Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Assalamu'alaikum.
Alhamdulillah kita masih dapat bersua dalam suasana lebaran, Gansist. Oleh karena itu izinkan ane mengucapkan Minal'aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir & batin.
Kali ini ane nge-tread dalam rangka memeriahkan event yg diselenggarakan oleh sebuah group literasi yakni Kompak (komunitas penulis aktif) dengan tema Papua.
Apa yg perdana kali terlintas di benak kalian ketika menyebut nama Papua? Yaps! Kalau ane langsung terbayang sebuah pulau berbentuk burung cenderawasih yg terletak di ujung timur Indonesia.
Papua atau yg dahulu disebut pulau irian merupakan pulau terbesar kedua di dunia & terbagi jadi dua negara, yakni negara Indonesia & negara Papua Nugini.
Papua memang layak disebut serpihan surga di bumi. Selain memiliki kemolekkan alam nan memesona, Kekayaan hewani seperti burung Cendrawasih & burung kasturi yg memikat, gunung tertinggi di Indonesia, yakni gunung Puncak jaya juga terletak di sana. Belum lagi aneka pertambangan mineral yg banyak tersebar di seantero bumi.
Selain itu, Papua juga kaya akan keunikan & keragaman suku, budaya serta tradisi yg terkenal hingga ke mancanegara.
Salah satu tradisi yg terkenal adalah Barapen atau bakar batu. Barapen adalah tradisi memasak & membakar secara besar-besaran dengan mengpakai batu yg disusun sedemikian rupa lalu dibakar. Setelah batu benar-benar panas, lalu di atasnya diletakkan berbagai macam makanan. Baik itu daging, sayuran, atau umbi-umbian.
Tradisi barapen merupakan tradisi tertua yg ada di Papua & dipakai sebagai simbol persaudaraan & rasa syukur atas berkat yg melimpah. Tradisi ini juga biasa dilaksanakan ketika menyambut kedatangan tamu penting atau sebagai upacara pernikahan.
Tradisi ini mengajarkan kita arti dari kebersamaan & kepedulian untuk sering berbagi. Baparen juga merupakan contoh dalam mengolah makanan yg alami & sudah pasti menyehatkan tubuh.
Tanah Papua yg luas & kaya dihuni oleh banyak suku. Salah satu suku terbesar di Papua & terkenal akan ukiran ornamennya yg unik adalah suku Asmat.
Motif ukirannya memiliki nilai seni yg sangat tinggi, tetapi suku Asmat beranggapan mengukir kayu hanyalah bentuk perwujudan menghargai nenek moyang & leluhur. Karena itu mereka biasanya cenderung mengukir paras para leluhur atau bahtera yg ditumpanginya.
Satu hal lagi bukti peradaban tinggi yg sudah dimiliki penduduk Papua sejak dahulu kala adalah rumah adat mereka yg unik & kuat.
Pada tahun 1938, untuk perdana kalinya ekspedisi Richard Archbold menemukan Honai, salah satu rumah adat milik Papua. Dikarenakan bentuknya yg unik menyerupai jamur, kemudian mereka menyebutnya sebagai Grand Valley.
Selain Honai, Papua juga memiliki rumah yg bernama Kariwari yg berbentuk limas segi delapan. Rumah Kariwari biasanya terbuat dari, bambu, kayu besi & daun sagu hutan.
Satu lagi rumah adat Papua adalah rumah Kaki Seribu yg dibuat dari kayu bulat kecil & diikat dengan mengpakai rotan dengan jumlah yg banyak, oleh sebab itu disebut Rumah Kaki Seribu. Penduduk setempat biasa menamainya dengan Iqkojei atau Mod Aki Aksa.
Yang terakhir, ketika menyebut nama Papua, di benak ane langsung berkelebat satu sosok wanita yg pandai menciptakan kue, tangguh & sangat dermawan. Seseorang yg sudah lama wara-wiri di dunia literasi tetapi ane baru kenal. Wkwkwk, maklum ane nyubi.
Intinya, apapun yg jadi landasan disparitas akan disatukan oleh kekuatan hati. So, tetep Kompak yaa ....
Sumber gambar :
Referensi : 1,2,3,4 Hari ini 00:48