• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sunah-Sunah Rasul yg Diremehkan (insyaallah up-date)

aland spoor

IndoForum Newbie A
No. Urut
87206
Sejak
17 Des 2009
Pesan
342
Nilai reaksi
10
Poin
18
Bismillahirrohmanirrahiim..

Sunnah-sunnah yang diremehkan:

Sunnah ke satu : Witir, Shalat Dhuha dan Puasa Tiga Hari Setiap Bulan

Banyak umat Islam melupakan tiga ibadah sunnah diatas. Padahal Insya Allah, orang yang menjaga ketiga-tiganya termasuk golongan orang-orang saleh. Abu Hurairah berkata : "Kekasihku (Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam) mewasiatkan tiga hal kepadaku, aku tidak pernah meninggalkannya sampai mati; puasa tiga hari pada setiap bulan, shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur." (HR. Al-Bukhari)

Asy-Syaukani berkata : "Ar Ruhyani berkata, puasa tiga hari pada tiap bulan adalah sunnah, dan jika bertepatan dengan Ayyumul Bidh (hari2 bulan purnama yakni tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan Hijriah) maka itu lebih disukai."

Sunnah Kedua : Shalat ketika Pulang dari Perjalanan

Ka’b bin Malik meriwayatkan : "Apabila Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam datang dari perjalanan, beliau memulai (singgah) di masjid kemudian mendirikan shalat di dalamnya." (HR. Al-Bukhori).

Sunnah Ketiga : Berkumur ketika Minum Susu

Ubaidillah bin Abdillah bin Utbah meriwayatkan dari Ibnu Abbas : "Bahwasanya Rasulullah SAW minum susu kemudian berkumur (dengannya), lalu beliau berkata, "Sesungguhnya susu tu mengandung lemak…". (HR. Al-Bukhori).

Sunnah Keempat : Berdoa Ketika memakai Baju Baru

"Ya Allah, bagiMu segala puji, Engkau memberiku pakaian. Aku mohon padamu kebaikannya dan kebaikan apa yang dibuat untuknya. Dan aku berlindung kepadaMu dari keburukannya dan keburukan yang dibuat untuknya." (HR Abu Daud Nasa’i dan Turmudzi serta dishahihkannya).

Sunnah Kelima : Makan sebelum keluar Shalat ‘Ied

Anas berkata : "Tidaklah Rasul SAW berangkat (Shalat) pada hari Raya Fithrah kecuali beliau makan beberapa kurma." (HR. Al-Bukhori).

Sunnah Keenam : Menangis ketika membaca Al-Qur’an

Imam Ghazali berkata : "Disunahkan menangis ketika membaca Al-Qur’an. Caranya yaitu dengan menghadirkan kesedihan dan ketakutan dalam hati dengan merenungkan ancaman yang keras serta berbagai perjanjian berat, lalu hendaknya ia melihat betapa sangat lengahnya ia dalam masalah tersebut. Jika tetap saja tidak ada kesedihan hatinya, ketahuilah ini adalah salah satu musibah terbesar baginya.

Sunnah Ketujuh : Bernafas tiga kali ketika minum

Anas bin Malik ra. meriwayatkan : "Rasulullah SAW bernafas tiga kali ketika minum. Lalu beliau bersabda : "Sesungguhnya yang demikian itu lebih menyenangkan, lebih baik, lebih bermanfaat dan lebih menyehatkan." (HR.Muslim)

Adapun caranya, kita minum lalu melepaskan gelas dari mulut untuk menghela nafas sebentar, lalu minum lagi dan demikian dilakukan sebanyak tiga kali. Demikian seperti dijelaskan Ibnu Qayyim berdasarkan hadits shahih riwayat Ibnu Majah

Sunnah kedelapan : Shalat Tahajud

Hadist Qudsi dari Ibnu Arabi: Ketika Allah turun ke langit dunia pada 1/3 malam, Allah SWT bersabda: “Sungguh berdusta orang yang menyatakan mencintaiKu, sementara ia tidur lelap dan lalai kepadaKu. Bukankah setiap kekasih ingin berkhalawat dengan kekasihnya? Akulah yang mendatangi kekasihKu dikelopak mata mereka. Mereka berbicara denganKu dalam musyahadah, dan bercakap-cakap denganKu dengan khusyuk. Di hari kemudian, Aku tetapkan mereka pada surga-surgaKu”

Sunnah kesembilan : Tadabur Al Qur'an

siapa yg mencari petunjuk selain al Qur’an, pasti akan tersesat. Al Qur’an adalah tali Allah yg sangat kuat, peringatan yg bijaksana dan jalan yg lurus (HR Tirmidzi). Bahkan kalau bisa sambil menangis, sebagaimana wahyu Allah dalam QS Maryam 19:58: Dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, mereka menyungkur, bersujud dan menangis.

