yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Menteri Pertanian, Suswono, mengatakan bahwa target lahan yang diperlukan pemerintah untuk bisa berswasembada kedelai meningkat dari target sebelumnya.
"Saya kira, dengan kondisi yang ada sekarang ini, lahan yang dibutuhkan semakin besar," kata Suswono ketika ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin 3 September 2012.
Suswono menceritakan, pada awal dirinya terpilih, ia menargetkan pembuatan lahan baru sebanyak 500 ribu hektare untuk mewujudkan swasembada kedelai. Namun, saat ini targetnya melenceng.
Melencengnya target ini, menurut dia, karena banyaknya alih fungsi lahan yang awalnya ditujukan untuk menanam kedelai menjadi lahan pertanian lainnya. "Saya rasa, saat ini, dengan kondisi yang seperti ini, kami butuh minimal 700 ribu hektare," ujarnya.
Suswono mengungkapkan bahwa ia sudah merencanakan pembangunan lahan khusus kedelai ini. Namun, semakin hari, persoalan lahan ini terbentur oleh pihak yang menguasai lahan seperti Badan Pertanahan Nasional dan Menteri Kehutanan.
"Yang menguasai lahan tersebut hanya dua itu, kalau Menteri Pertanian hanya mendayagunakan," tuturnya.
Pada kenyataannya, Suswono melanjutkan, dari lahan telantar yang potensial seluas empat juta hektare, yang benar-benar bisa digunakan atau dimanfaatkan hanya 13 ribu hektare.
"Ini yang menyebabkan, walaupun seolah-olah lahan kita banyak, tapi tidak bisa eksekusi," kata dia.
"Saya kira, dengan kondisi yang ada sekarang ini, lahan yang dibutuhkan semakin besar," kata Suswono ketika ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin 3 September 2012.
Suswono menceritakan, pada awal dirinya terpilih, ia menargetkan pembuatan lahan baru sebanyak 500 ribu hektare untuk mewujudkan swasembada kedelai. Namun, saat ini targetnya melenceng.
Melencengnya target ini, menurut dia, karena banyaknya alih fungsi lahan yang awalnya ditujukan untuk menanam kedelai menjadi lahan pertanian lainnya. "Saya rasa, saat ini, dengan kondisi yang seperti ini, kami butuh minimal 700 ribu hektare," ujarnya.
Suswono mengungkapkan bahwa ia sudah merencanakan pembangunan lahan khusus kedelai ini. Namun, semakin hari, persoalan lahan ini terbentur oleh pihak yang menguasai lahan seperti Badan Pertanahan Nasional dan Menteri Kehutanan.
"Yang menguasai lahan tersebut hanya dua itu, kalau Menteri Pertanian hanya mendayagunakan," tuturnya.
Pada kenyataannya, Suswono melanjutkan, dari lahan telantar yang potensial seluas empat juta hektare, yang benar-benar bisa digunakan atau dimanfaatkan hanya 13 ribu hektare.
"Ini yang menyebabkan, walaupun seolah-olah lahan kita banyak, tapi tidak bisa eksekusi," kata dia.