Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sebagai mahasiswa hukum, ane ga tau berpendapat seperti apa, dengan komentar beberapa netijin +62 akhir-akhir ini. Baik itu di med-sos, maupun di tempat nongkrong (warung mak lambe, pinggir jalan)
Terlebih tentang menyikapi kasus yg menimpa sang Jendral bintang dua yg terbukti sudah membunuh ajudannya.
Dan yg paling bikin ane miris yaitu, masalah si mantan jubir Ka Pe Ka,,,seringkali ane dengar,,lah kok mau-mau nya do'i membela keluarga "pembunuh", kalau bukan karena "uang", emang ada alasan lain.?? Ga punya moral lah,, menggadaikan harga diri lah,, & banyak lagi yg lainnya,,
Dan itu yg sering jadi topik bagi beberapa orang.
Terlepas dari cara komunikasi si sang mantan jubir, yg notabene harap menunjukan totalitas nya sebagai kuasa hukum, yg mana biarpun cuma peluang sekecil apapun, pasti akan dia manfaatkan untuk membela klien nya.
Seklipun dia tau peluangnya untuk menang wallahu a'lam, bahkan mungkin dapat dibilang nihil, & yg parahnya lagi,do'i sering menciptakan opini seolah begini,begitu (pada paham lah ya yg ane maksut) yg jelas opini itu terbentuk, pasti karena pengakuan dari klien nya juga,,namun memang untuk itu lah dia dibayar, meyakinkan kliennya seyakin-yakinnya, bahwa disetiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya,,,lalu mencari bagaimana & seperti apa jalan keluar itu dapat terwujud.
Nah jalan keluar nya ini lah yg berusaha dibangun oleh si mantan jubir, mana tau,, mana tau nih ya,, ada celah buat lobby si ini,, lobby si itu,, & jelas target mereka adalah pak "Hakim". Tapi sungguh sayang, hakim nya ternyata horang kayah breeey, alias tajir melimpir tujuh turunan, delapan tanjakan & sembilan tikungan,,"berani sogok gw berapa emang lu",,,, Begitu kira-kira jawaban pk hakim saat di tawari makan siang, & secangkir kopi kapal pecah oleh si sang mantan jubir .
Beda cerita dengan Om & tante jaksa,,
Walau udah kayak dosen killer saat distersasi sekalipun saat di persidangan, namun pada akhirnya mereka pun juga ga percaya dengan keputusan pak Hakim,, "loh kok dapat jauh banget naik nya dari tuntutan kita ya,? ",, mungkin begitu pikir mereka,, mana pesangon dari sang jendral udah habis lagi, buat beli tas & baju bermerek,,
Jadi intinya brey, stop mem-bully sang mantan jubir, asal kalian tahu semua penasehat hukum itu semua sama, mungkin kalian pernah dengar istilah pengacara itu "Maju tak gentar, membela yg bayar",,
Mungkin ungkapan itu ada benarnya, namun tidak serta-merta istilah itu jadi pembenaran.
Sejatinya yg di-perjuangkan oleh kuasa hukum itu bukanlah membenarkan semua tindakan klien-nya, namun mereka wajib membela " Hak",, sekali lagi ane tekan-kan tugas pengacara itu "membela hak" Klien nya,,
Biar mengatakan klien nya itu, seorang pembunuh berdarah biru, sikopet bertulang lunak, bahkan pemer-kaos atau pedofil kelas bulu sekalipun,, terlepas dari perbuatan mereka yg tidak berkeperi-perian, namun mereka juga manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa,,yang mana ada hak nya untuk di perjuangkan.
Tapi balik lagi ke 'cara' mem-bela-nya itu, juga tidak harus atau serta-merta meng-halal-kan segala cara,,
Sebab membela yg benar dengan cara yg salah sudah pasti kalah,,
Membela yg salah dengan cara yg benar pun, juga belum tentu menang,,
Inti nya usaha & upaya,,
Jadi itulah knp ane pribadi, malas menanggapi komentar yg berhubungan dengan bang mantan jubir Ka Pe Ka yg sering ane jumpai di medsos.
Karena mereka banyak yg tidak tau, kalau jadi seorang "pengacara" itu terkadang yaaaa memang harus seperti itu,,,
Ooladalah..
Udah panjang aja ternyata,,
Sekian thread ga mutu dari ane gan/sis
Biar mengatakan ga bermanfaat moga-moga, tersemogakan..
Duuuh legaa,,, ane ga tau mau curcol dimana,, untung ada kaskus, & ini thread pertama, moga bukan yg terakhir di kaskus ini,,
Mohon maklum ya gan/sis kalau banyak kurang nya,,
Niat ane cuma curhat doang kok.
Gak lebih, biarpun banyak kurangnya
Motto: setiap apa yg akan kita lakukan, semua tergantung niat & upaya,,, asalkan niat nya baik & tawaqal-alallah, biarpun hasilnya tidak memuaskan minimal ada nilai pahala di dalam nya,,
Selama upaya kita maximal & sudah segenap kemampuan, biarpun hasilnya tidak sesuai, paling tidak kita dapat mencari tau, dimana letak kekurangan nya..
