Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Open PSBB
Welcome to my thread
Berita viral yg cukup mengejutkan beberapa hari ini adalah Surabaya sebagai kota yg memiliki jumlah pasien Covid-19 terbanyak se-Jawa Timur akan menghentikan PSBB. Bahkan peta persebaran kasus Covid-19 menggambarkan bahwa Surabaya adalah zona merah tua.
Menurut Pemprov Jatim, Surabaya hari ini Rabu, 10 Juni 2020 jumlah kasusnya adalah 3.439. Perinciannya adalah 2.197 dalam perawatan, 867 pasien sembuh, & 296 meninggal dunia.
Angka tersebut memberikan citra bahwa Surabaya adalah penyumbang kasus lebih dari 50% total kasus keseluruhan di wilayah Jawa Timur.
Lalu dengan melihat angka tersebut, apakah tidak terlalu gegabah untuk memutuskan mengakhiri PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)?
Beberapa forward WA tentang adanya Herd Immunity belakang ini juga sempat viral.
Berikut saya salin pesan WA tersebut & mengedit beberapa mengatakan supaya lebih mudah memahaminya:
Quote:
Dengar-dengar karena Lockdowndan PSBB tidak berhasil dilakukan di Indonesia maka bakalan ke arah Herd Immunity. Setelah Idul Fitri Pemerintah tidak akan update jumlah yg tekena Covid. Kemungkinan dalam waktu dekat akan diberlakukan.
Herd Immunity, artinya menyerahkan rakyat pada seleksi alam; yg kuat bertahan kemudian immun, yg lemah meninggal dengan sendirinya.
Dalam bahasa Jawa, Herd Immunity dapat diartikan :
Urip karepmu, Mati karepmu. (Hidup terserah kamu, mati terserah kamu.)
Sedikit sharing tentang Herd Immunity:
Dilansir dari Aljazeera (20/3/2020) Herd Imunity/HI mengacu pada keadaan dimana cukup banyak orang dalam satu populasi yg memiliki kekebalan kepada infeksi sehingga dapat secara efektif menghentikan penyebaran penyakit tersebut.
Nah, caranya itu ada dua :
1. Dengan vaksin (tapi saat ini belum ada vaksin Covid-19).
2. Dengan membiarkan 70% populasi terinfeksi virus sehingga akan mendapatkan kekebalan antibodi secara alami.
Sambil menunggu vaksin, yg diperkirakan tidak mungkin tersedia dalam waktu dekat (paling cepat setahun).
Maka opsi HI ini adalah dengan cara membiarkan penduduk terinfeksi secara langsung.
Dari kemungkinan infeksi ini cuma 2 hal yg akan terjadi :
1. Bertahan hidup(kebal kepada penyakit)
2. Meninggal bagi yg tidak kuat.
Herd Immunity yg pelan-pelan akan dilakukan (meski nantinya tidak akan dibilang Herd Immunity secara langsung) tetapi kita akan mulai merasakannya (yang sadar paham betul arahnya HI, yg tidak sadar akan mengira covid sudah selesai padahal belum)
Herd Immunity ala +62
1. Pelan-pelan toko, mall, transportasi dibuka walau dgn protokol kebersihan/kesehatan yg tinggi
2. Pelan-pelan sekolah mulai dibuka
3. Pelan-pelan kantor & aktifitas massal mulai diperbolehkan aktif kembali
Dampak negatif & positif dari HI:
Negatif:
1. Akan kehilangan penduduk hampir separuh dari total keseluruhan.
2. Kematian massal.
3. Rumah sakit akan super kewalahan.
Positif:
1. Pandemi akan cepat berakhir dengan angka kematian yg sangat besar.
2. Akan terbentuk manusia yg lebih kebal (kalau kebal, kalau tidak yg setengah lebih dari populasi akan meninggal).
3. Perekonomian tidak terhambat perkembangannya.
Manusia yg kuat, dengan gaya hidup yg bagus, daya tahan tubuh yg baik. Maka akan kebal dengan penyakit covid ini.
