yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
SURABAYA– Tragedi kembali mewarnai dunia sepak bola Tanah Air. Setelah tiga suporter Persib Bandung tewas dikeroyok, big match Persebaya 1927 melawan Persija memakan korban jiwa. Satu nyawa suporter Persebaya tewas,usai laga lanjutan Indonesia Premier League (IPL) di Stadion Gelora 10 November, petang kemarin.
Korban tewas bernama Purwo Adi Utomo asal Babadan Rukun Gang VI Nomor 3, Surabaya. Hingga tadi malam jenazah korban yang tercatat pelajar kelas 3 SMK 5 Surabaya itu masih di autopsi di RSU dr Soetomo.Remaja yang akrab disapa Tomi ini diduga kuat meninggal dunia karena terinjak- injak saat ratusan bonek –julukan suporter Persebaya- terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.Tomi merupakan anak tunggal pasangan Susi-Yudi.
”Saya belum bisa ngomong apa-apa,”ujar bibi Tomi, Wahyunarti yang terlihat masih shock setelah melihat keponakannya terbujur kaku. Yang pasti,Tomi memiliki ciri-ciri berambut keriting dan berperawakan gemuk meninggal dunia dengan mengenakan kaus Chelsea, lengkap dengan syal Persebaya. ”Dia pendiam dan anak pintar,” ucapnya.
Pantauan di Stadion Gelora 10 November, kerusuhan pecah setelah wasit meniupkan peluit panjang dengan skor akhir imbang 3-3.Merasa tak puas, bonek -julukan suporter Persebaya- dari tribun ekonomi Selatan melakukan lemparan ke lapangan. Lemparan secara brutal berbagai benda itu ditujukan ke arah pemain Persija. Melihat kondisi ini aparat keamanan turun tangan.
Untuk menyelamatkan pemain dan ofisial Persija, polisi mengeluarkan tembakan gas air mata.Tindakan tegas polisi ini justru membuat suasana bertambah panas. Aksi lemparan batu bukan mereda namun semakin parah. Polisi tak tinggal diam dan kembali menembakan gas air mata. Puluhan bonek yang turun dari tribun juga menjadi sasaran pukulan petugas keamanan.
Kondisi ini membuat puluhan korban dari suporter terluka. Selain terkena pukulan,sejumlah suporter terjatuh dari atas tribun. Puluhan lagi terinjak- injak karena berebut keluar dari stadion. Sebagian besar mata bonek perih terkena gas air mata. Usai bentrokan itu,puluhan bonek yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa bertumbangan. Mereka terjatuh dengan menutup muka karena terkena gas air mata.
Satu orang suporter dilarikan ke RSU dr Soetomo setelah mengalami luka parah setelah sempat diperiksa dokter tim Persebaya, dr Heri Siswanto. Suporter ini belakangan diketahui bernama Purwo Adi Utomo.” Saat di stadion kondisinya kristis dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh dokter Heri,” ujar salah satu pentolan bonek dari Yayasan Suporter Surabaya (YSS), Sinyo Devara Noumanto,tadi malam Kerusuhan tidak hanya terjadi di dalam stadion namun juga merembet ke luar.
Tepat di luar Stadion Gelora 10 November, ribuan bonek merusak dua mobil polisi dan sebuah sedan milik warga.Beruntung anggota polisi yang berada di dalam mobil tersebut berhasil menyelamatkan diri dari amukan bonek Sampai tadi malam, pihak Panpel Pertandingan maupun aparat kepolisan belum ada pernyataan resmi terkait kerusuhan. Yang pasti kericuhan insiden ini kembali mencoreng nama besar Persebaya.
Sebab, aksi pelemparan bonek turut mengancam keselamatan pemain Persija.Demi keamanan, seluruh pemain dan ofisial Persija baru diizinkan keluar dua jam setelah kondisi aman.Ketegangan juga terasa di kamar mayat RSU dr Soetomo. Puluhan tokoh suporter Persebaya berdatangan menanti autopsi jenazah Purwo Adi Utomo. Tampak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini,Kapolrestabes Kombes Pol Tri Maryanto, dan Manajer Persebaya, Saleh Hanifah.
Saat bertemu dengan para pentolan bonek,Wali Kota Tri Rismaharini meminta bonek untuk cooling down.”Kami meminta bonek agar menahan diri,”kata Risma. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto mengatakan, langkah yang diambil petugas dengan menyemprotkan gas air mata sudah sesuai prosedur. Langkah ini diambil karena suporter melempari pemain Persija.
