AD5356QU
IndoForum Beginner C
- No. Urut
- 281096
- Sejak
- 27 Mei 2013
- Pesan
- 794
- Nilai reaksi
- 9
- Poin
- 18
Tapi seiring berjalan waktu, manfaat susu sapi semakin dikritisi para ilmuwan. Amanda Powell dari Medical Center Boston mengatakan, konsumsi susu sapi juga perlu dibentengi dengan nutrisi penting.
Produk itu memang diperkaya vitamin D untuk menyerap kalsium. Tapi tak ada serat di dalamnya. Selain itu, jumlah lemaknya juga variabel termasuk lemak jenuh.
Sementara Keith Ayoob, profesor klinis dari Departemen Pediatri di Albert Einstein College of Medicine berpendapat bahwa tak semua produk susu sapi baik. "Susu sapi memang baik, tapi di sana terdapat kandungan bovine somatotropin. Yakni hormon yang diberikan kepada sapi yang tak menghasilkan banyak susu, ini jelas mengkhawatirkan."
Amanda menambahkan: susu sapi juga memiliki laktosa. Hingga dapat menyebabkan masalah pencernaan bagi individu yang kekurangan enzim laktase.
Fakta lain diulas oleh Meagan Mohammadione, ahli gizi dari Emory Bariatric Center di Atlanta. Menurutnya, susu sapi memang lebih unggul dari susu kedelai, ataupun susu rendah protein lain seperti susu almond, susu beras ataupun susu rami.
Perlu diingat juga bahwa susu mengandung gula, meskipun laktosa pada gula susu tak berdampak signifikan pada gula darah. Sementara itu, beberapa orang memiliki alergi terhadap protein susu yang disebut kasein.
"Jika Anda tak toleran pada alergi susu, perut bisa sakit dan terasa mengandung gas. Ini kerap terjadi pada seseorang yang menyukai susu, tapi tubuhnya tak bisa mentolerir laktosa," tambah Meagan.