”rumah yg di dalamnya dibacakan al Qur’an akan terlihat penduduk langit sebagaimana penduduk bumi melihat gemerlap bintang-gemintang di langit (HR Baihaqi)

Sedangkan bagi orang yg malas membaca al Qur’an, Nabi SAW memperingatkan: ”Sungguh,orang yg dalam hatinya tidak terdapat sesuatu pun dari al Qur’an, bagaikan rumah syaitan yg menyeramkan (HR Tirmidzi).

Sunnah Kesepuluh :Shalat Berjamaah di Mesjid (terutama Subuh dan Isya)

Sungguh, shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yg terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak (HR Bukhari-Muslim)

Kemudian naiklah para Malaikat yg menyertaimu pada malam harinya, lalu Rabb mereka yg sebenarnya Maha Tahu bertanya kepada mereka, Bagaimana hamba-hambaKu ketika kalian tinggalkan?” Mereka menjawab,”Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sholat dan kami jumpai mereka dalam keadaan sholat juga” (HR Bukhari).

Dua rakaat sebelum (qabliyah) subuh lebih baik dari dunia dan seisinya (HR Muslim)

Shalat subuh menjadi penerang pada hari kiamat, sebagaimana sabda Nabi SAW, ”Berilah kabar gembira bagi orang-orang yg berjalan dikegelapan menuju Mesjid untuk mengerjakan sholat subuh, dengan cahaya yg terang benderang” (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).


Sunnah KeSebelas : Shalat Dhuha

Nabi mencontohkan bilangan rakaat sholat dhuha 2 s.d 12 rakaat. Sholat dhuha bukan hanya semata meminta harta, namun merupakan sholatnya orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah (HR Thabrani).

HR Abu Ya’la, Nabi menegaskan”Siapa yang berdiri melaksanakan sholat dhuha, maka diampunilah segala dosanya. Dia kembali bersih dari segala dosa seperti dilahirkan ibunya.

Keutamaan jumlah rakaat dalam sholat Dhuha (HR Tabrani & Abu Dawud):

Siapa yg mengerjakan 2 rakaat, dia tidak akan dicatat dalam kelompok orang-orang yg lupa, yg mengerjakan 4 rakaat akan Allah catat dalam kelompok ahli ibadah, yg mengerjakan 6 rakaat maka segala kebutuhannya hari itu dicukupkan Allah, yg mengerjakan 8 rakaat, maka Allah akan memasukkannya kedalam golongan yg tunduk dan menghabiskan seluruh waktunya untuk beribadah. Bagi yg mengerjakan sholat dhuha 12 rakaat, maka Allah akan membangunkannya sebuah istana yg indah di dalam syurga.

Sunnah KeDuaBelas : Sunnah -sunnah JIMA

MENCIUM KENING

Malam pertama begitu indah, tapi kata Rasulullah, harus diiringi doa serta memberikan sentuhan kemesraan perdana kepada istri. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak, maka peganglah ubun-ubunya lalu bacalah ‘basmalah’ serta doakanlah dengan doa berkah seraya mengucapkan: ‘Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.’” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, al-Hakim).

MINUM SEGELAS AIR

Sebelum memulai hubungan kali pertama, Rasul berpesan agar jangan terburu-buru. Alangkah baiknya dimulai dengan kelembutan dan kemesraan. Misalnya, dengan memberinya segelas air minum atau yang lainnya. Sebagaimana hadis Asma’ binti Yazid binti as-Sakan r.a., ia berkata: “Saya merias ‘Aisyah untuk Rasulullah SAW. Setelah itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada ‘Aisyah. Beliau pun datang lalu duduk disamping ‘Aisyah. Ketika itu Rasulullah SAW disodori segelas susu. Setelah beliau minum, gelas itu beliau sodorkan kepada ‘Aisyah. Tetapi ‘Aisyah menundukkan kepalanya dan malu-malu.” ‘Asma binti Yazin berkata: “Aku menegur ‘Aisyah dan berkata kepadanya, ‘Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah SAW!’ Akhirnya ‘Aisyah pun meraih gelas itu dan meminum isinya sedikit.” (HR. Ahmad di kitab Adabuz Zifaf fis Sunnah al-Muthahharah)

