Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kang Parkir.
Seseorang yg membawa suka, namun juga duka, tergantung keadaan pertemuannya. Jujur kadang saya jengkel melihat tukang parkir ada dimana-mana. Bukan karena saya pelit atau bagaimana, Selama menjalankan tugasnya dengan baik saya tidak masalah membayar. Namun, tidak sekali dua kali saya temui, kerjanya duduk-duduk saja & baru meminta uang ketika motor sudah di-starter.
Cuman dapat menghela nafas, berusaha bersabar.
Lebih jengkel lagi ketika belanja tetapi tidak ketemu barangnya, eh tetap kena pajak parkir dua ribu untuk motor. Itu fenomena langka tetapi nyata pernah kejadian. Lebih jengkel lagi ketika dapat tukang parkir yg galaknya mengalahkan debt collector. Tidak diberi rupiah marah, tetapi kelakuannya menciptakan diri harus beberapa kali mengelus dada. Ada saja kejadiannya.
Apakah saya benci dengan tukang parkir? Oooo jelas tidak.
Saya paham kalau terkadang mereka mengerjakan pekerjaan itu karena keadaan yg memaksa. Ada kalanya juga saya merasa sangat terbantu dengan kehadiran mereka. Terutama ketika hadir ke suatu pameran atau event-event akbar yg menciptakan parkiran penuh.
Disisi lain, saya salut dengan kang parkir yg tetap sigap & ramah bahkan saat kondisi hujan deras. Dengan cepat menghampiri, mencarikan tempat kosong, embantu mengatur kendaraan supaya tidak mepet dengan kendaraan lain, & tetap mau menolong menyebrangkan jalan.
Jadi walaupun kadang saya ngedumel dalam hati, saya juga belajar untuk lebih menghargai.
Karena di balik rompi lusuh & peluit kecil itu, ada orang yg sedang berjuang untuk menyambung hidup.
Seseorang yg membawa suka, namun juga duka, tergantung keadaan pertemuannya. Jujur kadang saya jengkel melihat tukang parkir ada dimana-mana. Bukan karena saya pelit atau bagaimana, Selama menjalankan tugasnya dengan baik saya tidak masalah membayar. Namun, tidak sekali dua kali saya temui, kerjanya duduk-duduk saja & baru meminta uang ketika motor sudah di-starter.
Cuman dapat menghela nafas, berusaha bersabar.
Lebih jengkel lagi ketika belanja tetapi tidak ketemu barangnya, eh tetap kena pajak parkir dua ribu untuk motor. Itu fenomena langka tetapi nyata pernah kejadian. Lebih jengkel lagi ketika dapat tukang parkir yg galaknya mengalahkan debt collector. Tidak diberi rupiah marah, tetapi kelakuannya menciptakan diri harus beberapa kali mengelus dada. Ada saja kejadiannya.
Apakah saya benci dengan tukang parkir? Oooo jelas tidak.
Saya paham kalau terkadang mereka mengerjakan pekerjaan itu karena keadaan yg memaksa. Ada kalanya juga saya merasa sangat terbantu dengan kehadiran mereka. Terutama ketika hadir ke suatu pameran atau event-event akbar yg menciptakan parkiran penuh.
Disisi lain, saya salut dengan kang parkir yg tetap sigap & ramah bahkan saat kondisi hujan deras. Dengan cepat menghampiri, mencarikan tempat kosong, embantu mengatur kendaraan supaya tidak mepet dengan kendaraan lain, & tetap mau menolong menyebrangkan jalan.
Jadi walaupun kadang saya ngedumel dalam hati, saya juga belajar untuk lebih menghargai.
Karena di balik rompi lusuh & peluit kecil itu, ada orang yg sedang berjuang untuk menyambung hidup.