”Untuk penyebab kematian korban, kami masih menunggu penyelidikan. Berdasarkan keterangan, tadi dia ditemukan tertelungkup dan sempat diberi pertolongan. Dia akhirnya meninggal dunia,” kata Tri Maryanto di kamar mayat RSU dr Soetomo,tadi malam. Tanda-tanda kerusuhan sebenarnya sudah terlihat ketika pertandingan masih berjalan. Tercatat tiga kali lemparan botol air mineral menghujani pemain,bangku cadangan Persija dan asisten wasit 1.
Lemparan pertama terjadi di menit 62 menyusul protes keras pemain Persija yang kecewa kepada asisten wasit 1 Edo Wiradana. Edo memang tidak memberikan tanda telah terjadi offside.Untung sepakan striker Persebaya Feri Ariawan masih melebar dari gawang Persija. Aksi yang sama kembali terjadi ketika gol Persebaya melalui tendangan Feri Ariawan dianulir wasit karena terperangkap offside.
Kecewa dengan keputusan itu, bonek yang berada di sisi tribun selatan dan sisi kanan VIP melakukan lemparan botol air mineral ke arah asisten wasit 1. Kali ini hujan botol air mineral lebih deras. Puncaknya terjadi ketika pemain Persija memprotes keputusan misterius wasit Juhandri pada menit ke-70 yang memberikan hadiah penalti kepada Persebaya. Aksi pemain Persija itu kembali memancing suporter melakukan lemparan botol minuman ke tengah lapangan, tepatnya ke arah gawang yang Persija yang dijaga Alexsandar Vrteski.
Akibat insiden tersebut, kapten Persija Danilo Fernando mengajak rekan-rekannya menepi, termasuk kiper Alexsandar. Pertandingan pun sempat terhenti tiga menit, dari menit 70 sampai 73. Ini setelah kiper Alexsandar tak juga kembali ke bawah mistar gawang. Setelah lemparan berhenti, pertandingan dilanjutkan kembali.
Dalam laga yang disaksikan sekitar 15.000 penonton iu, Persebaya nyaris dipermalukan, Persija, di depan publiknya sendiri.Beruntung,tim polesan Divaldo Alves yang sempat dua kali tertinggal (0-2) di waktu normal, dan 2-3 di masa injury time, mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melalui tendangan striker asal Argentina,Fernando Soler. Sebelumnya, Soler juga mencetak gol pada menit 76 saat Persebaya meyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Satu gol lagi dicetak Otavio Dutra melalui tendangan penalti di menit 70. Sedangkan tiga gol Persija dua di antaranya disumbangkan De Porras pada menit 55 dan 90,dan satu lagi dilesakkan Rinto Ali pada menit 60. Kubu Persija meradang dengan kegagalan mereka membawa pulang tiga poin yang sudah di depan mata.
Salah satunya terkait hadiah penalti dan masa injury time terlalu lama. ”Seandainya wasit lebih jeli,tentu hasil akhirnya akan berbeda.Tiga gol kami murni dari kerja keras kawan-kawan,” sindir Danilo Fernando, kapten Persija.
Arema Dulang Tiga Poin
Sementara itu,Arema Indonesia FC, mampu mendulang tiga poin saat menjamu Persiraja Banda Aceh, di Stadion Gajayana, Malang. Legimin Raharjo dkk, mampu menumbangkan tamunya,dengan skor tipis 2-1. Hasil kemenangan ini, membuat Arema bertengger di posisi 9 kelasemen sementara IPL. Bermain sebanyak 13 kali, tim berjuluk Singo Edan ini, mengantongi sebanyak 19 poin.
Gol Arema dicetak oleh TA. Musafri, pada menit ke 17,dan Ahmad Amiruddin pada menit ke 25. Sedangkan gol tim tamu dilesakkan Arief Kurniawan pada menit ke 34.Pelatih Arema Indonesia, Antonic Dejan mengaku sangat puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya.”Saya berterima kasih atas kerja keras para pemain. Mereka mampu keluar dari tekanan,dan berhasil menciptakan kemenangan. Mereka juga berkerja sangat keras,” tegasnya.