Terimakasih.
Matursuwun.
Wassalam.. Hari ini 14:00
Terlebih tentang menyikapi kasus yg menimpa sang Jendral bintang dua yg terbukti sudah membunuh ajudannya.
Dan yg paling bikin ane miris yaitu, masalah si mantan jubir Ka Pe Ka,,,seringkali ane dengar,,lah kok mau-mau nya do'i membela keluarga "pembunuh", kalau bukan karena "uang", emang ada alasan lain.?? Ga punya moral lah,, menggadaikan harga diri lah,, & banyak lagi yg lainnya,,
Dan itu yg sering jadi topik bagi beberapa orang.
Terlepas dari cara komunikasi si sang mantan jubir, yg notabene harap menunjukan totalitas nya sebagai kuasa hukum, yg mana biarpun cuma peluang sekecil apapun, pasti akan dia manfaatkan untuk membela klien nya.
Seklipun dia tau peluangnya untuk menang wallahu a'lam, bahkan mungkin dapat dibilang nihil, & yg parahnya lagi,do'i sering menciptakan opini seolah begini,begitu (pada paham lah ya yg ane maksut) yg jelas opini itu terbentuk, pasti karena pengakuan dari klien nya juga,,namun memang untuk itu lah dia dibayar, meyakinkan kliennya seyakin-yakinnya, bahwa disetiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya,,,lalu mencari bagaimana & seperti apa jalan keluar itu dapat terwujud.
Nah jalan keluar nya ini lah yg berusaha dibangun oleh si mantan jubir, mana tau,, mana tau nih ya,, ada celah buat lobby si ini,, lobby si itu,, & jelas target mereka adalah pak "Hakim". Tapi sungguh sayang, hakim nya ternyata horang kayah breeey, alias tajir melimpir tujuh turunan, delapan tanjakan & sembilan tikungan,,"berani sogok gw berapa emang lu",,,, Begitu kira-kira jawaban pk hakim saat di tawari makan siang, & secangkir kopi kapal pecah oleh si sang mantan jubir .
Beda cerita dengan Om & tante jaksa,,
Walau udah kayak dosen killer saat distersasi sekalipun saat di persidangan, namun pada akhirnya mereka pun juga ga percaya dengan keputusan pak Hakim,, "loh kok dapat jauh banget naik nya dari tuntutan kita ya,? ",, mungkin begitu pikir mereka,, mana pesangon dari sang jendral udah habis lagi, buat beli tas & baju bermerek,,
Jadi intinya brey, stop mem-bully sang mantan jubir, asal kalian tahu semua penasehat hukum itu semua sama, mungkin kalian pernah dengar istilah pengacara itu "Maju tak gentar, membela yg bayar",,
Mungkin ungkapan itu ada benarnya, namun tidak serta-merta istilah itu jadi pembenaran.
Sejatinya yg di-perjuangkan oleh kuasa hukum itu bukanlah membenarkan semua tindakan klien-nya, namun mereka wajib membela " Hak",, sekali lagi ane tekan-kan tugas pengacara itu "membela hak" Klien nya,,
Biar mengatakan klien nya itu, seorang pembunuh berdarah biru, sikopet bertulang lunak, bahkan pemer-kaos atau pedofil kelas bulu sekalipun,, terlepas dari perbuatan mereka yg tidak berkeperi-perian, namun mereka juga manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa,,yang mana ada hak nya untuk di perjuangkan.
Tapi balik lagi ke 'cara' mem-bela-nya itu, juga tidak harus atau serta-merta meng-halal-kan segala cara,,
Sebab membela yg benar dengan cara yg salah sudah pasti kalah,,
Membela yg salah dengan cara yg benar pun, juga belum tentu menang,,
Inti nya usaha & upaya,,
Jadi itulah knp ane pribadi, malas menanggapi komentar yg berhubungan dengan bang mantan jubir Ka Pe Ka yg sering ane jumpai di medsos.
Karena mereka banyak yg tidak tau, kalau jadi seorang "pengacara" itu terkadang yaaaa memang harus seperti itu,,,
Ooladalah..
Udah panjang aja ternyata,,
Sekian thread ga mutu dari ane gan/sis
Biar mengatakan ga bermanfaat moga-moga, tersemogakan..
Duuuh legaa,,, ane ga tau mau curcol dimana,, untung ada kaskus, & ini thread pertama, moga bukan yg terakhir di kaskus ini,,
Mohon maklum ya gan/sis kalau banyak kurang nya,,
Niat ane cuma curhat doang kok.
Gak lebih, biarpun banyak kurangnya
Motto: setiap apa yg akan kita lakukan, semua tergantung niat & upaya,,, asalkan niat nya baik & tawaqal-alallah, biarpun hasilnya tidak memuaskan minimal ada nilai pahala di dalam nya,,
Selama upaya kita maximal & sudah segenap kemampuan, biarpun hasilnya tidak sesuai, paling tidak kita dapat mencari tau, dimana letak kekurangan nya..
Terimakasih.
Matursuwun.
Wassalam.. Hari ini 14:00