Sebaliknya. Manusia yg tidak punya sistem kekebalan tubuh baik dengan faktor resiko penyakit penyerta maka akan tereliminasi/meninggal.
Agar dapat bertahan jadi salah satu bagian HI :
1. Ubah gaya hidup. Mulai bersih, berolahraga, makan sehat, minum vitamin.
2. Ubah lingkungan jadi hidup sehat. Pakai masker, hindari kerumunan, sering cuci tangan pake sabun/hand sanitizer, & juga menjaga lingkungan kita.
Umat manusia akan berevolusi, mengalami seleksi alam.
Menurut alodokter.com Herd immunity atau kekebalan kelompok adalah kondisi ketika beberapa akbar orang dalam suatu kelompok sudah memiliki kekebalan kepada penyakit infeksi tertentu. Semakin banyak orang yg kebal kepada suatu penyakit, semakin sulit bagi penyakit tersebut untuk menyebar karena tidak banyak orang yg dapat terinfeksi.
Selain dengan vaksin, kekebalan tubuh juga dapat didapatkan secara alami oleh orang-orang yg berhasil sembuh dari penyakit infeksi tertentu. Setelah pulih dari suatu penyakit infeksi, tubuh akan memiliki antibodi untuk melawan kuman penyebab infeksi tersebut bila suatu saat kuman ini menyerang kembali.
Jadi, semakin banyak orang yg terinfeksi & sembuh, semakin banyak juga orang yg kebal & herd immunity pun akan terbentuk. Namun, terbentuknya herd immunity secara alami ini membutuhkan waktu yg cukup lama & risikonya juga tidak kecil.
Untuk saat ini saja ketika herd immunity belum terbentuk, jumlah korbannya sudah banyak. Kalau menghitung angka ideal 70 % penduduk Indonesia, maka akan ada 187 juta jumlah pasien positif. Angkanya jadi mengerikan kalau harus mengkonversi ke prosentase saat ini untuk Indonesia yaitu 8,37 % jumlah pasien meninggal. Sehingga didapatkan sekitar 15,6 juta penduduk yg akan meninggal.
Keputusan Pemprov sudah final. Surabaya merupakan pusat dari kegiatan perekonomian di Jawa Timur. Bagi beberapa penduduk yg berprofesi sebagai pegawai negeri atau yg karyawan swasta yg berpendapatan menengah ke atas mungkin tidak merasakan kesulitan ekonomi selama PSBB. Namun, berbeda dengan penduduk yg bekerja di lini lainnya. Teman saya buruh pabrik ada yg dirumahkan sudah dua bulan. Toko & warung sepi, pendapatan otomatis menurun.
Bahkan banyak celetukan dari masyarakat, Gak mati kenek Corona, mati gak iso mangan. (Tidak meninggal karena Corona, meninggal karena tidak dapat makan.)
Sebagian akbar masyarakat Surabaya menyambut baik usulan Bu Risma walikota Surabaya yg mengajukan penghentian PSBB di Surabaya. Karena masalah tidak dapat memenuhi kebutuhan jauh lebih mengerikan dampaknya bagi mereka daripada terkena Covid-19.
Pemprov memang menyetujui penghentian PSBB akan tetapi masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19, yaitu:
1.Terapkan physical distancing
2. lakukan cuci tangan secara rutin
3. jaga daya tahan tubuh
4.Memakai masker & sarung tangan kalau keluar rumah
5.Batasi pergi ke luar rumah.
6.Lakukan isolasi berdikari bila anda mengalami demam & batuk yg disertai dengan sesak napas, terlebih bila dalam 2 pekan terakhir anda berada di daerah endemis COVID-19.
Mungkin banyak dari kalian yg tidak setuju dengan keputusan ini, atau menyayangkan keputusan yg terlihat terlalu nekat. Tapi memang begitulah tabiat orang Surabaya, kalau tidak, mana mungkin suporter dari Surabaya dinamakan Bonek (Bondo Nekat/Modal Nekat).