Asisten Pelatih Persiraja Banda Aceh,Sulaiman Abe mengakui timnya kurang beruntung pada pertandingan ini. Secara permainan,timnya juga tidak kalah dengan permainan yang ditampilkan oleh Arema. ”Kami mampu mengimbangi tuan rumah Arema.Tetapi, kami kurang beruntung dalam pertandingan ini,”tuturnya
sindo
Korban tewas bernama Purwo Adi Utomo asal Babadan Rukun Gang VI Nomor 3, Surabaya. Hingga tadi malam jenazah korban yang tercatat pelajar kelas 3 SMK 5 Surabaya itu masih di autopsi di RSU dr Soetomo.Remaja yang akrab disapa Tomi ini diduga kuat meninggal dunia karena terinjak- injak saat ratusan bonek –julukan suporter Persebaya- terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.Tomi merupakan anak tunggal pasangan Susi-Yudi.
”Saya belum bisa ngomong apa-apa,”ujar bibi Tomi, Wahyunarti yang terlihat masih shock setelah melihat keponakannya terbujur kaku. Yang pasti,Tomi memiliki ciri-ciri berambut keriting dan berperawakan gemuk meninggal dunia dengan mengenakan kaus Chelsea, lengkap dengan syal Persebaya. ”Dia pendiam dan anak pintar,” ucapnya.
Pantauan di Stadion Gelora 10 November, kerusuhan pecah setelah wasit meniupkan peluit panjang dengan skor akhir imbang 3-3.Merasa tak puas, bonek -julukan suporter Persebaya- dari tribun ekonomi Selatan melakukan lemparan ke lapangan. Lemparan secara brutal berbagai benda itu ditujukan ke arah pemain Persija. Melihat kondisi ini aparat keamanan turun tangan.
Untuk menyelamatkan pemain dan ofisial Persija, polisi mengeluarkan tembakan gas air mata.Tindakan tegas polisi ini justru membuat suasana bertambah panas. Aksi lemparan batu bukan mereda namun semakin parah. Polisi tak tinggal diam dan kembali menembakan gas air mata. Puluhan bonek yang turun dari tribun juga menjadi sasaran pukulan petugas keamanan.
Kondisi ini membuat puluhan korban dari suporter terluka. Selain terkena pukulan,sejumlah suporter terjatuh dari atas tribun. Puluhan lagi terinjak- injak karena berebut keluar dari stadion. Sebagian besar mata bonek perih terkena gas air mata. Usai bentrokan itu,puluhan bonek yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa bertumbangan. Mereka terjatuh dengan menutup muka karena terkena gas air mata.
Satu orang suporter dilarikan ke RSU dr Soetomo setelah mengalami luka parah setelah sempat diperiksa dokter tim Persebaya, dr Heri Siswanto. Suporter ini belakangan diketahui bernama Purwo Adi Utomo.” Saat di stadion kondisinya kristis dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh dokter Heri,” ujar salah satu pentolan bonek dari Yayasan Suporter Surabaya (YSS), Sinyo Devara Noumanto,tadi malam Kerusuhan tidak hanya terjadi di dalam stadion namun juga merembet ke luar.
Tepat di luar Stadion Gelora 10 November, ribuan bonek merusak dua mobil polisi dan sebuah sedan milik warga.Beruntung anggota polisi yang berada di dalam mobil tersebut berhasil menyelamatkan diri dari amukan bonek Sampai tadi malam, pihak Panpel Pertandingan maupun aparat kepolisan belum ada pernyataan resmi terkait kerusuhan. Yang pasti kericuhan insiden ini kembali mencoreng nama besar Persebaya.
Sebab, aksi pelemparan bonek turut mengancam keselamatan pemain Persija.Demi keamanan, seluruh pemain dan ofisial Persija baru diizinkan keluar dua jam setelah kondisi aman.Ketegangan juga terasa di kamar mayat RSU dr Soetomo. Puluhan tokoh suporter Persebaya berdatangan menanti autopsi jenazah Purwo Adi Utomo. Tampak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini,Kapolrestabes Kombes Pol Tri Maryanto, dan Manajer Persebaya, Saleh Hanifah.
Saat bertemu dengan para pentolan bonek,Wali Kota Tri Rismaharini meminta bonek untuk cooling down.”Kami meminta bonek agar menahan diri,”kata Risma. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto mengatakan, langkah yang diambil petugas dengan menyemprotkan gas air mata sudah sesuai prosedur. Langkah ini diambil karena suporter melempari pemain Persija.