DOA SEBELUM BERHUBUNGAN
Subhanallah, Islam begitu indah mengatur hubungan suami istri. Setiap kali akan berhubungan suami istri, selalu diingatkan untuk senantiasa berdoa: “Bismillah, Allahumma jannibnaasy syaithaana wa jannibisy syaithaana maa razaqtana.”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari setan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW juga bersabda: “Maka, apabila Allah menetapkan lahirnya seorang anak dari hubungan antara keduanya, niscaya syaitan tidak akan membahayakannya selama-lamanya.” (HR. Bukhari, Muslim).

Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata:
“Jika isterimu telah memasuki kamarmu, maka hendaknya kamu memegang ubun-ubunnya, dan bersama-sama menghadap ke kiblat, kemudian baca:

Allâhumma biamânatî akhadztuhâ wa bimîtsâqî istahlaltu farjahâ. Allâhumma farzuqnî minhâ waladan mubârakan sawiyyâ, wa lâ taj’al lisy-syaithâni fîhi syarikan wa lâ nashîbâ.

Ya Allah, dengan amanatku kujadikan ia isteriku, dan dengan mitsaqku (akad nikah) aku dihalalkan berhubungan dengannya. Ya Allah, karuniakan padaku anak darinya, anak yang mengalirkan keberkahan dan kemuliaan, jangan jadikan setan intervensi dan mengambil bagian di dalamnya.” (Mustadrak Al-Wasail 2: 616, hadis ke 1)

> Mengambil wudhu sebelum berhubungan dan shalat dua rokaat serta membaca shalawat dan doa seperti: “Alloohumma Urzuqni Ilfahaa wa Wuddahaa wa Ridhoohaa Biy wa Ardhiniy Bihaa wa Ijma’ Bainanaa bi Ahsani Ijtimaa’in wa Aisari I’tilaafin Fainnaka Tuhibbu al-Halaal wa Tukrihu al-Haroom” ( Ya Allah, rejekihilah aku dengan persahabatan, kasih/cinta dan ridhanya. Dan jadikanlah aku ridha kepadanya. Persatukanlah kami dengan sebaik-baik persatuan dan semudah-mudah pergaulan. Sesungguhnya Engkau menyukai yang halal dan membenci yang haram ).

> Memegang dahi istrinya sambil menghadap Kiblat dan membaca doa: “Allohumma ‘Ala Kitaabika Tazawwajtuhaa wa fi Amaanatika Akhadztuhaa wa bikalimaatika Istahlaltu Farjahaa Fa in Qodhoita fi Rahimihaa Syaian Faj’alhu Musliman Sawiyyan wa La Taj’alhu Syirka al-Syaithoon” ( Ya Allaah, aku telah mengawininya sesuai dengan kitabMu, dalam pengamananMu. Dan dengan firman-firmanMu telah aku halalkan dirinya. Oleh karenanya, seandainya akan Engkau taqdirkan di rahimnya sesuatu, maka jadikanlah ia seorang muslim dan tak kurang suatu apapun serta janganlah dijadikan sekutu syetan. )
 
Mungkin bukan diremehkan tapi kadang terlupakan... Nice info akhi.... >:D<
 
Assalammualaikum......

Sunnah terakhir itu yang kadang saya lupa........lah tapi klo kita pakai sedotan gimana????.......

Wassalam........
 
Mungkin bukan diremehkan tapi kadang terlupakan... Nice info akhi.... >:D<

Mungkin malah karena tidak tahu Akhi.
Kebanyakan orang sekarang merasa sudah cukup tahu dengan belajar dari buku saja. Padahal yang mereka peroleh belumlah tentu benar. /ok
 
/sob

nyadar gw.../sob

sering lupa n banyak yang gak ngerti.../sob
 
Mungkin malah karena tidak tahu Akhi.
Kebanyakan orang sekarang merasa sudah cukup tahu dengan belajar dari buku saja. Padahal yang mereka peroleh belumlah tentu benar. /ok

betul kang... :)

@dioadi : maaf akhi, mohon diperjelas ?
 
ya Alloh....
hampir semua sunnah d atas ga aku kerjakan...
klo sunnah yg ke-12 siy gw emg lum ngalamin, wong belum nikah juga...:D
 
Sunnah ke-13 : makan pake tangan kanan.

