• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sukses di Google Adsense, Takut Dikira Punya Tuyul

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Tinggal di desa, Jumanto (38), warga Singocandi, Kudus masih dikenal sebagai buruh bangunan, bukan sebagai publiser Google Adsense (GA).

Kang Jum, demikian ia akrab dipanggil, mengaku takut jika dirinya dituduh mempunyai tuyul. "Saya tetap kerja buruh bangunan. Susahnya hidup di desa, kalau kerjaan utama sebagai publisher takut nanti dikira punya tuyul. Ngga kerja kok dapat uang. Saya mulai bekerja sekitar pukul 21.00 untuk Adsense," ujarnya sembari tertawa.

Bermain di Adsense, kata Kang Jum, harus bekerja dengan hati. Untuk pemula lebih baik jangan melihat target tapi melihat prosesnya. "Harus tetap kreatif dan mau belajar. Bermain Adsense tidak harus jenius, tapi cukup kreatif dan tetap tekun," ujarnya.

Saat ini, Kang Jum mendirikan kelompok belajar dan diskusi Google Adsense di rumahnya. "Saya ingin mengubah pandangan negatif terhadap buruh bangunan. Saya ingin teman-teman yang cuma kerja sebagai buruh bangunan atau yang tidak punya kerjaan, asal mau berusaha bisa mengubah hidupnya," ujarnya.

Sugiyanto yang akrab disapa Topang mengatakan kunci utama bermain GA di Youtube yakni kreatifitas dan original. "Saat ini perkembangan gadget begitu luar biasa. Ponsel sudah ada fasilitas video tinggal kita sekreatif mungkin memanfaatkan untuk menghasilkan uang. Juga harus fokus apa yang sedang kita kerjakan. Kalau fokus di Youtube, ya di Youtube," ujar pria asal Desa Jamus, Karanganyar.

Topang juga memberi judul video yang menarik agar pengguna internet mengklik videonya. Video sebaiknya karya sendiri karena Google juga melihat originalitas video tersebut. Google, kata Topang, mensyaratkan video tidak mengandung SARA dan pornografi.

"Jangan memberi judul tidak sesuai isi videonya. Kalau saya lebih baik original tidak, pakai video orang lain. Saya malah ketar-ketir, selain takut digugat pemilik video asli, juga takut kena strike karena dilaporkan sebagai pelanggaran hak cipta ke Google sehingga akun bisa kena sanksi," ujarnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.