”Untuk penyebab kematian korban, kami masih menunggu penyelidikan. Berdasarkan keterangan, tadi dia ditemukan tertelungkup dan sempat diberi pertolongan. Dia akhirnya meninggal dunia,” kata Tri Maryanto di kamar mayat RSU dr Soetomo,tadi malam. Tanda-tanda kerusuhan sebenarnya sudah terlihat ketika pertandingan masih berjalan. Tercatat tiga kali lemparan botol air mineral menghujani pemain,bangku cadangan Persija dan asisten wasit 1.
Lemparan pertama terjadi di menit 62 menyusul protes keras pemain Persija yang kecewa kepada asisten wasit 1 Edo Wiradana. Edo memang tidak memberikan tanda telah terjadi offside.Untung sepakan striker Persebaya Feri Ariawan masih melebar dari gawang Persija. Aksi yang sama kembali terjadi ketika gol Persebaya melalui tendangan Feri Ariawan dianulir wasit karena terperangkap offside.
Kecewa dengan keputusan itu, bonek yang berada di sisi tribun selatan dan sisi kanan VIP melakukan lemparan botol air mineral ke arah asisten wasit 1. Kali ini hujan botol air mineral lebih deras. Puncaknya terjadi ketika pemain Persija memprotes keputusan misterius wasit Juhandri pada menit ke-70 yang memberikan hadiah penalti kepada Persebaya. Aksi pemain Persija itu kembali memancing suporter melakukan lemparan botol minuman ke tengah lapangan, tepatnya ke arah gawang yang Persija yang dijaga Alexsandar Vrteski.
Akibat insiden tersebut, kapten Persija Danilo Fernando mengajak rekan-rekannya menepi, termasuk kiper Alexsandar. Pertandingan pun sempat terhenti tiga menit, dari menit 70 sampai 73. Ini setelah kiper Alexsandar tak juga kembali ke bawah mistar gawang. Setelah lemparan berhenti, pertandingan dilanjutkan kembali.
Dalam laga yang disaksikan sekitar 15.000 penonton iu, Persebaya nyaris dipermalukan, Persija, di depan publiknya sendiri.Beruntung,tim polesan Divaldo Alves yang sempat dua kali tertinggal (0-2) di waktu normal, dan 2-3 di masa injury time, mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melalui tendangan striker asal Argentina,Fernando Soler. Sebelumnya, Soler juga mencetak gol pada menit 76 saat Persebaya meyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Satu gol lagi dicetak Otavio Dutra melalui tendangan penalti di menit 70. Sedangkan tiga gol Persija dua di antaranya disumbangkan De Porras pada menit 55 dan 90,dan satu lagi dilesakkan Rinto Ali pada menit 60. Kubu Persija meradang dengan kegagalan mereka membawa pulang tiga poin yang sudah di depan mata.
Salah satunya terkait hadiah penalti dan masa injury time terlalu lama. ”Seandainya wasit lebih jeli,tentu hasil akhirnya akan berbeda.Tiga gol kami murni dari kerja keras kawan-kawan,” sindir Danilo Fernando, kapten Persija.
Arema Dulang Tiga Poin
Sementara itu,Arema Indonesia FC, mampu mendulang tiga poin saat menjamu Persiraja Banda Aceh, di Stadion Gajayana, Malang. Legimin Raharjo dkk, mampu menumbangkan tamunya,dengan skor tipis 2-1. Hasil kemenangan ini, membuat Arema bertengger di posisi 9 kelasemen sementara IPL. Bermain sebanyak 13 kali, tim berjuluk Singo Edan ini, mengantongi sebanyak 19 poin.
Gol Arema dicetak oleh TA. Musafri, pada menit ke 17,dan Ahmad Amiruddin pada menit ke 25. Sedangkan gol tim tamu dilesakkan Arief Kurniawan pada menit ke 34.Pelatih Arema Indonesia, Antonic Dejan mengaku sangat puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya.”Saya berterima kasih atas kerja keras para pemain. Mereka mampu keluar dari tekanan,dan berhasil menciptakan kemenangan. Mereka juga berkerja sangat keras,” tegasnya.
Asisten Pelatih Persiraja Banda Aceh,Sulaiman Abe mengakui timnya kurang beruntung pada pertandingan ini. Secara permainan,timnya juga tidak kalah dengan permainan yang ditampilkan oleh Arema. ”Kami mampu mengimbangi tuan rumah Arema.Tetapi, kami kurang beruntung dalam pertandingan ini,”tuturnya
sindo