• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Syukur & Ego, Topeng Di Balik Sebuah Wajah

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Pernahkah kalian mendengar atau mengucap kalimat, "Ingatlah untuk bersyukur dengan pekerjaanmu saat ini, semua pekerjaan sama saja atau Kau harus hidup dalam rasa syukur. Jika pernah maka kita adalah manusia yg hidup dilingkungan yg normal. Namun kalau ditelaah kata-kata ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar, memang ajaran agama manapun mengajarkan hidup untuk bersyukur. Tapi kalau menarik diri dengan keadaan saat ini, saya rasa kita perlu memperjelas mengatakan syukur ini.

Kita misalkan sebuah kasus dimana seorang yg mengajar sebagai guru honorer yg punya gaji yg tidak layak karena cuma cukup untuk menutupi kebutuhan pribadinya saja. anggaplah dia bersyukur kepada Tuhan karena dia masih dapat bertahan hidup dengan kondisinya yg seperti itu. Sampai disini si guru honorer ini merasa dirinya penuh rasa syukur. Lalu disuatu ketika dia berjumpa dengan seorang guru PNS yg sudah mapan, guru PNS ini mengatakan "syukuri aja apa yg bapak kerjakan saat ini, karena semua pekerjaan itu sama saja".

Coba baca pesan terkahir itu! saya pribadi mengatakan itu bullshit. Guru PNS sanggup berkata begitu karena dia sudah berada di atas. Sebaliknya Guru Honorer itu pasti tetap mengucap syukur kepada Tuhan karena masih dapat bertahan dengan kondisinya sekarang. Tetapi pasti terbersit sebuah ego yg mengharapkan kenaikan status dalam pikiran guru Hononer itu. Karena sejatinya seorang manusia itu punya ego untuk mengupgrade diri jadi lebih baik.

Nah, karena itu saya punya kesimpulan bahwa rasa syukur pasti ada kalanya tidak dibutuhkan khususnya untuk kasus mengupgrade diri. Kenapa begitu karena di dunia ini tidak ada manusia yg sanggup konstan dengan kehidupannya tanpa mengupgrade diri. Misalnya seorang yg sudah tamat SMA karena melihat dunia kerja yg butuh sarjana dia pun akhirnya pergi menempuh gelar sarjana, lalu saat sudah sarjana dia melihat juga bahwa dunia kerja jauh lebih mudah kalau dia ambil S2 juga, begitu selanjutnya hingga jenjang tertinggi.

dari ilustrasi di atas kalau kita telaah seolah-olah konsep bersyukur tidak tampak di sana bukan??? Karena inilah saya berpendapat bahwa ada kalanya kita bersyukur & ada kalanya kita harus mementingkan EGO karena sejatinya manusia itu punya naluriah seperti itu.

Demikianlah bahasan saya kali ini, kalau ada kesalahan dalam pendapat atau penulisan saya memohon maaf. Jika setuju maupun tidak setuju dengan opini saya silahkan beri komentar pada kolom komentar. Sekian & Terima Kasih.


Quote:
Sebatas Opini Penulis, silahkan setuju atau tidak setuju.
Kebebasan berpendapat sangat dijungjung dalam thread ini.


Hari ini 09:13
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.