yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Syifa Maisyatul Khoirot (20) dan suaminya, Jaja Nurdiansyah (31), Rabu (24/10/2012), akhirnya bisa memiliki bayi laki-laki yang ditemukan di dekat Kepolisian Resor Kabupaten Bekasi, dua pekan lalu, sebagai anaknya.
Bayi itu diyakini sebagai Cello, anak mereka yang hilang di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Zahroh, Bekasi, setelah beberapa hari dilahirkan dan kemudian dibawa lari orang pada pertengahan September lalu.
Saat ditemukan di dekat Polres Bekasi dua pekan lalu, bayi itu ditaruh di dalam kardus dan di dalamnya ditemukan surat yang berisi pesan bahwa bayi itu bernama Muhamad Reza.
Untuk kepentingan penyelidikan, bayi laki-laki itu diserahkan Polres Bekasi kepada RS Ibu dan Anak Annisa, Bekasi, untuk dirawat. DNA bayi itu juga dites dengan DNA Syifa dan suaminya untuk dilihat kecocokannya.
Syifa mengungkapkan, mulanya tim penyelidik di Polres Bekasi menyatakan ada ketidakcocokan DNA pada bayi laki-laki itu dengan dia dan suaminya. Namun, ketidakcocokan itu hanya 1 persen sehingga dia menjadi tidak percaya dengan kesimpulan tim penyelidik.
”Sama polisi, saya malah ditawari adopsi. Jelas saya tidak mau karena yang tidak cocok hanya 1 persen, sedangkan 99 persen lagi DNA bayi itu dengan saya cocok,” katanya.
Selama dirawat di RS Ibu dan Anak Annisa, kata Syifa, bayi laki-laki itu juga mau dia susui. ”Ikatan batin saya dengan bayi itu juga ada. Fisik dan usianya pun sama dengan bayi saya yang hilang di RS Siti Zahroh. Makanya, saya yakin itu anak saya,” ujarnya.
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, yang mendamping Syifa, mengungkapkan, ada ketidaktegasan dari kepolisian dalam menangani kasus. Hal itu perlu menjadi perhatian dalam penegakan hukum.
Polisi yang pertama kali menyatakan DNA pada bayi laki-laki itu dengan Syifa dan Jaja tidak cocok, tetapi kepolisian akhirnya menyerahkan bayi itu kepada pasangan muda tersebut. Di sisi lain, polisi belum juga menindak tegas RS Siti Zahroh sebagai lembaga yang bertanggung jawab hilangnya bayi Syifa dan Jaja.
”Sampai sekarang tidak ada tindakan dari polisi terhadap rumah sakit itu. Semestinya sudah ada tindakan karena rumah sakit itu jelas-jelas longgar menjaga keamanan pasiennya,” katanya.
Arist mengatakan, Komnas PA menerima keputusan Polres Kabupaten Bekasi menyerahkan bayi itu kepada Syifa dan Jaja untuk melindungi bayi tersebut.
”Perspektif kami adalah perlindungan anak. Kami lebih mengutamakan keselamatan bayi tersebut. Lagi pula, Jaja dan Syifa memang tak memiliki niat buruk terhadap bayi itu, selain hanya karena mereka yakin bayi itu anaknya,” kata Arist.