Dari Abu Muslim, ada yang mengatakan Abu Iyas Salamah bin ‘Amr Al-Akwa’ra., ia berkata : Ada seorang laki-laki makan di hadapan Rasulullah SAW dengan tangan kirinya, kemudian beliau bersabda : ”Makanlah dengan tangan kananmu!” Ia menjawab : “Saya tidak dapat makan dengan tangan kanan.” Beliau bersabda lagi : “Tidak, sebenarnya kamu bisa,yang menyebabkanmu tidak mau menggunakan tangan kanan karena kesombonganmu.” Akhirnya, ia tidak dapat mengangkat tangannya ke mulutnya.” (HR. Muslim).

Sunnah ke-14 : Matikan lampu ketika tidur.

Dari Abu Musa ra’, ia berkata :”Pada suatu malam di Madinah ada satu rumah terbakar disebabkan penghuninya lalai. Ketika peristiwa tersebut diceritakan kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda : ”Sesungguhnya api ini bisa menjadi musuh bagikalian, maka dari itu, jika kalian tidur, padamkanlah api itu (lampunya).” (HR Bukhari dan Muslim).

Sunnah ke-15 : Mencium Hajar Aswat.

Dari ‘Abbas bin Rabi’ah, ia berkata : “Saya pernah melihat Umar bin Khattab ra. Mencium Hajar Aswad, seraya berkata: “Aku tahu engkau adalah batu, engkau tidak bisa memberi manfaat dan tidak pula membahayakan. Seandainya aku tidak pernah dan tidak pula membahayakan. Seandainya aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menciummu, tentu akupun tidak menciummu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sunnah ke-16 : Memperbanyak doa di tengah puasa dan ketika berbuka

Sesungguhnya doa orang yang puasa pada saat berbuka tidak tertolak (HR. Hakim, Thabrani, Baihaqi)

Tiga orang yang tidak tertolak doanya: Imam yang adil, orang yang puasa sampai berbuka, dan orang yang dianiaya (HR. Baihaqi)

Sunnah ke-17 :Shalat tarawih

Dari Abu Hurairah RA. Berkata: “Sesungguhnya Rasulullah SAW menganjurkan shalat malam pada bulan Ramadhan tanpa mewajibkannya”, kemudian beliau bersabda: “Barangsiapa yang shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Muslim)
 
astagfirullah haladzim 3x

cuma sedikit yang gw tau dari sunnah di atas dan yang gw kerjakan /sob

ternyata masih bnyak yang belum gw laksanakan /sob

nice info nya gan /no1
gw mesti bnyak belajar lagi nih mengenai agama dan sunnah nabi...
bnyak hal2 yang tersirat d dalam nya dan sangat bermanfaat bagi kehidupan....
 
Jadi ingin hidup di jaman Rasululloh SAW.... :)

ane pas baca sunnah ke 16, ga terasa air mata menetes... (apa sedang teraniaya ya :) )

Nice post akhi, update terus ya.... :)
 
Up-Date

Sebelumnya saya mau minta maaf kepada mod karena saya tidak menggunakan fasilitas edit, dikarenakan jika tidak ada post terbaru dalam thread ini akan tergusur ke next page. Saya merasa minat baca sunnah2 cukup banyak jadi saya coba berusaha mempertahankan thread ini dan terus meng up-date agar tetap di page 1 untuk menambah wawasan kita sebagai umat muslim tentang sunah-sunah rasul.;);)

Sunnah ke-18 :Adab dalam Buang Air

Hal-hal yg harus diperhatikan oleh orang yg hendak buang air adl sebagai berikut.

Ia mencari tempat yg sepi dari manusia dan jauh dari penglihatan mereka. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. hendak buang air besar maka beliau pergi hingga tidak dilihat oleh siapa pun. {HR Abu Dawud dan Tirmizi}.

Tidak membawa apa saja yg di dalamnya terdapat zikir kepada Allah SWT. Karena dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa Rasulullah saw. mengenakan cincin yg ada tulisannya Rasulullah namun ketika beliau masuk WC beliau melepaskannya. .

Masuk toilet/WC dgn mendahulukan kaki kiri sambil berdoa Bismillaahi innii a’uudzu bika minal khubutsi wal khabaaitsi {Dengan nama Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki dan setan perempuan}. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. selalu membaca doa tersebut jika hendak memasuki tempat buang air.

