempit. Namun kendaraan sering kali lewat dengan kecepatan tinggi.
Sementara itu Eful sopir truk berhasil menyelamatkan diri dari amukan warga. Petugas kepolisian lalu lintas Resort Lombok Barat langsung mengamankan sopir truk.
Kepala satuan lalu lintas Polres Lombok Barat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Endang Sukmawati mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus kecelakaan lalulintas itu. "Kami masih olah TKP dan menyelidiki kasus ini secara professional. Pengemudi sudah kami tahan untuk dimintai keterangan," ujar Endang.
Hingga saat ini warga masih berkumpul untuk menyaksikan peristiwa pembakaran itu. Bahkan diantara mereka sempat melempar truk itu dengan pelastik berisi bensin meski polisi sedang melakukan olah TKP. Sedangkan jenazah korban langsung dibawa ke rumahnya untuk selanjutnya dimakamkan.