Sumber:
alodokter.com
detik.net
kompas.tv Hari ini 21:34
Welcome to my thread
Berita viral yg cukup mengejutkan beberapa hari ini adalah Surabaya sebagai kota yg memiliki jumlah pasien Covid-19 terbanyak se-Jawa Timur akan menghentikan PSBB. Bahkan peta persebaran kasus Covid-19 menggambarkan bahwa Surabaya adalah zona merah tua.
Menurut Pemprov Jatim, Surabaya hari ini Rabu, 10 Juni 2020 jumlah kasusnya adalah 3.439. Perinciannya adalah 2.197 dalam perawatan, 867 pasien sembuh, & 296 meninggal dunia.
Angka tersebut memberikan citra bahwa Surabaya adalah penyumbang kasus lebih dari 50% total kasus keseluruhan di wilayah Jawa Timur.
Lalu dengan melihat angka tersebut, apakah tidak terlalu gegabah untuk memutuskan mengakhiri PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)?
Beberapa forward WA tentang adanya Herd Immunity belakang ini juga sempat viral.
Berikut saya salin pesan WA tersebut & mengedit beberapa mengatakan supaya lebih mudah memahaminya:
Quote:
Dengar-dengar karena Lockdowndan PSBB tidak berhasil dilakukan di Indonesia maka bakalan ke arah Herd Immunity. Setelah Idul Fitri Pemerintah tidak akan update jumlah yg tekena Covid. Kemungkinan dalam waktu dekat akan diberlakukan.
Herd Immunity, artinya menyerahkan rakyat pada seleksi alam; yg kuat bertahan kemudian immun, yg lemah meninggal dengan sendirinya.
Dalam bahasa Jawa, Herd Immunity dapat diartikan :
Urip karepmu, Mati karepmu. (Hidup terserah kamu, mati terserah kamu.)
Sedikit sharing tentang Herd Immunity:
Dilansir dari Aljazeera (20/3/2020) Herd Imunity/HI mengacu pada keadaan dimana cukup banyak orang dalam satu populasi yg memiliki kekebalan kepada infeksi sehingga dapat secara efektif menghentikan penyebaran penyakit tersebut.
Nah, caranya itu ada dua :
1. Dengan vaksin (tapi saat ini belum ada vaksin Covid-19).
2. Dengan membiarkan 70% populasi terinfeksi virus sehingga akan mendapatkan kekebalan antibodi secara alami.
Sambil menunggu vaksin, yg diperkirakan tidak mungkin tersedia dalam waktu dekat (paling cepat setahun).
Maka opsi HI ini adalah dengan cara membiarkan penduduk terinfeksi secara langsung.
Dari kemungkinan infeksi ini cuma 2 hal yg akan terjadi :
1. Bertahan hidup(kebal kepada penyakit)
2. Meninggal bagi yg tidak kuat.
Herd Immunity yg pelan-pelan akan dilakukan (meski nantinya tidak akan dibilang Herd Immunity secara langsung) tetapi kita akan mulai merasakannya (yang sadar paham betul arahnya HI, yg tidak sadar akan mengira covid sudah selesai padahal belum)
Herd Immunity ala +62
1. Pelan-pelan toko, mall, transportasi dibuka walau dgn protokol kebersihan/kesehatan yg tinggi
2. Pelan-pelan sekolah mulai dibuka
3. Pelan-pelan kantor & aktifitas massal mulai diperbolehkan aktif kembali
Dampak negatif & positif dari HI:
Negatif:
1. Akan kehilangan penduduk hampir separuh dari total keseluruhan.
2. Kematian massal.
3. Rumah sakit akan super kewalahan.
Positif:
1. Pandemi akan cepat berakhir dengan angka kematian yg sangat besar.
2. Akan terbentuk manusia yg lebih kebal (kalau kebal, kalau tidak yg setengah lebih dari populasi akan meninggal).
3. Perekonomian tidak terhambat perkembangannya.
Manusia yg kuat, dengan gaya hidup yg bagus, daya tahan tubuh yg baik. Maka akan kebal dengan penyakit covid ini.