Tidak mengangkat pakaiannya agar auratnya tidak terbuka.

Tidak menghadap kiblat atau membelakanginya ketika buang air kecil atau buang air besar. Rasulullah saw. bersabda Janganlah kamu menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya ketika buang air besar maupun buang air kecil. .

Tidak berbicara pada waktu sedang buang air besar. Rasulullah saw. bersabda Jika dua orang buang air besar hendaklah masing-masing dari keduanya bersembunyi {agar tidak terlihat satu sama lainnya} dan hendaknya tidak saling bercakap-cakap krn Allah membenci hal tersebut.

Tidak menggunakan tangan kanan dan tidak menyentuh kemaluan dgn tangan kanan. Rasulullah saw. bersabda Janganlah tiap kalian menyentuh kemaluannya dgn tangan kanan dan janganlah cebok di WC dgn tangan kanannya. .

Sunnah ke-19 : BERSIWAK

"Bersugi itu menjadi penawar dan obat segala penyakit kecuali mati (HR: Al-Dailami daripada Aisyah) "Bersiwak itu sebagai pembersih mulut dan di-ridhoi oleh Allah" (HR Ahmad VI/47,62,124. An-Nasa`i no:5 dan Bukhari menyebutkan secara ta`liq dalam bab As-Siwak Ar-Ruthbuwa Al-Yabisu Li Ash-Shaim II.682

Sunnah ke-20 : Malu

Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Nabi saw. mendengar seseorang menasehati saudaranya dalam hal malu, lalu Nabi saw. bersabda: Malu adalah bagian dari iman

Malu disini bukan berarti kita harus malu dalam segala aspek.

Hadis riwayat Imran bin Husaini ra., ia berkata:
Nabi saw. pernah bersabda: Malu itu tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan.

Sunnah ke-21 : memuliakan tamu, dan diam kecuali untuk kebaikan.

Hadis riwayat Abu Syuraikh Al-Khuza'i ra., ia berkata:
Nabi saw. bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.

Sunnah ke-22 :adab tidur

Diriwayatkan dari Aisyah : setiap kali Rasulullah Saw hendak tidur (malam hari) Nabi Saw menangkupkan kedua tangannya dan meniupnya setelah membaca Surah Al Ikhlas, Al Falaq dan Al Nas, lalu mengusapkannya ke seluruh bagian tubuhnya. dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Nabi Saw melakukannya tiga kali.

Diriwayatkan dari Umar bin Al Khaththab r.a. : aku bertanya kepada Rasulullah SAW, “bolehkah kami tidur dalam keadaan junub?” Nabi Muhammad Saw. Menjawab,”ya, apabila kalian punya whudu, kalian boleh tidur dalam keadaan junub”

Diriwayatkan dari Al-Bara’ bin Azib r.a. : Nabi Muhammad Saw. Pernah bersabda kepadaku, “kapan pun engkau hendak tidur berwhudu lah terlebih dahulu sebagaimana engkau hendak shalat, berbaringlah dengan menghadap ke arah kanan dan berdoalah
‘Allahumma aslamtu wajhi ilaika, wa fawwadhtu amri ilaika, wa alja’tu zhahri ilaika raghbatan wa rahbatan ilaika. La malja’a wa laa manja minka illa ilaika. Allahumma amantu bikitabikal-ladzi anzalta wa Nabiyyikal arsalta’
(ya Allah! Aku berserah diri kepada-Mu, mempercayakan seluruh urusan ku kepada-Mu aku bergantung kepada-Mu untuk memperoleh berkah-Mu dengan harapan dan ketakutanku kepada-Mu, tak ada tempat untuk perlindungan dan keamanan selain-Mu. Ya Allah! Aku percaya kepada kitab-Mu dan aku percaya kepada Nabi-Mu yang telah engkau utus)
maka apabila malam itu engkau mati, kau akan mati dalam keimanan. Biarkanlah kata-kata tadi menjadi kata-katamu yang terakhir”
aku mengulang doa itu di hadapan Nabi Muhammad Saw. Dan ketika sampai pada kalimat “Allahumma amantu bikitabikal ladzi anzalta” (ya Allah! aku percaya kepada kitab-Mu yang telah engkau turunkan) aku melanjutkan,”wa Rasulika (dan Rasul-Mu)”. Nabi Muhammad Saw. Bersabda,”bukan (‘wa Rasulika’, tetapi); wa nabiyyikal ladzi arsalta”(Nabi-Mu yang Engkau utus).

