facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 96
- Poin
- 48
"Cuaca yang panas terik saat siang hari dan dingin saat malam hari akibat masa pancaroba yang terjadi di Yogyakarta," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Agus Toni Wijaya, Jumat 4 April 2014.
Selain suhu udara menyengat saat siang hari dan dingin saat malam hari dalam masa pancaroba ini potensi angin kencang disertai hujan dan petir di Yogyakarta seringkali terjadi secara mendadak.
"Itu merupakan indikasi awal cuaca ekstrim tersebut, antara lain matahari pagi hingga cerah dan panas menyengat hingga 35 derajat celcius. Lalu, muncul awan hitam pekat di daerah tertentu mulai siang hari serta petir di langit menyalak," katanya.
Menurut Agus, yang perlu diwaspadai dalam musim pancaroba adalah angin kencang yang muncul secara lokal dan mendadak atau sering disebut komulonimbus. Agus mengharapkan warga mengantisipasinya dengan mengurangi pohon-pohon yang menjulang dekat permukiman dan akses warga lainnya.
"Pemukiman dekat kawasan lapang terbuka atau antara pemukiman dan persawahan berpotensi terjadi angin kencang mendadak," ujarnya.
Agus memperkirakan, cuaca ekstrem tersebut akan kembali normal ketika musim kemarau tiba pada Mei mendatang.