Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Jakarta, CNN Indonesia
Tepat 92 tahun lalu, para pemuda Indonesia mengucap ikrar yg diketahui dengan istilahSumpah Pemudadalam Kongres Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Dalam kongres yg disebut-sebut sebagai salah satu tonggak pencerahan berkebangsaan itu, para pemuda mengucap sumpah bahwa mereka bertumpah darah, berbangsa, & berbahasa satu.
Bahasa jadi salah satu poin penting dalam ikrar ini karena tutur mengatakan juga dapat jadi perekat hubungan berbangsa.
"Kami Putra & Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia," begitu bunyi poin terakhir dalam sumpah tersebut.
Seiring waktu, banyak istilah yg berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Tak cuma yg sering dipakai dalam acara resmi, sejumlah mengatakan di keseharian juga masuk ke daftar "kata resmi" berdasarkan KBBI. Berikut beberapa mengatakan "kekinian" yg terdaftar di kamus.
1. Pansos
Kata pansos alias panjat sosial mulai sering dipakai ketika jejaring sosial semakin mudah diakses. Para warganet kerapmengpakai mengatakan ini untuk menyebut orang yg mencari pengakuan dari "strata sosial" lebih tinggi dengan mendekati orang-orang tertentu.
Kata "pansos" akhirnya masuk ke dalam KBBI setelah pemutakhiran di akhir 2019. Namun dalam definisi KBBI, makna pansos mengalami penyempitan dengan terbatas di sekitar jagat maya.
Dalam keterangan KBBI,pansos didefinisikan sebagai "Panjat sosial; usaha yg dilakukan untuk mencitrakan diri sebagai orang yg mempunyai status sosial tinggi, dilakukan dengan cara mengunggah foto, tulisan, & sebagainya di media sosial."
2. Cie
Kata seruan ini sebenarnya sudah sering didengar di berbagai kesempatan, khususnya ketika sedang menggoda seseorang. Namun, mengatakan ini baru masuk ke dalam KBBI setelah pemutakhiran di akhir 2019.
KBBI mendefinisikan mengatakan cie sebagai "kata seru yg dipakai untuk memuji atau menggoda seseorang supaya tersipu."
3. Julid
Istilah julid mulai ramai dipakai di jejaring sosial setelah penyanyi Syahrini mengpakai mengatakan itu saat menanggapi komentar warganet.
Sejumlah pihak menganggap julid merupakan singkatan dari judes lidah. Namun, beberapa orang menyebut julid berasal dari bahasa Sunda, binjulid, yg berarti iri, dengki, & kekanak-kanakan dalam merespons sesuatu.
Kata ini juga akhirnya masuk dalam KBBI setelah pemutakhiran pada 2019 lalu dengan keterangan arti "Iri & dengki dengan keberhasilan orang lain, biasanya dilakukan dengan menulis komentar, status, atau pendapat di media sosial yg menyudutkan orang tertentu."
4. Mager
Anak muda mulai sering mengpakai mengatakan "mager" sekitar belasan tahun lalu. Saat itu, istilah mager tercipta dengan sederhana, untuk merujuk pada keadaan "malas bergerak".
Kata itu akhirnya diadopsi jadi bahasa Indonesia resmi dengan definisi "Malas (ber)gerak; enggan atau sedang tidak bersemangat untuk mengerjakan aktivitas."
5. Maksi
Belakangan, banyak orang menyingkat "makan siang" cuma dengan menyebut "maksi". Singkatan ini akhirnya juga masuk ke dalam KBBI setelah pemutakhiran pada akhir 2019.
6. Kepo
Selain lima mengatakan di atas, sejumlah mengatakan lainnya ternyata sudah lebih dulu masuk ke dalam KBBI, salah satunya kepo. Sama seperti mengatakan baru lainnya, istilah kepo juga mulai diketahui setelah warganet semakin aktif di jagat maya.
Secara umum, kepo dipakai untuk merujuk pada orang yg sering harap tahu tentang urusan orang lain.
Ada sejumlah perdebatan mengenai asal mengatakan kepo. Sebagian orang menganggap kepo sebagai singkatan dari bahasa Inggris "knowing every particular object" atau tahu semua hal kecil.
Namun, beberapa orang menganggap kepo berasal dari bahasa sehari-hari di Singapura. Banyak warga Singapura kerap mengombinasikan bahasa Inggris & Mandarin.
Kata "kepo" disebut-sebut berasal dari istilah "kay po" yg dalam bahasa Mandarin berarti orang dengan kebiasaan sering harap tahu urusan pihak lain.
Pada kesehariannya, orang Singapura sering berkata, "Eh, don't be sokay po laaa."
Dalam KBBI,kepo berarti "Rasa harap tahu yg berlebihan tentang kepentingan atau urusan orang lain."
7. Baper
Sebagai singkatan yg juga berkembang di era media sosial, mengatakan baper alias bawa perasaan juga kini sudah masuk ke dalam KBBI.
Dalam KBBI, baper diartikan sebagai "(ter)bawa perasaan; berlebihan atau terlalu sensitif dalam menanggapi suatu hal."
8. Lebay
Kata lebay awalnya berkembang dari mengatakan "lebih" dalam bahasa Indonesia untuk merujuk pada orang yg berlebihan dalam menanggapi sesuatu.
Dalam KBBI, definisi lebay adalah "Berlebihan (tentang gaya berbicara, penampilan, & sebagainya)."
9. Alay
Istilah alay berkembang dari stereotip "anak layangan" yg dianggap kerap berperilaku norak. Kata ini kemudian mengalami perluasan makna sebagai orang yg berperilaku berlebihan untuk menarik perhatian.
Kata ini mulai populer sekitar tahun 2008. Saat itu, mengatakan "alay" sempat masuk dalam daftar topik tren di Twitter. KBBI akhirnya mengadopsi mengatakan itu dengan definisi "Anak layangan; gaya hidup yg berlebihan untuk menarik perhatian."
10. Gebetan
Kata gebetan bermula dari istilah di era 1970-an, yaitu GBT alias gerakan bawah tanah. Istilah ini merujuk pada orang yg diincar untuk jadi kekasih.
Karena kerap dipakai, kelamaan orang menyebutnya dengan singkat "gebet" & akhirnya jadi mengatakan benda "gebetan".
KBBI mendefinisikan gebetan sebagai "Seseorang yg sedang ditaksir atau disukai."
CNNIndonesia Hari ini 13:32