Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Cangkeman.net -Rokok tingwe aliasngelinting deweatau kalau dibahasa Indonesiakan berarti melinting sendiri kini sedang marak danngetrenddi kalangan anak muda. Hal ini selaras dengan maraknya toko-toko tembakau yg menjual tembakau beraneka aroma.
Aku sendiri sebenarnya sudah ada niatan harap beralih dari rokok pabrikan menuju rokoktingwesejak beberapa tahun yg lalu. Alasannya adalah personal branding. Branding saya yangmbah-mbahdannjawaniakan semakin terlihat kalau nge-tingwe.
Namun nyatanya saya baru mengalihkan rokokku dengan mengerjakan linting sendiri ini sekitar 3 bulanan yg lalu. Alasannya bukan personal branding atau gaya-gayaan lagi. Alasanya karena ekonomi. Yah di jaman sekarang evolusi sangat dipengaruhi sama ekonomi, kan?
Bagiku, dengan melinting sendiri tembakau yg sering saya campur dengan cengkeh & juga terkadang dicampur dengan menyan itu jauh lebih irit daripada membeli rokok pabrikan. Hal itu juga diakui oleh teman-temanku yg mulai mengerjakan penghitungan konsumsi rokoknya.
Tapingetingwekarena ekonomi ini tidak selamanya menyenangkan. Terkadang kita kerapkali dianggap pelit, enggak mau beli rokok pabrikan yg lebih simpel. Padahal menurutku toh jikalau kita para manusia yg sukangetingweini masuk dalam kategori pelit, justru pelitnya kita itu tidak berpengaruh untuk orang lain. Kecualitingwedijadiin alasan buat minta rokok teman dengan alasan belum beli tembakau. Itu baru berbahaya.
Satu hal lagi yg sebenarnya dibenci oleh anak-anak nontingweadalah ketika mereka kehadapatn rokok, mereka jadi segan untuk meminta rokok kepada perokoktingwe.Alasanya macam-macam. Ada yg merasa enggak enak hati karena langsungisapaja rokok yg dengan susah payah dilinting, ada juga yg takut rasanya enggak sesuai. Karena hal itulah anak nontingwejadi malas kalau ada kawannya yg mulaingetingwe.
Ada juga orang-orang yg harap beralih ketingwenamun bingung racikannya. Mereka takut rasa rokok yg mereka racik tidak sesuai dengan mulut mereka. Nah orang-orang begini biasanya suka bertanya racikan ke pendahulutingweagar rasanya pas.
Yang jadi masalah adalah, soal rasa itu relatif. Seperti rokok pabrikan ada yg suka rokok putih, ada yg suka kretek tangan, ada yg suka jenismildbahkan ada yg suka model-modelan seperti cerutu. Jadi biasanya kita coba mengulik rokok pabrikan yg biasa mereka hisap, lalu kita cocokkan dengan tembakau yg mana yg kira-kira cocok. Hasilnya? Yah enggak selamanya berhasil. Dan kalau rasanya bagi mereka buruk yah kita yg kena omelan. Dan mereka biasanya malah jadi antitingwe.
Menurutku yah merokok yah merokok aja, mau rokokmutingwe, rokok pabrikan, atau rokok listrik macam vape yah sah-sah saja. Kita mungkin menganggap perokoktingweitu ribet, kemana-mana harus bawa peralatan melinting. Atau perokok vape yg harus ganti-ganti koil, atau perokok pabrikan juga dapat dianggap sebagai kacung koorporat akbar yg mematok harga tinggi. Yah boleh aja menganggap seperti itu, tetapi kita tidak selayaknya mencemooh opsi orang dalam menikmati rokok.
Tulisan ini pernah tayang di cangkeman.net (https://www.cangkeman.net/2021/08/suka-duka-mengkonsumsi-rokok-tingwe.html ) yg ditulis oleh Fatio Nurul Efendi pada tanggal 3 September 2021
Hari ini 01:00