Sebaliknya. Manusia yg tidak punya sistem kekebalan tubuh baik dengan faktor resiko penyakit penyerta maka akan tereliminasi/meninggal.
Agar dapat bertahan jadi salah satu bagian HI :
1. Ubah gaya hidup. Mulai bersih, berolahraga, makan sehat, minum vitamin.
2. Ubah lingkungan jadi hidup sehat. Pakai masker, hindari kerumunan, sering cuci tangan pake sabun/hand sanitizer, & juga menjaga lingkungan kita.
Umat manusia akan berevolusi, mengalami seleksi alam.
Menurut alodokter.com Herd immunity atau kekebalan kelompok adalah kondisi ketika beberapa akbar orang dalam suatu kelompok sudah memiliki kekebalan kepada penyakit infeksi tertentu. Semakin banyak orang yg kebal kepada suatu penyakit, semakin sulit bagi penyakit tersebut untuk menyebar karena tidak banyak orang yg dapat terinfeksi.
Selain dengan vaksin, kekebalan tubuh juga dapat didapatkan secara alami oleh orang-orang yg berhasil sembuh dari penyakit infeksi tertentu. Setelah pulih dari suatu penyakit infeksi, tubuh akan memiliki antibodi untuk melawan kuman penyebab infeksi tersebut bila suatu saat kuman ini menyerang kembali.
Jadi, semakin banyak orang yg terinfeksi & sembuh, semakin banyak juga orang yg kebal & herd immunity pun akan terbentuk. Namun, terbentuknya herd immunity secara alami ini membutuhkan waktu yg cukup lama & risikonya juga tidak kecil.
Untuk saat ini saja ketika herd immunity belum terbentuk, jumlah korbannya sudah banyak. Kalau menghitung angka ideal 70 % penduduk Indonesia, maka akan ada 187 juta jumlah pasien positif. Angkanya jadi mengerikan kalau harus mengkonversi ke prosentase saat ini untuk Indonesia yaitu 8,37 % jumlah pasien meninggal. Sehingga didapatkan sekitar 15,6 juta penduduk yg akan meninggal.
Horor bukan?
Serius mau pakai pola Herd Immunity?
Keputusan Pemprov sudah final. Surabaya merupakan pusat dari kegiatan perekonomian di Jawa Timur. Bagi beberapa penduduk yg berprofesi sebagai pegawai negeri atau yg karyawan swasta yg berpendapatan menengah ke atas mungkin tidak merasakan kesulitan ekonomi selama PSBB. Namun, berbeda dengan penduduk yg bekerja di lini lainnya. Teman saya buruh pabrik ada yg dirumahkan sudah dua bulan. Toko & warung sepi, pendapatan otomatis menurun.
Bahkan banyak celetukan dari masyarakat, Gak mati kenek Corona, mati gak iso mangan. (Tidak meninggal karena Corona, meninggal karena tidak dapat makan.)
Sebagian akbar masyarakat Surabaya menyambut baik usulan Bu Risma walikota Surabaya yg mengajukan penghentian PSBB di Surabaya. Karena masalah tidak dapat memenuhi kebutuhan jauh lebih mengerikan dampaknya bagi mereka daripada terkena Covid-19.
Pemprov memang menyetujui penghentian PSBB akan tetapi masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19, yaitu:
1.Terapkan physical distancing
2. lakukan cuci tangan secara rutin
3. jaga daya tahan tubuh
4.Memakai masker & sarung tangan kalau keluar rumah
5.Batasi pergi ke luar rumah.
6.Lakukan isolasi berdikari bila anda mengalami demam & batuk yg disertai dengan sesak napas, terlebih bila dalam 2 pekan terakhir anda berada di daerah endemis COVID-19.
Mungkin banyak dari kalian yg tidak setuju dengan keputusan ini, atau menyayangkan keputusan yg terlihat terlalu nekat. Tapi memang begitulah tabiat orang Surabaya, kalau tidak, mana mungkin suporter dari Surabaya dinamakan Bonek (Bondo Nekat/Modal Nekat).
Sumber:
alodokter.com
detik.net
kompas.tv Hari ini 21:34