Sunnah ke-23 : Adab ketika malam tiba

Diriwayatkan dari Jabir ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “ketika malam turun, dekatkanlah anak-anak kalian kepadamu, karena waktu itu setan bertebaran. Sejam kemudian, kalian dapat melepaskan mereka; dan tutuplah pintu-pintu rumahmu dan sebutlah nama Allah, padamkanlah lampumu dan sebutlah nama Allah, tutuplah minumanmu dan sebutlah nama Allah, tutuplah juga bejanamu dan sebutlah nama Allah, sekalipun hanya dengan meletakkan sesuatu di atasnya”.

Sunnah ke-24 : Bersuci

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Seandainya salah seorang dari kalian bangun dari tidur dan berwudhu, ia harus mencuci hidungnya dengan memasukkan air ke dalam lubang hidungnya tiga kali. Karena setan tinggal di bagian dalam lubang hidungnya sepanjang malam”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “pada hari Kiamat kelak umat ku akan dipanggil Al-Ghurr Al-Muhajjalun dari (cahaya) bekas whudu mereka dan siapa pun yang dapat meluaskan wilayah cahayanya haruslah memperluaskannya”

Diriwayatkan dari Ali r.a. : Aku sering keluar madzdza’ (cairan yang keluar dari kemaluan bukan karena melakukan hubungan seksual) maka aku meminta Miqdad menanyakannya kepada Nabi Muhammad Saw., Miqdad pun menanyakannya dan Nabi Muhammad Saw. Menjawab, “cukuplah berwudhu”

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a. : sekali waktu pada sebuah perjalanan Rasulullah SAW tertinggal di belakang kami. Beliau bergabung dengan kami ketika kami sedang berwhudu untuk mengerjakan shalat yang terlambat. Kami Cuma mengusap kaki (dan tidak membasuhnya dengan sempurna) maka Nabi Muhammad Saw. Mengingatkan dengan suara keras dua sampai tiga kali, “selamatkan tumitmu dari api neraka”.

Sunnah ke-25 : shalat sebelum duduk di mesjid

diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a. : seseorang masuk ke dalam masjid ketika Rasulullah Saw. sedang menyampaikan khutbah Jumat. Nabi Muhammad Saw. bersabda kepadanya,"apakah kau telah mengerjakan shalat?" orang itu menjawab bahwa ia belum mengerjakan shalat. Nabi Saw. bersabda,"bangunlah dan kerjakan shalat".

Sunnah ke-26 : Sutrah shalat

Diriwayatkan dari Ibn Umar : setiap kali Rasulullah SAW keluar pada hari raya Id, Nabi Muhammad Saw. memerintahkan untuk memancangkan di hadapannya sebuah harbah (lembing pendek) sebagai sutrah bagi shalatnya, kemudian Nabi Muhammad Saw. mengerjakan shalat menghadap ke arahnya dan orang-orang (bermakmum) dibelakangnya. Nabi Muhammad Saw. pun melakukan hal yang sama bila sedang dalam perjalanan. Setelah Nabi Muhammad Saw. meninggal dunia, praktik ini diikuti para pemimpin muslim (yang mengikuti sunnahnya)

sebelumnnya ada bisa jelasin tentang apa itu sutrah ? sebab saya tidak tau

Sunnah ke-27 : menguap

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya”.
 
@TS
Silakan diupdate terus thread ini, saya yakin tidak akan tenggelam, dan apabila dirasa cukup banyak, maka kami tidak akan sungkan untuk men-sticky thread ini.
Tapi tolong jangan membuat postingan ganda (double post) karena itu memang sudah menjadi aturan disini, kecuali memang postingannya panjang dan tidak bisa ditambah lagi.

Silakan dilanjutkan akhi. /thx
 
@TS
Silakan diupdate terus thread ini, saya yakin tidak akan tenggelam, dan apabila dirasa cukup banyak, maka kami tidak akan sungkan untuk men-sticky thread ini.
Tapi tolong jangan membuat postingan ganda (double post) karena itu memang sudah menjadi aturan disini, kecuali memang postingannya panjang dan tidak bisa ditambah lagi.

Silakan dilanjutkan akhi. /thx
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.